Basarnas Harapkan Cuaca Dukung Pencarian AirAsia Hari Ini

Oleh Liputan6 pada 04 Jan 2015, 05:29 WIB
Diperbarui 04 Jan 2015, 05:29 WIB
Basarnas Beberkan Hasil Temuan di Selat Karimata
Perbesar
Henry Bambang Soelistyo (tengah) memastikan bahwa apa yang mereka temukan adalah bagian dari pesawat AirAsia yang hilang, Jakarta, Selasa (30/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengharapkan cuaca pada Minggu ini atau hari ke-8 operasi gabungan akan lebih baik sehingga mendukung kelancaran pencarian dan evakuasi penumpang serta pesawat AirAsia QZ8501.

"Besok kita punya harapan, cuaca lebih baik, gelombang laut diperkirakan 1,5-2 meter. Ini memberi peluang untuk dapat hasil lebih baik dari hari ini," kata Bambang dalam keterangan pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Sabtu 3 Januari 2015.

Ia mengatakan pada hari ke-8 operasi pencarian pesawat Airbus 320-200 milik maskapai AirAsia itu, pembagian sektor masih sama. Sedangkan kapal yang memiliki alat towed pinger locator untuk dapat mencari kotak hitam pesawat di sektor prioritas yang banyak ditemukan obyek besar bagian dari pesawat tersebut.

Kapal lain, menurut dia, tetap akan melakukan pencarian dan evakuasi korban maupun serpihan pesawat rute penerbangan Surabaya-Singapura tersebut.

"Yang kita turunkan tidak bisa melakukan pengambilan gambar karena arus mencapai dua knot di bawah permukaan laut. Jadi saya putuskan untuk bersiaga, besok pagi saat jika gelombang baik dan bisa dilakukan penyelaman dengan dilakukan on skin penyelaman, diatur supaya bisa tertata dengan hasil optimal," ujar Bambang.

Meski demikian, dia menegaskan tujuan utama operasi ini bukan mengangkat obyek atau benda tetapi mencari penumpang yang menjadi korban insiden tersebut. Kedua, jika penumpang telah semua ditemukan, baru kotak hitam yang menjadi fokus pencarian.

Sebelumnya, ia mengatakan total 4 bagian besar pesawat AirAsia QZ8501 terdeteksi sonar dari kapal Geo Survey pada operasi pencarian hari ke-7. "Hasil sampai saat ini kita menemukan, melalui kapal Geo Survey yang mampu mendeteksi bawah air, 4 bagian besar pesawat," kata dia. (ant/Ado)