Penasaran dengan yang Gaib? Kamu Wajib Baca 3 Novel Karya Risa Saraswati Ini!

Oleh Fachri pada 27 Sep 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 15:00 WIB
Membaca.
Perbesar
Ilustrasi perempuan membaca novel. (Foto: Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Hai semua! Pasti sudah tidak asing kan dengan novelis asal Bandung satu ini? Ya, Risa Saraswati! Seorang penulis novel horor terkenal yang karya-karyanya seringkali menjadi best seller. Lewat novel pertama yang ditulisnya berjudul “Gerbang Dialog Danur”, ia meraih tangga kesuksesan sebagai novelis, bahkan bukunya tersebut diangkat ke sebuah film layar lebar dan booming di tahun 2017.

Risa Saraswati juga disebut sebagai seorang indigo yang mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Di setiap alurnya, novel Risa Saraswati akan menuntun imajinasi kamu pada hal-hal yang mungkin saja belum pernah dialami sebelumnya, terutama berkaitan dengan yang gaib. Dan di setiap plot cerita di novelnya, Risa Saraswati pun mampu membuatmu merinding ketakutan dengan kisah yang diceritakan.

Untuk itu, berikut ini 3 novel karya Risa Saraswati yang wajib dibaca dan mampu membuat bulu kuduk kamu berdiri!

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


1. Janshen

Novel Risa Saraswati.
Perbesar
Novel Janshen Risa Saraswati. (Foto: Bukune)

Novel yang memiliki ketebalan 212 halaman ini diterbitkan pada tahun 2017. Risa Saraswati mampu mengisahkan cerita Janshen yang hidup pada masa kolonial dengan begitu menegangkannya. Novel Janshen Risa Saraswati ini mengajak kita sebagai pembaca untuk mengenal lebih dalam masa lalu Janshen.

Novel ini memiliki 21 bab di dalamnya. Dan cerita mengenai kehidupan Janshen, mulai dari masa kecil hingga ia meninggal dibunuh oleh Nippon dikemas apik dan mudah dicerna. Sehingga, kita sebagai pembaca tidak merasa bosan. Dan satu hal yang menarik juga, novel ini mampu mengemas kesedihan dengan plot cerita yang halus atau tidak terkesan berlebihan.

Alur cerita yang dibangun dalam novel ini juga tidak berbelit, tidak rumit, dan tidak membingungkan. Semuanya dikemas apik dengan alur yang tepat dengan sudut pandang orang ketiga.


2. Peter

Novel Peter Risa Saraswati.
Perbesar
Nocel Peter Risa Saraswati. (Foto: Bukune)

Buku yang memiliki ketebalan 176 halaman ini diterbitkan satu tahun sebelum “Janshen” terbit, tepatnya di tahun 2016. Dalam novel ini, Risa Saraswati menggambarkan Peter a.k.a Peter Van Gils sebagai anak yang nakal dan menyebalkan. Tak ketinggalan, Peter juga tipe anak yang bossy kepada empat sahabatnya.

Ada yang melatarbelakangi kenapa Peter bersikap seperti itu. Salah satunya adalah karena sebagai anak bangsawan, ia merupakan anak yang paling disayangi oleh mamanya, Beatrice dan selalu dimarahi oleh ayahnya, Albertus van Gils. Itulah yang membuat ia seakan-akan usil, jahil, nakal, temperamen, dan sangat menyebalkan. 

Dan kisah hantu anak kecil yang bernama Peter ini merupakan novel pertama yang ditulis oleh Risa Saraswati tentang sahabatnya di dunia gaib. Novel Peter Risa Saraswati ini ditulis berdasarkan imajinasi dan kisah yang diceritakan Peter kepadanya.


3. Hendrick

Novel Hendrick Risa Saraswati.
Perbesar
Novel Hendrick Risa Saraswati. (Foto: Bukune)

Buku yang diterbitkan pada tahun 2016 ini memiliki ketebalan 256 halaman. Hendrick adalah satu di antara lima sahabat hantu Belanda yang beberapa belas tahun belakangan ini sibuk mengganggu Risa Saraswati. Lewat buku ini, Risa Saraswati mencoba untuk membawa kita menuju lorong waktu yang bermuara di masa lalu kehidupan Hendrick.

Di buku ini, bukan cerita perkara bagaimana menakuti manusia, bukan juga tentang kisah kehidupan setelah kematian, namun lebih dari itu. Kisah tentang waktu dan keabadian yang menonjol.

Kisah yang ada dalam buku ini merupakan kisah keluarga. Bukan keluarga yang baik-baik saja, tapi keluarga yang penuh dengan problematika. Permasalahan yang muncul ketika sang ayah meninggal dunia. Keluarga Konnings (keluarganya Hendrick) tak lagi sama.

Ibunya, tak siap menerima kenyataan pahit itu, akhirnya terkena depresi. Akhirnya, untuk menghilangkan depresi ibunya, Hendrick meminta bantuan kakaknya, Helena. Namun, sang ibu, melihat Helena seperti Angelina, kakak pertama Hendrick yang sudah meninggal.

Bukannya menghilangkan depresi yang teramat berat, kehadiran Helena memberikan rasa trauma yang mendalam kembali muncul dalam kehidupan ibunya. Dan bagaimana jalan cerita selanjutnya? Langsung aja beli novel Risa Saraswati ini di Tokopedia yang Selalu Ada Selalu Bisa ya!

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya