Sambut Libur Akhir Tahun, SAR Parangtritis Siaga Penuh

Oleh Yanuar H pada 25 Des 2014, 10:36 WIB
Diperbarui 25 Des 2014, 10:36 WIB
Pantai Parangtritis
Perbesar
Larangan berenang di Pantai Parangtritis. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Liputan6.com, Bantul - Pantai Parangtritis menjadi primadona wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap pengunjung pantai ini belum afdal jika tidak mandi dan bermain air di sana.

Meski begitu, berkunjung ke Pantai Parangtritis harus ekstra hati-hati. Anggota SAR Pantai Parangtritis Danang meminta para pengunjung hati-hati saat mandi dan main air di pantai selatan Yogyakarta ini. Sebab ada palung atau pusaran ombak yang bisa mengancam keselamatan pengunjung.

"Ada 4 palung. Palung itu bisa bergeser. Sekarang ya ada di depan pos SAR, ada juga di bagian barat dan bagian tengah," ujar Danang kepada Liputan6.com, Kamis (25/12/2014).

Danang menyebut pihaknya juga telah memasang papan pengumuman larangan bermain air dan mandi air laut di Pantai Parangtritis. Pelang pengumuman itu ada di beberapa tempat seperti di kawasan Parangtritis.

Namun di pantai tim SAR memasang 4 papan pengumuman. Selain Pos induk SAR juga memiliki pos pemantau di bibir pantau untuk melihat aktivitas pengunjung Pantai Parangtritis.

"4 Pelang larangan mandi di Pantai Parangtritis. 2 Selter pemantau untuk melihat aktivitas wisatawan di pantai," ujar dia.

Selama musim liburan panjang ini pihak SAR Pantai Parangtritis memberlakukan status Siaga hingga pergantian tahun. Jam piket jaga pun berubah dengan hari biasa demi memantau aktivitas pengunjung.

Danang menyebut waktu rawan saat liburan panjang ini adalah pada 1 Januari 2015 pagi. Sebab usai mengikuti perayaan Tahun Baru di Kota Yogyakarta, para pengunjung akan berpindah ke pantai.

"SAR siaga. Kalau hari biasa piket datang setengah 8 malam. Sekarang datang jam 6 sore demi penjagaan. 45 Orang personel SAR dan Pantai Depok ikut sini ada 20 orang siaga. Justru yang rawan pas paginya (1 Januari) soalnya pada mandi jam setengah 5 pagi. Itu siaga kita," ujar Danang.

>>Ada Kejutan>>

2 dari 2 halaman

Pelang Parangtritis Senilai Rp 180 Juta

Pantai Parangtritis
Perbesar
Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Para pengunjung Pantai Parangtritis akan mendapat kejutan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul membuat pelang tulisan Pantai Parangtritis seperti halnya yang dipasang di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Disbudpar Bantul Bambang Legowo mengatakan pelang bertuliskan Pantai Parangtritis ini dipasang pada Desember 2014. Pembuatan pelang ini memakan waktu setengah bulan. Bambang menyebut pembangunan pelang Pantai Parangtritis untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2015. Pembuatan pelang ini pun menghabiskan biaya Rp 180 juta.

"Bulan ini bikinnya iya bisa dikatakan seperti itu buat nyambut Natal dan Tahun Baru, nggak lama setengah bulan. Habisnya Rp 180 juta," ujar Bambang kepada Liputan6.com, Rabu 24 Desember 2014.

Pembuatan pelang ini menurut Bambang untuk melayani bagi pengunjung Pantai Parangtritis yang ingi berfoto-foto. Sebab, banyak pengunjung yang berfoto di pantai ParangtritisĀ  namun tidak ada background yang mencirikhaskan pantai andalan Bantul ini.

"Idenya dari banyak kita butuh itu. Selama ini kan orang kan foto di handphone pada sendiri-sendiri tanpa ada background pantai kita. Jadi belum ada ikon jadi kalo ada tulisan seperti ini kan ada kenangan," jelas Bambang. (Ans/Mut)

Lanjutkan Membaca ↓