Menag: Umat Islam Jangan Terpancing Charlie Hebdo

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 16 Jan 2015, 19:07 WIB
Diperbarui 16 Jan 2015, 19:07 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Perbesar
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Tangerang Majalah satire Prancis Charlie Hebdo kembali membuat kontroversi. Dalam edisi khususnya, karikatur Nabi Muhamad dimuat menjadi cover depan.

Terkait hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam di tanah air tidak tepancing.

"Umat Islam jangan terprovokasi," tegas Lukman di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (16/1/2015).

Lukman mengecam keras aksi Charlie Hebdo. Namun, dia menekankan agar masalah Charlie Hebdo tidak diselesaikan dengan kekerasan. Dia menyarankan, bagi pihak yang merasa tersakiti bisa membawa masalah ini ke jalur hukum.

"Kekerasan tidak bisa dijadikan alasan dan landasan untuk menunjukkan ketidakpuasan dan kesenangan. Kita mengecam dan keberatan ini sangat melukai hati umat Islam," sambung dia.

"Umat Islam tidak perlu terpancing. Menghormati Rasul tidak harus menumpahkan darah," tandas Lukman.

Charlie Hebdo tidak sekali ini saja memuat kartun Nabi Muhammad. Gara-gara memuat kartun Nabi yang dinilai menghina umat Islam, kantor Charlie Hebdo di Paris, Prancis, diserang teroris belum lama ini hingga membuat pemimpin redaksinya dan 11 orang lain tewas ditembak. (Sun/Sss)