Menteri Anies Tegaskan Kurikulum 2013 Tak Disetop, Tapi Ditinjau

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 14 Des 2014, 12:41 WIB
Diperbarui 14 Des 2014, 12:41 WIB
Menteri Anies Baswedan Sebut Profesi Guru adalah Kehormatan
Perbesar
Anies Baswedan tidak sependapat jika guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa saat konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (24/11/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan membantah bakal membatalkan Kurikulum 2013. Dia menyatakan, Kurikulum 2013 tak akan dihapus begitu saja.

Menurut Anies, Kurikulum 2013 hanya akan ditinjau kembali. Ini lantaran masih dibutuhkannya banyak persiapan sebelum kurikulum itu dapat diterapkan secara maksimal.

"Selama setahun berjalan, Kurikulum 2013 menimbulkan banyak masalah di 208 ribu sekolah. Bisa dibayangkan pendidikan serta gurunya belum siap. Jadi bukan membatalkan kurikulum tapi meninjau kembali," ujar Anies di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (14/12/2014).

Menurut mantan Rektor Universitas Paramadina itu, implementasi Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara bertahap.

"Kita nanti akan melakukan implementasi secara bertahap. Dalam waktu 3-4 tahun ini bisa dipastikan selesai. Misalnya dari 3 persen jadi 5 persen, lalu 45 persen, kemudian meningkat jadi 70 persen, dan selesai dalam rentang 1 tahun," papar Anies.

Di lain sisi, sambung dia, dengan penghentian sementara itu, anggaran juga tidak bakal mengalami pemborosan.

"Anggarannya nggak ada masalah. Anggaran untuk pelatihan guru masih jalan terus, buku digunakan sebagai referensi di perpustakaan sampai kurikulum (2013)-nya siap, jadi tidak ada pemborosan sama sekali," tandas Anies. (Ndy/Mut)