Bupati Kutai Timur Isran Noor Tolak Kartu Sakti Jokowi

Oleh Andi Muttya Keteng pada 12 Nov 2014, 15:26 WIB
Diperbarui 12 Nov 2014, 15:26 WIB
Bupati Kutai Timur Jadi Saksi Ringankan Anas Urbaningrum
Perbesar
Bupati Kutai Timur Isran Noor bersaksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, (1/9/14).(Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta Bupati Kutai Timur Isran Noor menolak pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di daerahnya.

Hal ini dilakukan karena Isran menilai dia sudah menerapkan program yang sama yakni bantuan kesehatan dan pendidikan di daerahnya, sehingga tak memerlukan kartu saktiĀ Presiden Jokowi itu.

"Saya, Kutai Timur, tolak cara pembagian kartu-kartu seperti itu. Saya sudah lakukan pembebasan biaya pendidikan sejak 2006 dari SD sampai ke perguruan tinggi. Tidak perlu lapor-lapor, tak cari-cari citra," tandas Isran dalam sebuah diskusi di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Ia menegaskan, tujuan pembagian kartu-kartu sakti Jokowi, yakni membantu warga kurang mampu, menurut Isran sudah tercapai di Kutai Timur. Bahkan, ia berani memastikan tak ada lagi orang miskin di Kutai Timur karena program serupa sudah dia lakukan. Karena itu, baik KIS, KIP, dan KKS tidak diperlukan di daerahnya.

"Saya tidak terima karena saya sudah lakukan itu. Orang miskin tak ada lagi karena sudah saya lakukan. Kalau masih ada yang miskin itu pendatang. Rakyat saya tidak terima (kartu sakti)," tegas Isran. (Mut)