Antisipasi Letusan Gunung Slamet, Warga Brebes Ronda Malam

Oleh Liputan6 pada 05 Sep 2014, 04:14 WIB
Diperbarui 05 Sep 2014, 04:14 WIB
Letusan Gunung Slamet
Perbesar
Puncak Gunung Slamet menyemburkan material vulkanik saat terjadi letusan terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jateng. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Liputan6.com, Brebes - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Brebes, Jawa Tengah terus meningkat. Letupan material yang disemburkan dari kawah gunung terbesar di Pulau Jawa itu juga sempat terekam kamera. Letusan setinggi lebih dari 1 kilometer itu bahkan terjadi hingga ratusan kali setiap harinya.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Kamis (4/9/2014), secara visual, letupan material yang terus disemburkan Gunung Slamet itu dibarengi dengan suara dentuman keras.

Letupan juga menyebabkan tanah dan kaca-kaca rumah penduduk bergetar meski berjarak sekitar 4 kilometer dari kawah gunung. Kondisi ini membuat warga sekitar gunung merasa was-was. Mereka mengaku, suara dentuman bahkan terdengar keras hingga radius 8 kilometer.

Guna mengantisipasi bahaya letusan Gunung Slamet, para warga pun secara bergantian melakukan ronda malam. Tim SAR dan anggota TNI juga telah berjaga di sejumlah titik yang dianggap rawan bila terjadi erupsi.

Warga mengaku hanya bisa pasrah dan siap untuk diungsikan kapan saja bila pemerintah setempat sudah memberikan perintah. Sementara itu, hingga kini status Gunung Slamet masih Siaga. (Riz)

Baca juga:

Warga Lereng Gunung Slamet Gelar Doa Keselamatan

Gunung Slamet Alami Gempa Tremor Terlama, Status Tetap Siaga

Transjakarta Pecah Ban di Daan Mogot