Diguyur Hujan Deras, Buruh Serang Bertahan di Depan Kantor Bupati

Oleh Yandhi Deslatama pada 24 Nov 2014, 16:49 WIB
Diperbarui 24 Nov 2014, 16:49 WIB
Demo kenaikan UMK
Perbesar
Buruh di Serang, Banten, menuntut kenaikan UMK. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Hujan deras yang mengguyur Serang, Banten, tak membuat puluhan ribu buruh membubarkan diri demi menuntut kenaikan upah minimum kabupaten atau kota (UMK) sebesar Rp 3 juta.

Pantauan Liputan6.com, Senin (24/11/2014) sore, puluhan ribu buruh tetap bertahan menunggu kejelasan UMK dari Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman di depan kantornya. Perwakilan buruh sendiri sedang beraudiensi dengan sejumlah pejabat Kabupaten Serang di aula Sekretariat Daerah.

"Jangan takut hujan kawan, kita tunggu hasil dari kawan-kawan kita di dalam," kata salah satu pendemo dalam orasinya.

Demonstrasi buruh tersebut dikawal ketat aparat keamanan. Personel dari Polres Serang dibantu Polda Banten memasang kawat berduri di sekeliling Kantor Pendopo Bupati Serang di Jalan Veteran, Serang.

Selain itu, polisi menyiagakan 2 water cannon atau kendaraan meriam air, 3 Barracuda, dan polisi bermotor.

Demo buruh tersebut dimulai sejak pagi tadi. Para buruh bahkan sempat memblokade akses Tol Ciujung dan Jalan Raya Serang-Jakarta di wilayah Kragilan.

Massa yang diprediksi sekitar 20 ribu buruh ini menggelar demonstrasi di beberapa titik. Seperti di Kawasan Industri Modern Cikande dan di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kragilan, Kabupaten Serang, dengan cara memblokade jalan. (Ans/Yus)