Puting Beliung di Bandung Tewaskan Nenek Suti Saat Minum

Oleh Kukuh Saokani pada 18 Des 2014, 22:33 WIB
Diperbarui 18 Des 2014, 22:33 WIB
puting beliung bandung
Perbesar
Kejadian berlangsung sangat cepat. Sekitar 10 menit puting beliung menyapu kawasan Bandung Timur.

Liputan6.com, Bandung - Kawasan Bandung Timur seperti Kecamatan Panyileukan, Kecamatan Ujung Berung, Kecamatan Gedebage, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Jawa Barat disapu angin puting beliung.

Akibat sapuan angin ini, puluhan pohon tumbang dan beberapa bangunan seperti kios hancur. Selain itu, pondasi bangunan perpustakan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati juga runtuh.

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Fajrin (23) mengatakan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu cuaca tengah mendung.

"Tiba-tiba ada angin besar berbentuk pusaran. Di sini (UIN) masih banyak mahasiswa dan satpam. Mereka dan saya berlarian masuk bangunan," kata dia saat ditemui di Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/12/2014).

Kejadian berlangsung sangat cepat. Sekitar 10 menit puting beliung menyapu kawasan Bandung Timur. "Kejadian sekitar 10 menit. Saat selesai, pondasi bangunan perpustakan yang terbuat dari besi sudah runtuh dan menerpa beberapa motor dan 2 bus kampus," ucap Fajrin.

Menurut Fajrin, tidak ada korban jiwa atau terluka dalam peristiwa ini. "Semua pada masuk, soalnya kenceng tadi. Alhamdulillah nggak ada korban," jelas Fajrin.

Sementara Kapolsekta Panyileukan Kompol Suminem mengatan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait bencana ini dan melakukan evakuasi pohon tumbang serta bangunan yang rusak.

"Masih kita data. Data pastinya belum bisa disampaikan tapi beberapa pohon tumbang dan bangunan kecil seperti kios rusak ada beberapa bangunan," pungkas Suminem.

Nenek 97 Tahun Tewas

Sementara Suti (97), warga Jalan Pangarang RT 2 RW 4, Kelurahan Cipadung Wetan, Kelurahan Panyileukan, Kota Bandung, tewas tertimpa bangunan rumah yang roboh akibat diterjang angin puting beliung.

Keluarga Suti, Eman (48) menyebutkan pada saat terjadinya terjangan angin puting beliung pada pukul 17.00 WIB, Suti tengah berada di ruang tengah bersama keluarga besar.

"Karena kondisi saat itu hujan gerimis namun anginya kenceng. Nenek Suti lagi di ruang tengah. Saya di luar karena kondisi saat itu genteng jatuh," ucap dia saat ditemui di rumahnya.

Tidak lama setelah angin puting beliung menyapu kawasan tersebut, Suti pergi ke dapur untuk mengambil minum. "Saya ngedenger suara tembok jatuh gitu, awalnya biasa, tapi saat nyari nenek Suti ke belakang sudah terkubur sama reruntuhan tembok tetangga," kata Suti.

Menurut Suti, reruntuhan tersebut merupakan tembok bangunan dari lantai 2 yang belum jadi dan biasa digunakan oleh tetangganya untuk menjemur pakaian.

"Bangunannya di lantai 2. Biasa untuk menjemur. Saya nggak menyangka akan runtuh. Memang ini musibah, kondisi angin puting beliungnya juga kencang," jelas dia.

Dari pantauan di lokasi selain rumah Suti, puluhan rumah yang berada dekat lokasi kejadian juga mengalami rusak akibat angin puting beliung ini. (Rmn)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya