Curi Ikan, 2 Kapal Asing Ditenggelamkan di Selat Ambon

Oleh Liputan6 pada 21 Des 2014, 13:53 WIB
Diperbarui 21 Des 2014, 13:53 WIB
penenggelaman kapal
Perbesar
2 Kapal berbendera Papua Nugini ditenggelamkan di Selat Ambon, Maluku. (setkab.go.id)

Liputan6.com, Ambon - Setelah menenggelamkan 3 kapal asing berbendera Vietnam di Pulau Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember silam, pemerintah kini kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia dari para pencuri ikan.

Pada Minggu (21/12/2014) pukul 10.27 WIT, dua kapal berbendera asing, yaitu KIA Century 4 dan KIA Century 7 keduanya dari Papua Nugini (PNG) yang terbukti telah mencuri ikan di perairan Arafura, telah ditenggelamkan oleh anggota Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon di perairan Teluk Ambon, Maluku.

"(Penenggelaman kapal) Dibakar dengan diledakkan, sama saja seperti yang sebelum-sebelumnya," kata Kadispen Lantamal IX Ambon Mayor Laut Eko Budimansyah, di Ambon, Minggu siang, seperti Liputan6.com kutip dari laman Sekretariat Kabinet, www.setkab.go.id.

Penenggelaman 2 kapal pencuri ikan itu disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Agus Sutoto, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Arie H Sembiring, Wakapuspen TNI Laksma FX Agus Susilo, Kadispenal Laksma Mahanan Simorangkir, dan juga Danlantamal IX Laksma TNI Aru Sukmono.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Liputan6.com, berikut data 2 kapal asing yang ditenggelamkan:

KIA Century 4 :
- Jenis: KIA
- Bendera: PNG
- Nakhoda: Thanapom Pamnisti
- ABK: 55 orang (28 Thailand, 17 Kamboja)
- Muatan: 200 ton ikan campur
- Bobot Kotor: 200 ton

KIA Century 7 :
- Jenis : KIA
- Bendera : PNG
- Nakhoda : Thong Ma Lapho
- ABK: 17 WN Thailand
- Muatan: 43 ton ikan campur
- Bobot Kotor: 250 ton

(Ans/Yus)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya