Serba-serbi Maulid Nabi

Oleh Dyah Ayu Pamela pada 08 Okt 2022, 02:02 WIB
Diperbarui 08 Okt 2022, 05:36 WIB
Ilustrasi Maulid Nabi.
Perbesar
Ilustrasi Maulid Nabi. (Photo by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Maulid nabi adalah peringatan momen kelahiran Nabi Muhammad SAW oleh seluruh umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Waktunya jatuh setiap 12 rabiul awal. 

Mengutip dari Nu Online, Sabtu (8/10/2022), Nuruddin Ali dalam Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa menjelaskan bahwa seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah. Ia lalu memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Dari Madinah, Khaizuran ikut menyambangi Makkah dan memberikan perintah yang sama kepada penduduk Makkah. Jika di Madinah bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah mereka.

Khaizuran merupakan sosok berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu di masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami) dan Khalifah al-Hadi dan Khalifah al-Rasyid (putra). Dikarenakan pengaruh besarnya tersebut, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat Muslim di Arab.

Peringatan itu dilakukan supaya teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya. Pada masa Dinasti Abbasiyah, pembaruan pemikiran banyak terjadi di semua sektor kehidupan, dari perkembangan ilmu-ilmu umum, arsitektur, hingga situs-situs sejarah.

Khaizuran merupakan salah satu sosok yang punya perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta situs-situs sejarah peninggalan Nabi. Ia memprakarsai penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi).

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tempat Lahir Nabi

Ilustrasi maulid nabi Muhammad saw.
Perbesar
Ilustrasi maulid nabi Muhammad saw. (Photo Copyright by Freepik)

Menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati (2007), kondisi ini kerap dilekatkan dengan keputusan Allah yang menurunkan Rasul terakhirnya di tanah tersebut. Masyarakat Arab berada di tengah impitan imperium Romawi dan Persia. Kedua kekuatan ini memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Letak Hijaz atau Jazirah Arab yang berada di tengah itulah yang dijadikan patokan para mufasir dan sejarawan Islam untuk menafsirkan ‘teka-teki ketuhanan’ mengapa Muhammad lahir di daerah ini. Quraish Shihab berpendapat, jika pesan hendak disampaikan ke seluruh penjuru, si penyampai pesan mesti berdiri di tengah agar pesan mudah tersebar dan menghindari kekuatan yang dapat menghalangi tersebarnya pesan tersebut.

Timur Tengah adalah jalur penghubung Timur dan Barat, sehingga wajar apabila kawasan tersebut menjadi tempat menyampaikan pesan Ilahi yang terakhir. Makkah sebagai tempat kelahiran Nabi merupakan pusat Hijaz yang menjadi simpul pertemuan para pedagang dan seniman dari pelbagai penjuru.

Muhammad berasal dari suku Quraisy yang berpengaruh di Makkah. Suku ini mempunyai dua keluarga besar yakni Hasyim dan Umayah. Sejumlah sejarawan sepakat bahwa Nabi Muhammad lahir pada tahun gajah, yaitu saat Ka’bah diinvasi oleh tentara gajah di bawah komando Raja Abrahah. Sementara, terjadi perbedaan pendapat mengenai bulan kelahiran Nabi. Hanya saja argumen yang paling unggul adalah yang mengatakan bulan rabiul awal.


Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi ucapan maulid nabi
Perbesar
Ilustrasi ucapan maulid nabi. (Photo by starline on Freepik)

Hari, bulan, dan tahun kelahiran Nabi Muhammad bukan kebetulan. Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, hikmah Nabi Muhammad lahir pada bulan Rabiul Awal adalah karena Allah SWT ingin menepis adanya anggapan Raasulullah memperoleh kehormatan karena lahir di bulan-bulan mulia seperti asyhurul ḫurum atau Ramadan. Hal itu berbeda dari Nabi Adam yang dilahirkan pada hari Jumat yang merupakan momen istimemwa bagi umat Musim.

Sayyid Muhammad melanjutkan, Rasulullah lahir pada hari Senin merupakan bentuk rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam. Senin merupakan hari yang tidak ada banyak tanggungan ibadah sebagaimana, hari Jumat yang terdapat sejumlah kegiatan keagamaan bagi umat Muslim seperti salat Jumat, khutbah, dan ibadah, dan sebagainya.

Sayyid Muhammad kemudian menegaskan poin ini dengan firman Allah SWT berikut: 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ 

Artinya, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107) (Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Adz-Dzakairul Muhamadiyah, 2006 M: halaman 29) 

 


Alasan Memperingati Maulid Nabi

Ilustrasi maulid Nabi Muhammad saw. (Photo by starline on Freepik)
Perbesar
Ilustrasi maulid Nabi Muhammad saw. (Photo by starline on Freepik)

Terkait hari kelahiran Nabi, seorang guru besar Unisversitas Al-Azhar Mesir, Muhammad Wahdan, sebagaimana dikutip dari elbalad.news  menyampaikan, Rasulullah lahir pada hari Senin karena Allah ingin menjadikan beliau memiliki sifat seperti pohon. Filosofinya, pohon memberi manfaat kepada banyak orang dengan banyak hal, seperti sebagai tempat berteduh, buahnya bisa dinikmati, batangnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang beragam.

Filosofi pohon ini mengindikasikan bahwa Rasulullah menjadi sosok insan yang banyak menebar kemanfaatan. Bertepatan dengan hari Senin pula Allah pertama kali menciptakan pohon.

Maulid Nabi Muhammad umumnya diisi dengan zikir, shalawat, dan pembacaan buku rawi (buku sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw). Bahkan, oleh sebagian orang seperti masyarakat Jakarta. Maulid Nabi Muhammad SAW juga diperingati sampai dua-tiga bulan setelah Rabiul Awwal.

Peringatan itu dilatari berbagai motif. Sebagian orang memperingatinya sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah saw. Sebagian lainnya memperingati maulid nabi sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran nabi agung, yaitu manusia sempurna yang layak diteladani.

Maulid nabi layak diperingati oleh umat Islam baik sebagai bentuk cinta rasul atau sebagai rasa syukur kepada Allah. Peringatan maulid nabi sebaiknya diisi dengan ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Infografis Ragam Tanggapan WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya