Demo UMK, 20 Ribu Buruh Blokir Akses Tol Ciujung

Oleh Yandhi Deslatama pada 24 Nov 2014, 08:14 WIB
Diperbarui 24 Nov 2014, 08:14 WIB
Demo buruh blokir Tol Ciujung, Serang, Banten. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)
Perbesar
Demo buruh blokir Tol Ciujung, Serang, Banten. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Demi menuntut kenaikan upah minimum kota dan kabupaten (UMK) di Kabupaten Serang, sekitar 20 ribu buruh menggelar demo. Mereka memblokir akses Tol Ciujung dan Jalan Raya Serang-Jakarta di wilayah Kragilan.

"Aksi mulai dari pukul 06.00 WIB. Mereka maunya di atas Rp 3 juta. Tapi pemerintah sudah menetapkan Rp 2,7 juta," kata AKBP Yudi Hermawann Kapolres Serang saat menjaga aksi buruh ini, Senin (24/11/2014).

Massa yang diprediksi sekitar 20 ribuan orang ini melakukan aksi di beberapa titik. Seperti di Kawasan Industri Modern Cikande dan di jalan Raya Serang-Jakarta, Kragilan, Kabupaten Serang dengan cara memblokir jalan.

Karena pemblokiran jalan ini, akses menuju pintul tol Ciujung, Kabupaten Serang tersendat dan menyebabkan kemacetan puluhan kilometer, baik dari Serang menuju Kabupaten Tangerang dan sebaliknya.

http://cdn0-e.production.liputan6.static6.com/medias/770620/big/058150700_1416792197-demo_2.png

"Jalur alternatif lewat Sentul tembus Kragilan. Kalau mobil besar di biarkan saja," terang Yudi.

Massa aksi dari Kawasan Industri Modern Cikande akan berkumpul dengan kelompok lain yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Jakarta. Lalu mereka akan berdemo di depan kantor Pendopo Kabupaten Serang untuk menuntut kenaikan UMK.

"Kita sudah ingatkan jangan sampai melakukan tindakan anarkis. Kalau sampai blokir tol, kita ambil tindakan tegas," tegas Yudi.