Buruh di Tangerang Blokir Jalan, Kebon Nanas-Cikokol Lumpuh

Oleh Pramita Tristiawati pada 11 Des 2014, 18:03 WIB
Diperbarui 11 Des 2014, 18:03 WIB
Buruh di Tangerang Blokir Jalan, Kebon Nanas-Cikokol Lumpuh
Perbesar
Sementara lalu lintas dari Cikokol menuju Kebon Nanas dan Serpong, dialihkan ke Jalan Sudirman melalui depan Tangcity Mall.

Liputan6.com, Tangerang - Tak cukup memblokir Jalan Raya Serpong, Tangerang, aksi serupa kembali dilakukan oleh ribuan buruh di Kota Tangerang. Hingga jam pulang kerja, ribuan buruh masih memblokir Jalan MH Thamrin, di bawah jembatan Jalan Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang.

Aksi ini mengakibatkan lalu lintas dari arah Kebon Nanas menuju Cikokol lumpuh total selama beberapa jam. Dalam orasinya, buruh menuntut pemerintah daerah merevisi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015 Tangerang Raya yang sebelumnya Rp 2,7 juta menjadi Rp 3.177.450 per bulan.

"Jumlah itu tidak besar. Tidak sebanding dengan keuntungan pabrik. Upah buruh Indonesia ini sangat kecil dibandingkan negara lain," ujar salah seorang buruh dalam orasinya.

Karena itu, massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu, mendesak kepala daerah di Tangerang segera merevisi UMK. Jika tuntutan mereka tidak terpenuhi, meraka akan terus memblokir jalan untuk melumpuhkan lalu lintas hingga berdampak ke sektor perekonomian Tangerang.

"Aksi ini kita lakukan karena tuntutan kita tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah. Kita selalu coba audiensi tapi tidak pernah ada itikad baik. Jadi jangan salahkan kami kalau melumpuhkan Tangerang," pungkas sang orator.

Hingga saat ini buruh masih memblokir 2 ruas Jalan MH Thamrin. Lalu lintas dari arah Kebon Nanas menuju Cikokol lumpuh karena tidak bisa melintas. Sementara lalu lintas dari Cikokol menuju Kebon Nanas dan Serpong, dialihkan ke Jalan Sudirman melalui depan Tangcity Mall.

Demo buruh ini awalnya dimulai dengan long march menutupi seluruh akses Jalan Raya Serpong menuju BSD dan pintu Tol BSD pada siang tadi. Massa awalnya berkumpul di Bundaran Alam Sutera Serpong. Ketika massa sudah terkumpul sekitar 500 orang, mereka mulai berorasi dan memenuhi bundaran tersebut. (Rmn/Yus)