Nazaruddin: Anas Mau Bantu Jelaskan Soal Ibas ke KPK

Oleh Liputan6 pada 10 Okt 2014, 12:53 WIB
Diperbarui 10 Okt 2014, 12:53 WIB
nazaruddin
Perbesar
(ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Liputan6.com, Jakarta - Terpidana kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin kembali menyebut nama putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Terkait hal ini, pria yang akrab disapa Nazaruddin menyebut, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan membantu menjelaskan soal Ibas ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎"Nanti Mas Anas mau juga membantu menjelaskan. Nanti yang penting begini, kita bantu KPK untuk mengumpulkan semua buktinya. Kita dukung KPK," kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Menurut Nazaruddin, Anas juga mengetahui banyak soal Ibas bermain pada banyak proyek. Bahkan, Anas juga mengetahui, putra SBY itu menerima duit dari proyek-proyek tersebut. Ia menilai wajar, mengingat saat Anas menjabat Ketum DPP Partai Demokrat, Ibas duduk sebagai Sekretaris Jenderal.

"Ya ini kan posisinya ada Ketua Umum, Sekjen, ada Bendum, ada proyeknya, dikumpulkan. Dan banyak proyek, nanti saya jelaskan," ucap Nazaruddin.

Salah satu penerimaan Ibas, ujar Nazaruddin, yakni proyek di SKK Migas. Jumlah uang yang diterima bervariasi. "Ada yang 1 juta, 500 ribu, ada yang 405‎ ribu dolar," kata Nazaruddin.

Nazaruddin menjelaskan, Ibas menerima aliran dana proyek-proyek itu di sejumlah tempat‎. Kata Nazaruddin, dirinya juga pernah menerima perintah untuk mengambil uang dari kementerian.

"Dia (Ibas) kan terimanya itu di banyak tempat. Di ruangan‎ DPR, di daerah Ciasem, terus juga Mas Ibas pernah ada perintah untuk ambil duit dari Menteri ESDM sebelum Jero Wacik. Ada juga saya disuruh ambil untuk kas DPP. Jadi banyak, banyak proyek, banyak penerimaan," ujar suami Neneng Sri Wahyuni ini.

‎Penerimaan itu, ujar Nazaruddin, saat Ibas masih menjabat sebagai anggota DPR dan Sekjen DPP Partai Demokrat. Karena itu, Anas sebagai Ketum DPP Partai Demokrat pasti mengetahuinya.

‎"Waktu jadi DPR dia jadi Sekjen. Saya jadi Bendahara Umum. Jadi gini nanti juga Mas Anas tahu, Mas Ibas tahu, semuanya itu sama-sama, nanti dijelaskan secara detail‎," kata Nazaruddin. (Sss)