Wakil Ketua KPK: Jika Wanita Korupsi, Ada yang Salah di Birokrasi

Oleh Oscar Ferri pada 22 Apr 2014, 12:12 WIB
Diperbarui 22 Apr 2014, 12:12 WIB
[FOTO] Dua Penyebab Korupsi versi KPK
Perbesar
Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan sedikitnya 2 masalah yang selama ini terjadi dalam hasil kajian bidang pencegahan KPK terkait alokasi anggaran pemerintah daerah terkait pengadaan barang dan jasa (Liputan6.com/JohanTallo).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqqodas mengatakan, kaum perempuan punya peran sentral dalam pemberantasan korupsi. Peran tersebut tidak terlepas sifat asli yang dimiliki kaum perempuan.

"Perempuan, wanita, ibu rumah tangga punya peran signifikan melakukan perubahan terkait genuisitas perempuan untuk memberantas korupsi," ujar Busyro dalam talkshow 'Kartini Bicara Antikorupsi' di Kantor KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).

Busyro mengatakan, KPK telah melakukan kajian terhadap perempuan yang terjerat kasus korupsi, di mana ditemukan potensi dan peran yang dilatarbelakangi genuisitas itu.

Dalam hal ini, Busyro mengambil contoh sejumlah perempuan yang kini mendekam di balik jeruji karena kasus korupsi. "Korupsi ada perempuannya, hakim Manurung, Angelina Sondakh, kami lakukan kajian," kata Busyro.

Ia menjelaskan, perempuan-perempuan yang terjerat kasus korupsi juga tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Salah satu lingkungan itu adalah lingkungan birokrasi politik. ”Contohnya ketika masuk birokrasi, lalu nilai fitrahnya luntur. Pasti ada yang salah di birokrasi itu,” tegas Busyro.

Namun, jika dilihat dari sisi kuantitas perbandingan laki-laki, perempuan yang terjerat kasus korupsi terbilang kecil. Sebab, masih banyak perempuan atau wanita di Indonesia yang mampu menjaga otensitasnya. "Kalau dilihat jumlahnya kecil, secara general masih jaga otensitasnya," ujar Busyro.

Keluarga Adalah Pondasi

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menambahkan, keluarga merupakan pondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Di antaranya menyangkut nilai antikorupsi.

"Saya ini mendapat didikan saat masih kecil, saya baca tulisan ayah saya, saya mendapat benang merah. Kami dididik tidak boleh menyimpang dan bertanggung jawab terhadap Tanah Air dan bangsa," kata putri Bung Hatta itu di tempat yang sama.

Dalam kesempatan ini, KPK juga meluncurkan Gerakan 'Saya, Perempuan Anti Korupsi'. Peluncuran ini mengambil momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahun. (Yus Ariyanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya