Slogan Promosi Pariwisata Salah Makna

Oleh Liputan6 pada 09 Jan 2008, 18:38 WIB
Diperbarui 23 Jan 2017, 13:41 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Pemasangan logo Visit Indonesian Year 2008 di badan pesawat milik maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menandai dimulainya tahun kunjungan wisatawan ke Indonesia. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik berharap tahun ini tujuh juta wisatawan lokal dan asing berkunjung ke Tanah Air [baca: Pemerintah Targetkan Tujuh Juta Turis Asing].

Namun, di balik gebyar launching logo tersebut, tak dinyana ada kesalahan pemaknaan bahasa Inggris dalam slogan promosi, yakni Visit Indonesia Year 2008 Celebrating Nation's Awakening. Padahal yang dimaksud adalah untuk menyebut perayaan 100 tahun kebangkitan nasional tahun 1908 yang jatuh tahun ini.

Dari pantauan SCTV, Rabu (9/1), revisi kata Nation's menjadi National sudah terlihat di baliho yang ditempatkan di Tugu Selamat Datang di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Pada baliho tersebut kini tertulis Celebrating 100 Years National Awakening.

Namun, penggunaan kata lama masih beredar diberbagai media promosi yang beredar di lingkungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Kesalahan elementer ini sangat mengherankan karena penggunaan slogan sudah melalui berbagai tahap hingga ke Menteri Pariwisata. Menurut Thamrin B. Bachri, Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar, penggunaan kalimat Nation's Awakening secara tata bahasa tidak salah. "Itu juga sudah didiskusikan dengan konsultan," kata Thamrin.

Karena itu, berbagai logo yang sudah tercetak di media promosi tidak akan ditarik. Revisi materi akan ditanggung oleh lembaga konsultan Branding Octovate sebagai pemenang tender pembuatan logo. Pemerintah telah mengeluarkan biaya Rp 900 juta untuk desain logo hingga bahan promosi.(IAN/Teguh Dwihartono)