BNPB: 4 Orang di Perairan Larantuka Masih Dicari

Oleh Rochmanuddin pada 18 Apr 2014, 17:19 WIB
Diperbarui 18 Apr 2014, 17:19 WIB
Perbesar
Sejumlah kapal karam akibat hantaman topan Canson di perairan Mariveles, Bataan, Manila. Menurut media lokal, topan memutus aliran listrik sepanjang Metro Manila dan provinsi sekitarnya.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Tenggelamnya kapal motor fiber Nelayan Bhakti saat melakukan prosesi laut Jumat Agung di perairan Selat Sempit Ujung Aro, Larantuka, Kabuaten Flores Timur, NTT menewaskan 7 orang. Dari 53 penumpang, 4 di antaranya masih dalam pencarian.

"4 Orang masih dalam pencarian oleh petugas tim SAR gabungan dari Basarda, TNI, Polri, BPBD, Pemda, dan masyarakat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya, Jumat (18/4/2014).

Sementara sumber lain, kata Sutopo, menyebutkan jumlah penumpang sekitar 60 orang. Sehingga korban hilang ada 7 orang. Tidak ada manifes penumpang sehingga jumlah penumpang belum diketahui secara pasti.

"Data sementara yang dihimpun BPBD Flores Timur dilaporkan bahwa dari 53 penumpang telah dievakuasi di mana 7 orang tewas -- 3 orang anak-anak dan 4 orang dewasa, 29 orang masih dirawat di RS Umum Flores Timur, dan 17 orang sudah pulang ke rumahnya," jelas Sutopo.

Sutopo menjelaskan, saat ini bangkai kapal telah ditarik ke pelabuhan terdekat. Nahkoda kapal saat ini masih diperiksa pihak kepolisian.

Prosesi laut ini dilakukan dalam rangka persiapan perayaan Paskah yang merupakan tradisi masyarakat Larantuka, Flores, NTT. Kapal tenggelam disebabkan kelebihan daya muat penumpang dan kondisi arus laut yang deras.

Saat kapal terbalik sekitar pukul 11.10 WIT, penumpang berteriak dan terjun ke laut yang kondisi arusnya cukup deras. Sementara kapal lain yang mengikuti prosesi tersebut segera memberikan pertolongan. 7 Orang dipastikan tewas dalam peristiwa ini. (Yus Ariyanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya