Upacara Militer Menyambut Kedatangan Jenazah Letkol Wignyo

Oleh Liputan6 pada 22 Jul 2005, 17:54 WIB
Diperbarui 22 Jul 2005, 17:54 WIB
22070bCn235Batu.jpg
Perbesar
Liputan6.com, Surabaya: Jenazah Letnan Kolonel Infanteri Tugas Wignyo Kusbiantoro tiba di Landasan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/7). Kedatangan jasad korban kecelakaan pesawat CN-235 di Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam, ini disambut dengan upacara militer. Penyambutan dipimpin Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Samsul Mapparepa.

Jenazah Letkol Wignyo dibawa ke Markas Komando Daerah Milter Brawijaya, Surabaya untuk disemayamkan dan disalatkan. Setelah itu, jasad Komandan Batalyon 521 Kediri, Jatim, ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Batu, Jatim. Pria berusia 40 tahun tersebut meninggalkan satu istri bernmama Dayana serta seorang anak bernama Putri.

Jenazah Mayor Infanteri Taufan Ventiyo Sumantri, korban lainnya, tiba dan disemayamkan di kediaman orang tuanya di Cikajang, Antapani, Bandung, Jawa Barat. Sejak pagi, rumah tersebut dikunjungi sanak keluarga almarhum Mayor Infantri Taufan. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak. Mayor Taufan adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Mayor TNI Angkatan Darat Purnawirawan Djiman dan Sri Amayanti.

Almarhum Mayor Infanteri Taufan dilahirkan di Malang, Jatim, 11 Juni 1970 dan masuk Akademi Militer pada 1993. Setelah lulus, almarhum tercatat pernah bertugas di Komando Daerah Milter III Siliwangi, Batalyon Infanteri 312 Subang, Intel Kodim Cibinong, Komandan Kompi Batalyon 315 Bogor. Pada 2003, almarhum aktif bertugas di Kodam Iskandar Muda dan baru 1 Januari silam menjabat sebagai Kepala Staf Komando Distrik Militer 0105, Aceh Barat, NAD, hingga akhir hayat.

Di sisi lain, bangkai pesawat CN-235 kini berhasil disingkirkan dari landasan Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe, malam tadi. Bandara Malikussaleh juga sudah kembali beroperasi dan dapat didarati pesawat Fokker milik TNI Angkatan Udara yang membawa rombongan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Begitu juga dengan seluruh korban luka berat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pagi tadi. Sedangkan 10 korban luka ringan masih dirawat di RSAD Lhokseumawe.

Menanggapi penyebab insiden, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, pihaknya belum mengetahui dan masih menunggu hasil penyelidikan. Juwono juga tak mau mengkaitkan jatuhnya pesawat CN-235 dengan biaya perawatan peralatan TNI yang hanya 30 persen dari seluruh anggaran militer di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara [baca: Pesawat CN-235 Tergelincir, Tiga Tentara Tewas].

Sementara pencarian pesawat OV-10 Bronco yang dilaporkan hilang kembali dilakukan tim search and rescue dan anggota Lintas Udara 18 Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat. Operasi pencarian dilanjutkan dengan menyisir beberapa kawasan di sekitar Desa Jabung dan Desa Nongko Jajar, Kabupaten Malang. Namun, upaya pencarian menemui kendala karena cuaca berkabut dan mendung tebal di sekitar lokasi pesawat jatuh.

Pesawat OV-10 Bronco dilaporkan hilang kemarin pagi saat latihan Garuda Perkasa. Pesawat yang dipiloti Mayor Penerbang Robi dan Kopilot Letnan Satu Penerbang Harkus itu berangkat dari Lapangan Udara Abdurrahman Saleh, Malang dan kehilangan kontak di sekitar kawasan kaki Gunung Semeru [baca: Pesawat OV-10 Bronco Belum Ditemukan].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)