6 Fakta Menarik Batanghari, Kabupaten Tertua di Jambi

Oleh Henry pada 07 Jul 2022, 08:02 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 08:02 WIB
Sungai Batanghari Jambi
Perbesar
Selain sebagai sumber kehidupan warga, Sungai Batanghari juga menjadi pilihan untuk bersantai saat pagi atau sore hari. (B Santoso/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Batanghari adalah salah satu kabupaten di bagian tengah Provinsi Jambi, Indonesia. Ini merupakan kabupaten tertua di Provinsi Jambi yang resmi berdiri pada 1 Desember 1948. Ibu kota kabupaten Batanghari berada di kecamatan Muara Bulian. Pada 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 301.700 jiwa, dengan kepadatan 52 jiwa per km persegi.

Kabupaten Batanghari dibentuk melalui Peraturan Komisaris Pemerintah Pusat di Bukit Tinggi Nomor 81/Kom/U, tanggal 30 Nopember 1948 dengan pusat pemerintahannya di Kota Jambi. Pada 1963, pusat pemerintahan daerah ini dipindahkan ke Kenali Asam, 10 km dari Kota Jambi.

Kemudian pada 1979, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1979, ibu kota kabupaten yang terkenal kaya akan hasil tambang ini pindah dari Kenali Asam ke Muara Bulian, 64 km dari Kota Jambi sampai saat ini.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Batanghari. Berikut enam fakta menarik seputar kbupaten tersebut, seperti yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu, 7 Juli 2022.

1. Dua Kali Pemekaran

Batanghari yang ada sekarang telah mengalami dua kali pemekaran. Awalnya, berdasarkan UU No. 7 Tahun 1965, wilayah dimekarkan jadi dua daerah Tingkat II: Kabupaten Batanghari yang saat itu ibu kotanya Kenali Asam dan Kabupaten Tanjung Jabung beribu kota Kuala Tungkal. Keduanya kemudian dimekarkan jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam perkembangannya, sejalan dengan era reformasi dan tuntutan otonomi daerah, kabupaten yang dibelah Sungai Batanghari ini, menurut UU No. 54 Tahun 1999, kembali dimekarkan jadi dua kabupaten, yakni Batanghari dengan ibu kota Muara Bulian dan Muaro Jambi dengan ibu kotanya Sengeti.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Warisan Budaya Tak Benda

Bantuan untuk Orang Rimba Jambi
Perbesar
Kelompok orang rimba Jambi di Dusun 24, Kabupaten Batanghari, Jambi, saat mengantre pencairan bantuan sosial tunai, Jumat (17/7/2020). Bantuan tersebut untuk masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)

Beberapa karya seni pertunjukan dan ritus-ritus di masyarakat Kabupaten Batanghari siap diajukan jadi Warisan Budaya Takbenda. Sejauh ini, seni pertunjukan yang sudah siap diajukan adalah Badadung, Bakohak, dan Tapa Malenggang. Selain, terdapat adat ritual dalam pesta perkawinan masyarakat Kecamatan Mersam, yaitu Ngarak Garudo, juga bakal ikut diusulkan.

Untuk Ngarak Garudo kini dalam proses perlengkapan data oleh tim ahli yang sudah dibentuk. Tim ahli bertugas mencatat dan melengkapi data yang dibutuhkan dalam form pencatatan yang diminta tim ahli WBTB. Empat warisan budaya ini sudah sejak cukup lama diusulkan masyarakat, tapi baru sekarang ini diajukan ke tim ahli Ditjen Kebudayaan Kemendikbud.


3. Sungai Batanghari

Sungai Batanghari Jambi
Perbesar
Suasana Jembatan Pedestrian yang melintasi Sungai Batanghari di Kota Jambi. (Dok. Istimewa/B Santoso)

Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di Sumatra yang terletak di Provinsi Jambi dan Sumatra Barat, dengan panjang sekitar 800 km. Mata airnya berasal dari Gunung Rasan, dan yang jadi hulu dari Batanghari ini adalah danau yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Aliran sungai ini melalui beberapa daerah di kedua provinsi, termasuk Kabupaten Batanghari. Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari merupakan DAS terbesar kedua di Indonesia. Sekitar 76 persen DAS Batanghari berada di Provinsi Jambi, sisanya berada di Sumatra Barat.

Sungai Batanghari merupakan aliran sungai yang mulai dari hulu sampai ke muaranya banyak menyimpan catatan sejarah, terutama yang berkaitan dengan peradaban Melayu.

Sungai ini bukan hanya jadi andalan wisata Kabupaten Batanghari, tapi juga salah satu ikon Provinsi Jambi. Namun karena sungainya yang cukup dalam dan aliran airnya yang deras, Anda tidak disarankan mandi atau berenang di sana.


4. Kue Kering Corak Batik

ilustrasi tips memanggang kue kering/unspalsh
Perbesar
ilustrasi tips memanggang kue kering/unspalsh

Seorang wirausaha muda asal Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi, Ade Darma, mengembangkan produk kue kering bergambar batik khas setempat. Inovasi ini sebagai daya tarik bagi konsumen sekaligus kolaborasi kuliner dengan seni budaya setempat. Dilansir dari kanal Regional Liputan6.com, batik Batanghari memiliki nilai khas tersendiri dan bisa digunakan motifnya untuk daya tarik di kue kering produknya.

Awalnya mencoba, si penjual mendapat respons positif dari pasar. Kue kering yang dilabeli merek "Cootiq" tersebut dibuat dalam bentuk bulat, kemudian dimasukan ke dalam stoples plastik mini. Pemasaran awalnya hanya di sekitar Muarabulian Kabupaten Batanghari, namun kini sudah mulai diperluas ke wilayah Kota Jambi.

Dibantu istrinya, Ade menekuni usahanya di kawasan Pasar Baru. Selain itu, ia juga menerima pesanan secara online dan telepon untuk produknya.

Pengolahan kue keringnya, kata Ade, melalui langkah biasa untuk pembuatan kue kering, namun pembedanya ia memberikan sentuhan gambar batik Batanghari pada bagian atas kue itu yang dimatangkan dengan cara dioven. Kemudian, kue ukuran bulat-bulat berbatik Batanghari itu dimasukan ke dalam stoples plastik transparan.


5. Wisata Batanghari

Camping di Hutan Harapan
Perbesar
Suasana pagi di camp Hutan Harapan, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu (14/3/2020). Menyambut pagi di kawasan ini akan disambut dengan lengkingan suara satwa khas Ungko. (Liputan6.com / Gresi Plasmanto)

Ada banyak destinasi wisata menarik di Batanghari. Salah satunya Bukit Ilalang yang berlokasi di Desa Sungkai, Kecamatan Bajubang. Awalnya, tempat ini adalah perkebunan sawit yang lahannya sering terbakar. Lambat laun, lahan itu tidak lagi digunakan dan kini bertransformasi jadi destinasi wisata yang cukup menawan. Seperti namanya, di sana Anda akan disuguhi hamparan tanah hijau yang penuh dengan ilalang

Ada juga Danau Ugo yang berlokasi di Aur Gading, Kecamatan Batin XXIV. Danau ini cocok bagi Anda yang ingin mencari ketenangan, karena memiliki suasana yang sunyi, mengingat masih belum dikunjungi banyak wisatawan.  Selama berada di perjalanan menuju ke Danau Ugo, Anda akan disuguhi pemandangan perkebunan karet hingga jembatan gantung yang cukup eksotis.

Lalu, ada Taman Payung atau Taman 1000 Payung, yang berlokasi di Pulau Betung, Pemayung. Saat masuk, Anda akan langsung disambut rindangnya pepohonan dan berbagai payung warna-warni, yang membuat suasana akan terasa semakin sejuk.

Tempat wisata menarik lainnya di Batanghari antara lain Taman Bunga Talang Langit, Puri Rimbo Bulian, Kembang Langit, Danau Embat, Danau Pauh, Danau Biru, Taman Remaja Tembesi, Pasar Muara Tembesi, dan Tugu Tapa Malenggang Batanghari.


6. Kuliner Khas Batanghari

Tempoyak Jambi
Perbesar
Tempoyak ikan patin menjadi salah satu menu favorit warga Jambi. (Bangun Santoso/Liputan6.com)

Kabupaten Batanghari memiliki kekayaan kuliner khas yang sangat sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah tempoyak patin yang terbuat dari ikan patin yang dicampur dengan fermentasi buah durian. Fermentasi buah durian atau tempoyak yang jadi campuran hidangan membuat makanan ini unik, karena dibuat dari daging durian yang sudah dipisahkan dari bijinya.

Lalu, ada nasi gemuk yang biasanya jadi menu sarapan di Batanghari. Tidak ada yang tahu pasti mengapa namanya nasi gemuk. Yang jelas, makanan mirip nasi uduk ini menggunakan santan. Untuk lauknya, biasanya terdiri dari kari ayam, kari sapi, atau kacang tanah goreng dicampur ikan teri, ditambah siraman kuah kari yang kuning menggoda.

Selain itu, ada gulai talang. Kata talang yang jadi nama dari gulai berbahan dasar bebek ini konon berasal dari kebiasaan orang-orang dulu di Kabupaten Batanghari.

Menurut cerita, jika mereka pergi berkebun atau "ketalang" dalam bahasa setempat, selalu memasak gulai ini karena bahan-bahan, serta bumbu-bumbunya kala itu mudah ditemukan di kebun. Kuliner khas lainnya dari Batanghari adalah gulai terjun, gulai tepek ikan, teh talua, dan kue gandus.

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya