Dilarang Ikuti Suran Agung, Pesilat Madiun Bentrok dengan Aparat

Oleh Liputan6 pada 10 Nov 2014, 07:10 WIB
Diperbarui 10 Nov 2014, 07:10 WIB
Ilustrasi Massa Anarkis
Perbesar
Ilustrasi Massa

Liputan6.com, Madiun - Bentrokan antara anggota pencak silat perguruan Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo dengan aparat terjadi di Jalan Raya Madiun menuju Surabaya. Bentrokan terjadi tepatnya di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu 9 November.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (10/11/2014), ribuan massa dari luar kota ini dilarang masuk ke Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur untuk mengikuti acara Suran Agung.

Suran Agung adalah prosesi yang diadakan padepokan pencak silat Padepokan Setia Hati Winongo (PSHW) yang berpusat di jalan Doho, Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo, Madiun, Jawa Timur.

Namun larangan petugas ini tidak dihiraukan oleh massa yang datang dari luar kota. Akibatnya aparat melakukan tindakan represif untuk bisa menghalau massa.

Akibat peristiwa ini, Jalan Raya Madiun menuju Surabaya macet total. Namun setelah massa berhasil dipukul mundur, arus lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, acara Suran Agung yang digelar di Padepokan PSH Tunas Muda Winongo tetap berjalan lancar. Sedikitnya 1.900 personel TNI-Polri disiagakan di sekitar lokasi untuk mengamankan acara tersebut.

Acara Suran Agung tahun ini memang sengaja melarang anggota perguruan dari luar kota turut mengikuti. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi bentrok antar perguruan pencak silat seperti pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, insiden kecil tetap saja terjadi. Setelah acara usai, sejumlah massa yang nekat menerobos barikade polisi dihadang dan dihajar aparat. Akibatnya, sejumlah pesilat terluka akibat terjatuh dari motor.

Aksi ini membuat sejumlah pengguna jalan takut dan khawatir. Namun akhirnya kondisi Kota Madiun berangsur normal. Massa sudah kembali ke rumahnya masing-masing setelah berkonvoi keliling kota. (Rmn)