Bentrok 2 Dusun di Lampung, Ratusan Warga Enggan Kembali ke Rumah

Oleh Liputan6 pada 30 Nov 2014, 07:14 WIB
Diperbarui 30 Nov 2014, 07:14 WIB
Pengungsi-Bentrokan-Lampung
Perbesar
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Lampung - Ratusan warga Lampung Tengah masih berkumpul di balai desa, Sabtu 29 November siang, untuk mendapatkan pendataan rumahnya yang terbakar.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (30/11/2014), hingga Sabtu siang, warga yang menjadi korban kerusuhan tersebut belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

Pada Kamis 27 November petang lalu, puluhan rumah warga menjadi sasaran pembakaran kerusuhan perang antarkampung. Warga tidak hanya mengalami kerugian material saja, tapi rasa trauma dan kecemasan mendalam akan muncul kerusuhan susulan.

Perundingan damai, namun aparat keamanan dari TNI dengan Polri pada Jumat 28 November malam masih tampak berjaga-jaga di sekitar Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, pascabentrokan.

Jumat 28 November malam, suasana Kampung Tanjung Harapan khususnya di dusun 1 dan 2 tampak lengang. Warga di sekitar kampung juga tidak berani keluar dan tampak mengunci rapat pintu rumah masing-masing.

Sementara, pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar-mengajar karena suasana desa dianggap belum sepenuhnya kondusif. Apalagi, mereka khawatir terjadi bentrok susulan.

Namun rupanya keputusan diliburkannya sekolah belum diketahui oleh semua guru. Kerusuhan antar-dusun tentu saja berdampak juga pada para siswa.

Apalagi Senin 1 Desember mendatang, para siswa harus mengikuti ujian latihan semester. Salah satu warga kampung sekitar, Rosana, berharap situasi kembali normal agar proses belajar-mengajar di sekolah dapat kembali berjalan. (Dan/Ans)