Ahok: Selamat Tinggal Partai

Oleh Andi Muttya Keteng pada 10 Sep 2014, 09:54 WIB
Ahok: Sampah di Jakarta Bisa Setinggi Monas

Liputan6.com, Jakarta - Niat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mundur dari Partai Gerindra sudah bulat. Terbukti hari ini pria yang karib disapa Ahok itu akan mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada DPP Partai Gerindra. Dia pun siap memimpin DKI 3 tahun ke depan tanpa dukungan partai politik.

"Ya, sudah lebih baik saya nggak usah ada hubungan dengan partai politik selama 3 tahun. Saya konsen aja kejar target beresin Jakarta. Selamat tinggal," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (10/6/2014).

Ucapan selamat tinggal tak hanya ditujukan kepada Gerindra dan partai politik lainnya. Namun, juga pada peluangnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI di Pilkada 2017. Karena jika RUU Pilkada disahkan, artinya Ahok yang tak didukung partai tak mungkin terpilih lagi. Sekalipun nanti RUU tersebut gagal disahkan, apabila tak berniat masuk partai lagi, Ahok harus menjadi calon independen.

Ahok menambahkan, dia tak khawatir dengan komposisi kursi Partai Gerindra dan koalisinya yang lumayan besar di DPRD DKI. Dia yakin kerjanya sebagai Gubernur DKI nanti tak mungkin dihambat oleh legislatif. Karena bagaimana pun, lanjut Ahok, program-program Pemprov DKI harus dijalankan untuk membuktikan para anggota DPRD benar-benar bekerja untuk rakyat.

"Aku yakin sekali DPRD semua ada nurani. Kamu mau kerja di DKI beresin rakyat nggak? Kalau kamu nggak mau sahkan APBD pun, nggak usah sahkan. Saya pakai anggaran tahun lalu. Saya bisa bangun Jakarta tanpa pakai APBD yang disahkan paripurna. Tapi Anda (anggota dewan) juga nanti nggak gajian semua," ucap Ahok sambil tersenyum.

Ahok mengumumkan niatnya mundur dari Partai Gerindra sejak Selasa 9 September 2014. Rencana ini pun langsung ditanggapi Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik. Ia mengatakan tak keberatan dengan keinginan Ahok untuk mundur.

"Jangan cuma cerita. Saya kira segera aja bikin surat pengunduran diri. Silakan, itu hak orang, mau maju mau mundur, silahkan. Partai tidak akan melarang dan menahan-nahan," kata Taufik di Gedung DPRD DKI. (Yus)