Penuh dengan Makna Hidup, 3 Novel Karya Tere Liye Ini Wajib Kamu Baca!

Oleh Gilar Ramdhani pada 27 Sep 2022, 18:14 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 18:35 WIB
Penuh dengan Makna Hidup, 3 Novel Karya Tere Liye Ini Wajib Kamu Baca!
Perbesar
Wanita dengan secangkir minuman membaca novel. (Shutterstock/New Africa)

Liputan6.com, Jakarta Bagi para pecinta novel lokal, pasti sudah gak asing lagi dengan karya-karya Tere Liye. Di balik nama pena tersebut, ada seorang pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 21 Mei 1979 yang bernama Darwis. Ia melakukan debut kepenulisan di tahun 2005 melalui novel Hafalan Shalat Delisa. Hingga saat ini, Tere Liye telah menulis lebih dari 50 judul buku dengan berbagai genre, mulai dari romansa, fantasi, dan juga laga.

Begitu populernya, beberapa karya Tere Liye diadaptasi ke layar lebar. Seperti Hafalan Shalat Delisa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan lainnya. Novel-novel karya Liya Tere selalu penuh kejutan dan imajinatif, ceritanya kerap mengaduk-aduk perasaan, termasuk kutipan-kutipan yang menyentuh hati. 

Bila kamu sedang mencari bacaan novel Tere Liye untuk mengisi waktu sekaligus mendapatkan sesuatu yang menginspirasi tentang makna hidup  berikut ini ada beberapa judul rekomendasi untukmu.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

1. Bumi Karya Tere Liye

Bumi Karya Tere Liye
Perbesar
Bumi Karya Tere Liye.

Buat kamu yang menyukai novel bertema fantasi, wajib membaca novel Bumi karya Tere Liye yang pertama kali terbit tahun 2014. Ini adalah novel pertama dari serial novel 'Bumi' yang memiliki 11 judul. Setelah Bumi (2014), selanjutnya ada Bulan (2015), Matahari (2016), Bintang (2017), Ceroz dan Batozar (2018), Komet (2018), Komet Minor (2019), Selena (2020), Nebula (2020), Si Putih (2020), Lumpu (2020).

Novel Bumi Tere Liye menceritakan petualangan tiga remaja berusia 15 tahun bernama Raib, Ali, dan Seli. Mereka digambarkan sebagai remaja dengan kekuatan khusus. Singkat cerita, Raib merupakan seorang anak yang berasal dari klan Bulan dan merupakan keturunan murni ke-21 dari klan Bulan, ia juga pewaris “Buku Kehidupan”. 

Sementara itu, Seli berasal dari klan Matahari dan merupakan seorang petarung dari klan Matahari pertama yang besar dan tumbuh di klan Bumi. Ali sendiri berasal dari klan Bumi yaitu klan terendah. Meski begitu, ia adalah anak yang sangat cerdas dan genius, serta mampu menguasai berbagai dasar bahasa dari klan Bulan walaupun hanya semalam.

Novel Bumi adalah pembuka perjalanan Raib, Ali dan Seli di dunia lain yang disebut dengan dunia paralel. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Peristiwa apa saja yang mereka lalui? Ikuti petualangan ketiganya di dunia pararel dengan mulai membaca novel Bumi. 

“Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang.” - Tere Liye, Bumi


2. Pulang Karya Tere Liye

Pulang Karya Tere Liye
Perbesar
Pulang Karya Tere Liye.

Novel Pulang Tere Liye terbit pada tahun 2015 dengan total 400 halaman. Tidak seperti Bumi dengan 11 seri, novel ini memiliki 3 seri yakni Pulang (2015), Pergi (2018), dan Pulang-Pergi (2021). Masuk dalam genre action, novel ini cocok bagi kamu yang menyukai cerita seru dan menantang.

Novel Pulang menceritakan tentang perjalanan pulang seorang Bujang, pimpinan ribuan anggota keluarga dan puluhan perusahaan yang tersebar di seluruh Asia Pasifik. Tidak mudah seorang bujang yang biasa dikenal si Babi Hutan menjadikan dirinya sebagai orang yang kini paling dihormati. Dua puluh tahun lamanya Bujang menjalani kehidupan menyesatkan, berteman dengan maut, berjuang untuk pulang.

Banyak kutipan menarik di dalamnya yang berhubungan dengan kehidupan kita. 

  • “Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. Pulang.”
  • “Semua orang punya masa lalu, dan itu bukan urusan siapa pun. Urus saja masa lalu masing-masing.”
  • “Kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain. Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya.”
  • “Hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau tetap memenangkan seluruh pertempuran.”

Jangan berhenti dari novel pulang, lanjutkan sampai seri ke-3 berjudul Pulang-Pergi. Pasalnya, cerita di buku ini adalah pertemuan antara dua tokoh dari dua novel berbeda yakni Bujang dari novel Pulang dan Pergi, lalu Thomas dari novel Negeri Para Bedebah (2012) dan Negeri di Ujung Tanduk (2013).


3. Hujan Karya Tere Liye

Hujan Karya Tere Liye
Perbesar
Hujan Karya Tere Liye.

Novel menarik selanjutnya dan mengajarkan banyak makna hidup adalah Hujan. Uniknya, cerita dalam novel ini menggunakan latar masa depan yakni di tahun 2041-20150 dengan kecanggihan teknologi dan peran manusia yang tergantikan oleh teknologi dan ilmu pengetahuan.

Novel Hujan Tere Liye yang terbit tahun 2016 ini menceritakan tentang Esok dan Lail sebagai tokoh utama yang keduanya dipertemukan setelah peristiwa gunung meletus pada tahun 2042. Dampak letusan gunung yang dahsyat itu membuat populasi manusia yang tersisa sekitar 10%. 

Esok yang punya nama panjang Soke Bahtera adalah sosok anak muda yang pintar dan jenius. Ketika usia 16 tahun, ia berpindah ke ibu kota untuk meneruskan sekolahnya dan berhasil membuat mobil terbang untuk pertama kalinya. Sedangkan Lail adalah sosok wanita sederhana yang tinggal di panti sosial, ia relawan kemanusiaan yang kemudian mendapatkan pendidikan di sekolah perawat. Lail ternyata memiliki perasaan untuk Esok namun tidak dapat mengungkapkannya.

Konflik dari cerita ini saat Lail akan memodifikasi ingatannya di pusat terapi saraf dan ia ingin melupakan tentang hujan, kemudian Lail menceritakan tentang kehidupannya dari terjadinya bencana alam sampai tiba di pusat terapi syaraf.

Beberapa kutipan populer dari novel Hujan antara lain;

  • “Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu."
  • ”Tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian. Hidup ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari: kapan kita akan berhenti menunggu.”
  • “Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.”

Itulah beberapa novel menarik karya Tere Liye dan tentunya masih banyak lagi yang lain. 

Temukan koleksi novel karya Tere Liye di Tokopedia. Dengan kemudahan yang ada di Tokopedia, kalian seperti menemukan Toko Penjual Buku-Buku Novel Tere Liye Terdekat dari lokasi kamu saat ini.

Menariknya, kamu akan dimanjakan dengan Promo Diskon, Cashback GoPay, fitur Cicilan 0%, hingga Bebas Ongkir se-Indonesia. Sangat mudah dan menguntungkan, bukan? Jadi tak perlu lama lagi, yuk, segera belanja novel-novel karya Tere Liye dan buku berkualitas lainnya hanya di Tokopedia sekarang juga!

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya