Plin-plan, Demi Lovato Ingin Kembali Dipanggil dengan Kata Ganti Perempuan

Oleh Dinny Mutiah pada 03 Agu 2022, 13:05 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 13:05 WIB
Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato terlihat tiba di iHeartRadio Music Awards 2021 pada 27 Mei 2021 di Los Angeles, California. (EMMA MCINTYRE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Demi Lovato kembali memperlihatkan perubahan sikap. Penyanyi dan mantan aktris Disney Channel itu ingin kembali dipanggil dengan sebutan kata ganti perempuan, yakni "she."

Pada 2021, Lovato menyatakan diri sebagai non-biner. Ia pun mengubah penyebutan dirinya menjadi "they" atau mereka. Hanya berselang setahun, pelantun lagu Heart Attack itu kembali mengidentifikasi diri sebagai "she" saat berbicara di podcast Spout.

"Mereka merasa lebih feminin," demikian alasan yang dikemukakan perempuan kelahiran 20 Agustus 1992 itu. "Saya orang yang cair dalam hal jenis kelamin saya, seksualitas saya, musik saya, dan kreativitas saya," ujar Lovato dalam podcast berdurasi singkat tersebut.

Merujuk akun Instagram-nya, Lovato kini menggunakan dua kata ganti di bio akunnya, yakni "they" dan "she." Ia juga mengidentifikasi diri sebagai homoseksual dan panseksual. 

Bukan hal yang aneh bagi orang non-biner untuk menggunakan kata ganti gender. Misalnya penyanyi Janelle Monae baru-baru ini menyatakan diri sebagai non-biner dan mengatakan mereka akan terus menggunakan kata ganti "she," selain "they."

Lovato mengatakan di Spout bahwa sementara "semua orang mengacaukan kata ganti" di beberapa kesempatan, ia menyebut sikapnya itu "tentang rasa hormat." Pelantun Cool for the Summer juga menyebut akan merilis album berikutnya, Holy F**k, bulan ini.

Salah satu lagu, Skin of My Teeth, terinspirasi tantangan kesehatan Demi Lovato setelah overdosis pada 2018, yang menyebabkannya stroke beberapa kali dan mengalami kerusakan otak. Ia juga mengaku sadar selama proses pembuatan albumnya, sesuatu yang ia banggakan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tato di Kepala

Mengidap Gangguan Makan, Demi Lovato Ingatkan Fans untuk Bijak Mengomentari Berat Badan
Perbesar
Demi Lovato ingatkan fans mengomentari berat badan bisa menggagalkan pemulihan gangguan makan seseorang. (Foto: Instagram.com/ddlovato).

Sensasi lain pun melekat pada penampilan Demi Lovato. Setelah menjalani rehabilitasi pada akhir 2021, ia membuat tato baru di kepalanya.

Melalui unggahan di Instagram Story-nya saat itu, Lovato membagikan beberapa potret yang menampilkan proses pembuatan tato laba-laba di kepalanya. Unggahan yang dibagikan pada 8 Januari 2022 itu menampilkan swafotonya tengah ditato.

Tato pelantun Sorry Not Sorry dibuat oleh seniman tato langganan selebritas, Dr. Woo. Setelah proses selesai, Lovato lantas memamerkan satu sisi kepalanya dicukur untuk jadi media rajah dari tato laba-laba itu.

"Karya @_dr_woo_. Sekarang @alchemistamber, tolong perbaiki rambutku," tulisnya sembari menyertakan emotikon tertawa.

Ia juga tampak mengunggah kembali Instagram Story Dr. Woo dan menyertakan emoji laba-laba dan jantung warna hitam. Unggahan lainnya yang juga berlatar hitam dihiasi makna di balik tatonya. Tato Lovato terinspirasi seorang tokoh dalam mitologi penduduk asli Amerika, Indian, yang dikenal sebagai Grandmother Spider.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Pelecehan Seksual

Demi Lovato Umbar Bagian Intim di MTV VMA
Perbesar
Penyanyi cantik Demi Lovato berpose untuk fotografer saat menghadiri ajang penghargaan MTV Video Music Awards (VMA) 2017 di California, Minggu (27/8). Demi Lovato nekat tak memakai bra dalam balutan pakaian menerawang. (Jordan Strauss/Invision/AP)

Demi Lovato juga telah mengungkap trauma mendalam yang dialaminya selama bertahun-tahun. Ia pernah menjadi korban pemerkosaan saat berusia 15 tahun, dan pelakunya tidak pernah mendapat ganjaran. Itulah yang mengarahkannya pada kecanduan alkohol dan narkoba.

Tak hanya itu, ia juga mengalami masalah kesehatan lain. Ia tak mau makan dan memuntahkan isi perutnya bahkan hingga yang keluar adalah darah, juga melukai dirinya sendiri.

"Kadang saat orang-orang mendengar musik saya dari masa saat saya masih remaja, mereka berkomentar, 'Oh kamu sangat marah.' Dan saya seperti, 'Yeah, kalian sekarang tahu kan kenapa waktu itu saya sangat marah,'" tuturnya pada People, beberapa waktu lalu

Pelantun Sober ini menceritakan perasaannya setelah dokumenter yang mengungkap trauma masa lalunya diungkap ke publik. Serial empat episode bertajuk Demi Lovato: Dancing with the Devil ini dirilis pertama kali di SXSW Film Festival pada 16 Maret 2021, dan ditayangkan di YouTube pada 23 Maret 2021.

"Mengungkapkan hal ini di depan kamera dan tahu orang-orang sudang menontonnya, ini membebaskan saya. Ini menguatkan saya," Lovato menjelaskan.

 


Mulai Sembuh

Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato menuliskan sebuah pesan menyentuh untuk penggemar setianya sebelum berangkat rehab. (AP Photo)

Demi Lovato mengaku sudah mulai sembuh dari luka masa lalunya. "Ini benar-benar memadamkan kemarahan yang ada di dalam diri saya. Saya memang telah menyingkirkan banyak kemarahan sebelumnya, tapi ini seperti membuangnya untuk terakhir kali, kayak, mulai sekarang saya bisa sembuh," ujarnya.

Lovato berharap serial dokumenternya bisa membantu orang yang memiliki masa lalu seperti dirinya. Ia juga berpesan pada dirinya sendiri saat masih remaja, dan para anak muda yang senasib dengannya.

"Saat waktunya tepat, ketika Anda siap, Anda bisa membicarakan ini, dan Anda akan sembuh darinya (luka masa lalu)," kata Lovato. "Anda akan merasa lebih kuat. Anda akan bebas dari masa lalu."

Proses penyembuhan ini, sambung penyanyi itu, memang tak selalu berjalan mulus. "Ini perjalanan yang ada naik dan turunnya, tapi saat Anda memutuskan untuk menghadapi (trauma) dan berusaha menyelesaikannya, dan benar-benar mengusahakannya, ini sangat memuaskan dan membebaskan," pungkasnya.

Infografis Polemik Hilangnya Kata Madrasah di Draf RUU Sisdiknas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Polemik Hilangnya Kata Madrasah di Draf RUU Sisdiknas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya