Menteri Anies Diminta Tak Samakan Kurikulum RI dengan Malaysia

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 12 Des 2014, 15:46 WIB
Diperbarui 12 Des 2014, 15:46 WIB
Hajriyanto Y Thohari
Perbesar
Hajriyanto Y Thohari (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan telah menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama 3 semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara sekolah yang terlanjur menjalankan Kurikulum 2013 selama 3 semester diminta untuk tetap menggunakannya.

Namun protes masih membanjiri kebijakan tersebut. Seperti yang diutarakan mantan Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari.

"Ini terlalu tergesa-gesa, baru 2 bulan menjabat, masa sudah mengeluarkan kebijakan yang kontroversial. Harusnya dibenahi dan disempurnakan mana yang kurang dan yang salah," ujar pria yang akrab disapa Anto itu di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Ketua Badan Pengurus Lazis Muhammadiyah itu pun membeberkan implikasi yang bakal ada pasca-pembatalan Kurikulum 2013 itu.

"Bagaimana dengan silabus yang sudah disiapkan, proses penyesuaian pengajar yang tidak sederhana, seharusnya menteri jangan terlalu mudah mengambil keputusan," tutur dia.

Meski demikian, dirinya membenarkan Kurikulum 2013 masih terus membutuhkan perbaikan. Tetapi pasti ada plus dan minus setiap produk pendidikan.

"Jangan samakan kurikulum kita dengan Singapura ataupun Malaysia. Ini tidak boleh berubah dulu. Memang ada plus-minusnya, tapi itu yang perlu dipertimbangkan," tutur dia.

"Kalau mengubah kebijakan dengan cepat maka akan sangat terkesan di publik, (kalau) beda pemimpin beda kebijakan," tandas Hajriyanto. (Ndy/Mut)