Makin Banyak yang Traveling demi Salurkan Hobi, Bali Tetap Pilihan Utama

Oleh Putu Elmira pada 28 Sep 2022, 09:01 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 09:01 WIB
Tari Kecak
Perbesar
Tari Kecak dan Sunset, Pantai Pandawa, Badung, Bali (Liputan6.com / Nadiyah Fitriyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kebangkitan industri pariwisata dalam negeri kian terasa seiring melandainya kasus Covid-19 pada 2022. Geliat pertumbuhan wisata yang luar biasa cepat ini juga disampaikan oleh Co-Founder and Chief Marketing Officer tiket.com Gaery Undarsa.

"Dari segi demand, kami melihat luar biasa kencang. Menariknya, ada satu kosa kata baru yaitu healing, istilahnya orang yang dicari travel itu healing. Bukan sekadar healing tapi ada tambahan seperti staycation, workcation, memang sesuatu yang populer," kata Gaery dalam bincang virtual "Press Briefing: World Tourism Day 2022", Senin, 26 September 2022.

Gaery mengungkapkan dahulu banyak orang-orang yang bepergian ke destinasi yang jauh dari rumah. Namun kini, para pelancong justru lebih banyak mengeksplorasi destinasi di sekitar kota yang mereka tinggali.

"Ada juga wisata hobi, orang pergi karena mau melakukan hobinya, misalnya mau sepeda di Yogya, Bali, ada yang diving. Hal-hal seperti itu sekarang populer banget," lanjutnya.

Bicara soal destinasi populer secara luas, Gaery menjelaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi favorit hingga kini. Gaery menyebut bahwa kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Medan, hingga Makassar, menjadi destinasi yang cukup banyak dikunjungi selama 2022. Bahkan, Malang, Banyuwangi, sampai Banten dikatakannya turut mengalami peningkatan kunjungan.

"Ada juga data yang kita lihat daerah spesifik Kintamani dan Kawah Ijen, itu membuat destinasi-destinasi bukan yang common juga jadi meningkat juga," tambahnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Desa Wisata Penglipuran

Wisata Desa Adat di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi wisatawan yang berkunjung
Perbesar
Wisata Desa Adat di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi wisatawan yang berkunjung. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Gaery menyebut pihaknya kini juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf dalam program "Jagoan Pariwisata". Ini adalah program inisiatif untuk meningkatkan kapabilitas pelaku usaha wisata di sederet desa wisata.

"Karena desa wisata punya jaringannya sendiri. Kita lihat desa wisata apa yang punya potensi bagus, kita kerja sama dengan mereka, kasih training supaya makin meningkat," kata Gaery.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan desa wisata juga kian merangkak naik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Desa Wisata Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli yang dikenal memiliki bentuk arsitektur bangunan rumah tradisional yang serupa, tersusun rapi, dan bersih.

Pada Mei 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Desa Wisata Penglipuran telah ditetapkan oleh UNWTO sebagai desa terbersih dunia. Desa ini juga menampilkan daya tarik keunikan desa yang sarat dengan nilai-nilai masyarakat Bali.

Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan, masyarakat Desa Wisata Penglipuran mampu mengembangkan dan menggerakan potensi perekonomian masyarakat setempat. Desa ini juga menjadi contoh banyak desa wisata bagaimana agar menjadi destinasi wisata berkualitas dan berkelanjutan atau quality tourism serta sustainable tourism.


Canggu Naik Daun

Como Uma Canggu
Perbesar
Como Uma Canggu (Liputan6.com/Dyah Puspita)

Soal pemesanan tiket perjalanan udara dan hotel sepanjang 2021 hingga 2022, Gaery mengatakan lonjakan terjadi paling besar di kuarter dua dan tiga setelah Lebaran. Dari segi pertumbuhan dan penjualannya sudah melebihi dari 2019 lalu.

"Saya rasa itu cukup konsisten, artinya ada pemulihan untuk pariwisata dan kebutuhan travel di 2022 luar biasa. Kita berdoa Bali recover sudah bagus, karena kita lihat dua tahun pandemi, di Bali impact sangat besar," terang Gaery.

Kini, pihaknya menyebut tengah berfokus pada pemulihan destinasi-destinasi yang sebelumnya sudah menunjukkan pertumbuhan yang bagus. Salah satu wilayah di Bali yang begitu menjadi sorotan adalah Canggu.

"Canggu ramai terus dan juga untuk di beberapa destinasi yang memang lagi populer. Secara garis besar (daerah) Selatan menjadi fokus sampai sekarang, selama Bali recover cepat," tambahnya.

Travel Industry Analyst Google Indonesia Vania Anindiar menyampaikan dari sisi Destination Insight Google, dapat dicek Bali menjadi lebih kecil dengan area-area yang paling banyak dikunjungi. "Tetap memang utama paling tinggi kalau orang nyari ke Bali itu masih Denpasar dan Kuta Selatan, volume paling gede tetap ke situ karena itu pintu masuknya juga," ungkapnya.

Vania melanjutkan, "Kita melihat pertumbuhan, dari segi volume dibandingin masih kecil kayak Kintamani, Panglipuran ngefek juga, Ubud ke atas lagi walau volume masih kecil tapi growth dibanding dulu itu mereka menanjak."


Popularitas Healing

Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali
Perbesar
Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. (Liputan6.com/Putu Elmira)

Saat kasus Covid-19 melandai di 2022, salah satu yang mencuri atensi adalah kata healing yang kerap disebut-sebut sebagai "pengganti" dari traveling atau bepergian. Vania menjelaskan, "Tren travel lumayan unik untuk Indonesia karena di negara lain mungkin tidak ada, kita lihat ini terjadi di Indonesia. Satu tema yang kami lihat dari data Google search itu ada "healing" konsep traveling yang baru ada di Indonesia."

Vania menjelaskan data tersebut diterima dari pengguna pencarian Google di Indonesia. Ia juga mengungkapkan fakta menarik lain dari penyebutan healing yang kian masif, terutama di media sosial.

"Orang-orang Indonesia sebut traveling itu healing, kata travelnya saja enggak disebut, kalau kita lihat di sosmed banyak ngomongnya tulisnya healing di Bali, bahkan healing menggantikan kata travel dalam pembicaran baik virtual ataupun verbal," terangnya.

Vania mengungkapkan berdasarkan penelusuran kata healing pada 2022 telah naik 500 persen dibanding 2021. Kendati demikian, sebenarnya kata healing sudah lama dicari di pencarian Google.

"Menariknya, kalimat orang cari yang mengandung kata healing kelihatan banget bedanya di 2021, healing dicari yang umum, seperti self healing, healing artinya, trauma healing, tapi di 2022 waktu kita lihat top search yang mengandung kata healing, ini jelas banget healingnya maksudnya traveling, seperti tempat healing, healing di Bandung, liburan healing, healing di Bogor, healing Jogja, healing ke pantai," terangnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya