Penyebab Sekolah Kerap Jadi Lokasi Kekerasan Seksual Anak

Oleh Ahmad Romadoni pada 22 Mei 2014, 05:18 WIB
Diperbarui 22 Mei 2014, 05:18 WIB
Kekerasan Seksual Terhadap Anak oleh Siapa?
Perbesar
Kekejian seksual juga dilakukan justru dilakukan oleh orang-orang yang sepertinya tidak akan berbuat demikian.

Liputan6.com, Jakarta Kekerasan seksual di sekolah satu per satu mulai terkuak. Fenomena ini memang tidak bisa dibilang baru, tapi akibat kemauan masyarakat melapor kepada kepada pihak berwajib. Lokasi toilet dengan kelas dinilai menjadi salah satu faktor kerawanan aksi kekerasan seksual di sekolah.

Kriminolog dari Universitas Indonesia Ni Made Martini Puteri mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat sekolah menjadi lokasi aman bagi para pelaku kekerasan seksual anak. Seperti beberapa sudut sekolah yang memiliki waktu-waktu tertentu.

"Sekolah tempat terjadi kejahatan, karena ada tempat yang ketika satu waktu ramai dan tiba-tiba sepi," kata Martini dalam diskusi bertema Bangkitkan Gerakan Perlindungan Anak Indonesia di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).

Wanita yang akrab disapa Tinduk itu menjelaskan, salah satu tempat yang memiliki karakter seperti itu adalah toilet atau WC. Selain di ruang kelas, tak bisa dipungkiri, WC merupakan lokasi yang sering digunakan para pelaku melakukan tindak kekerasan kepada anak.

"Jadi saya kira, desainnya harus diubah. WC jangan lagi berada di posisi yang terpencil atau di pojok. Di luar negeri, WC berada di sebelah ruang guru. Jadi siapa saja yang keluar dan masuk guru bisa tahu," kata Tinduk.

Posisi WC dekat dengan ruang guru, lanjut Tinduk, juga dapat meningkatkan kebersihan. Petugas bisa dengan sigap membersihkan WC karena lokasinya dekat ruang guru. "Jadi pusat-pusat kejahatan itu bisa diminimalisir. Selain itu, WC juga bisa lebih bersih," pungkas Tinduk.

Awal 2014 Jakarta digegerkan dengan kekerasan seksual terhadap bocah A berumur 5 tahun di TK Jakarta International School (JIS). Para pelaku yang berjumlah lebih dari 3 orang itu tak lain pekerja kebersihan setempat. Diduga korban lebih dari satu anak.

Para pelaku setiap kali melakukan aksi bejadnya itu selalu dilakukan di toliet. Lokasi toilet dengan ruang kelas diketahui cukup jauh. Sehingga memudahkan para pelaku melakukan aksi kekerasan seksual kepada bocah A.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya