6 Fakta Menarik Karanganyar, Lokasi Kompleks Makam Keluarga Presiden Soeharto Berada

Oleh Henry pada 08 Jul 2022, 08:04 WIB
Diperbarui 08 Jul 2022, 08:04 WIB
[Bintang] Jawa Tengah
Perbesar
Air Terjun Grojogan Sewu, Karanganyar, Jawa Tengah. (kimmargareta/Instagram)

Liputan6.com, Jakarta - Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pusat administrasi berlokasi di Karanganyar Kota, sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sragen di utara, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Wonogiri di selatan, serta Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo di barat.

Kabupaten Karanganyar memiliki sebuah kecamatan eksklave yang terletak di antara Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta yaitu Kecamatan Colomadu. Jumlah penduduk Karanganyar pada akhir 2021 mencapai 931.963 jiwa.

Nama Karanganyar berasal dari pedukuhan (pembagian wilayah administratif di Indonesia yang berkedudukan di bawah kelurahan atau desa) yang berada di desa ini. Nama ini diberikan oleh Raden Mas Said (Mangkunegara I), karena di tempat inilah, ia menemukan kemantapan akan perjanjian baru (bahasa Jawa: anyar) untuk menjadi penguasa setelah memakan wahyu keraton dalam wujud burung Derkuku.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Karanganyar. Berikut enam fakta menarik seputar Kabupaten Karanganyar yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Kota Penyangga

Kabupaten Karanganyar yang merupakan salah satu daerah penyangga Kota Surakarta, dan memiliki karakteristik umum daerah agraris, dengan sebagian besar wilayahnya digunakan sebagai lahan pertanian. Di sisi lain dengan semakin tumbuh berkembangnya perekonomian di Kabupaten Karanganyar, sektor industri pun juga mulai tumbuh.

Industri garmen dan tekstil cukup banyak berdiri di Karanganyar terutama di seputaran perbatasan antara Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta. Salah satunya adalah PT. Kusuma Hadi (perusahaan tekstil domestik dengan brand nama Danarhadi).

Selain itu, terdapat beberapa industri hilir lainnya semisal industri pengolahan biji plastik dan industri pengemasan teh. Industri jasa di Kabupaten Karanganyar juga sudah mulai tumbuh. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya industri penginapan, seperti resor dan perhotelan di Kabupaten Karanganyar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Agrowisata Sondokoro

sondokoro
Perbesar
sondokoro (sumber: wikimedia commons)

Tak perlu naik ke lereng Gunung Lawu terlebih dahulu untuk bisa menikmati wisata Karanganyar. Tak jauh dari pusat kota, terdapat tempat rekreasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga.

Agrowisata Sondokoro dulunya merupakan sebuah pabrik gula. Lokasi ini kemudian dijadikan tempat wisata. Agrowisata Sondokoro memiliki wahana bermain anak, taman rekreasi air, kereta yang bisa ditumpangi, dan wahana lain yang menarik untuk dicoba.


3. Wisata Candi

Candi Cetho
Perbesar
Candi Cetho (sumber: karanganyarkab.go.id)

Kabupaten Karanganyar memiliki beragam objek wisata sejarah, terutama berwujud candi. Ada Candi Cetho yang merupakan candi bercorak Hindu yang diperkirakan dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit. Lokasinya berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1.496 meter di atas permukaan laut.

Wisata Karanganyar ini berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi hingga kini digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan.

Ada juga Candi Sukuh yang merupakan kompleks candi bercorak Hindu yang berada di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Keistimewaan dari candi ini adalah bangunannya yang menyerupai peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru.

Ada pula Candi Kethek yaitu candi Hindu bertingkat megalitik berbentuk piramida dari abad 15--16 di lereng barat laut Gunung Lawu. Candi ini berada di Desa Anggrasmanis, Kecamatan Gumeng.


4. Grojogan Sewu Tawangmangu

Cerita Mistis Grojogan Sewu di Tawangmangu
Perbesar
Cerita Mistis Grojogan Sewu di Tawangmangu (Diajeng Vayantri Dewi Divianta/Liputan6.com)

Grojogan Sewu, terutama Air Terjun Grojogan Sewu, di Tawangmangu merupakan salah satu destinasi wisata Karanganyar yang sangat terkenal. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Kata sewu atau seribu berasal dari seribu pecak, atau satuan jarak yang digunakan saat itu yang merupakan tinggi air terjun.

Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 hektare ini berlokasi di Kecamatan Tawangmangu. Sedangkan, Air Terjun Grojogan Sewu berada di lereng Gunung Lawu.

Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas dari hutan wisata ini adalah Flying Fox, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, musala dan toilet.


5. Makam Keluarga Soeharto

Makam Soeharto
Perbesar
Makam Presiden ke-2 RI Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah (Liputan6.com/ Reza Kuncoro)

Astana Giribangun adalah sebuah kompeks bangunan dan makam bagi keluarga Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto. Kompleks makam ini terletak di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 660 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km di sebelah timur kota Surakarta

Selain bangunan untuk pemakaman, terdapat sembilan bangunan pendukung lainnya. Terdiri dari masjid, rumah tempat peristirahatan bagi keluarga Soeharto saat berziarah, kamar mandi bagi peziarah utama, tandon air, gapura utama, dua tempat tunggu atau tempat istirahat bagi para wisatawan, rumah jaga, dan tempat parkir khusus bagi mobil keluarga.

Makam yang luas itu terdiri dari beberapa bagian. Di antaranya adalah bagian utama yang disebut Cungkup Argosari. Di ruangan ini hanya direncanakan untuk lima makam. Saat ini paling barat adalah makam Siti Hartini, di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling timur adalah makam Ibu Tien Soeharto. Tepat di sebelah barat makam Ibu Tien terdapat makam Soeharto.


6. Kuliner khas Karanganyar

Sate Landak
Perbesar
Ilsutrasi Gambar Sate Landak (Sumber: Brilio)

Karanganyar dikenal dengan makanan khas yang manis dan pedas, sehingga mampu memikat banyak wisatawan. Ada Sate Kelinci yang menggunakan daging kelinci dengan tekstur cenderung kenyal. Ada Sate Landak, yang banyak dijajakan di daerah Tawangmangu. Sate Landak berasal dari hewan landak. Tekstur dagingnya empuk dan punya cita rasa gurih yang bikin ketagihan.

Karanganyar merupakan daerah penghasil ubi ungu. Selain dikonsumsi secara utuh, ubi ungu juga diolah menjadi berbagai makanan, seperti timus ubi ungu.

Ada pula Grubi yang bercita rasa manis dan memakai bahan dasar ketela rambat, kelapa, dan gula jawa. Makanan tradisional ini biasanya dijajakan di toko oleh-oleh, walau saat ini cukup sulit untuk mendapatkannya. Kuliner khas lainnya adalah Soto Karang, Sate Buntel, Selat Solo, Timlo Solo, Timus, Grubi, Balung Kethek, dan Sego Gablok.

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya