Eks Mendikbud M Nuh: Kurikulum 2013 Bukan 'Ajaran Sesat'

Oleh Zainul Arifin pada 07 Des 2014, 18:03 WIB
Diperbarui 07 Des 2014, 18:03 WIB
M Nuh
Perbesar
Muhammad Nuh (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Malang - Mantan Menteri Pendidikan M Nuh mengkritik kebijakan pemerintah menghentikan Kurikulum 2013. Dengan penghentian itu, Nuh menilai pemerintah menyebut Kurikulum 2013 sebagai 'ajaran sesat'.

"Bagi sekolah yang sudah siap menerapkan Kurikulum 2013, ya silakan jalan teruskan, jangan dibatasi. Kalau dilarang, itu sama seperti menyebut Kurikulum 2013 ajaran sesat,” kata M Nuh di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (7/12/2014).

Menurut dia, tugas pemerintah untuk menyiapkan sekolah agar siap menerapkan Kurikulum 2013. Bukan sebaliknya, sekolah yang tidak siap dilarang menerapkan kurikulum itu. "Sekolah yang tidak siap ya harus disiapkan, itu tugas pemerintah. Logikanya begitu," kritik Nuh.

Nuh menjelaskan perjalanan diterapkannya Kurikulum 2013. Saat diberlakukan Kurikulum 2013, kata dia, ada 6.200 sekolah yang telah siap menerapkannya. Pemerintah saat itu juga sudah melatih sebanyak 1,3 juta guru. Buku–buku gratis juga telah disediakan bagi sekolah.

"Kalau alasannya pemberhentian Kurikulum 2013 dengan alasan gurunya belum siap, bagaimana dengan KTSP 2006. Apakah gurunya sudah siap, bukunya bagaimana apakah rakyat harus beli sendiri lagi," tanya Nuh.

Menurut Nuh, saat Kurikulum 2013 diberlakukan itu telah melalui evaluasi ketat. Mulai dari mendengar suara guru, orangtua siswa, murid, pengawas, serta mengevaluasi minat baca dan nalar siswa.

"Hasil evaluasi kami, Kurikulum 2013 itu produk bagus. Akhirnya kami berani menerapkan pada tahun ajaran 2014 kemarin. Diterapkan bukan secara bertahap dan terbatas, tapi bertahap dan menyeluruh," tukas Nuh. (Ali/Ans)