6 Fakta Menarik Kabupaten Toba, Ada Desa Sentra Pembuatan Ulos Legendaris

Oleh Henry pada 06 Jul 2022, 08:04 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 08:04 WIB
Presiden Jokowi disambut prosesi adat Batak saat ke Kabupaten Toba Sumatera Utara, Rabu (2/2/2022)
Perbesar
Presiden Jokowi disambut prosesi adat Batak saat ke Kabupaten Toba Sumatera Utara, Rabu (2/2/2022). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Toba adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatra Utara, Indonesia, dengan Kota Balige sebagai ibu kota kabupatennya. Toba merupakan satu dari tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, yaitu danau terluas di Indonesia. Suku yang mendiami kabupaten ini umumnya adalah suku Batak Toba, dengan jumlah penduduk 206.199 jiwa, menurut sensus tahun 2020.

Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Daerah Tingkat I Sumatra Utara. Kabupaten yang sebelumnya bernama Toba Samosir ini merupakan pemekaran dari daerah tingkat II Kabupaten Tapanuli Utara.

Pada 3 Maret 2020, Kabupaten Toba Samosir berubah nama jadi Kabupaten Toba melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2020 tentang perubahan nama Kabupaten Toba Samosir jadi Kabupaten Toba di Sumatra Utara.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Kabupaten Toba. Berikut enam fakta menarik seputar wilayah tersebut yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa, 5 Juli 2022.

1.Suku Toba

Suku asli yang mendiami Kabupaten Toba umumnya adalah Suku Batak dari sub-suku Toba. Selain Toba, etnis Batak lain meliputi Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Juga, suku lainnya seperti Karo, Nias, Melayu, dan lain sebagainya. Ada juga etnis pendatang luar Sumatra Utara, seberti Jawa, Minangkabau, dan Tionghoa.

Marga Batak yang mendiami Kabupaten Toba bervariasi, namun dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu marga keturunan Borbor, Nai Rasaon, Sibagot Ni Pohan, dan Sipaet Tua.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


2. Pertanian

Desa Wisata
Perbesar
Rangkaian kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata kepada para pelaku pariwisata terus berlanjut. Digelar sejak pertengahan Maret 2022 dengan mengambil tempat di Desa Wisata yang ada di 6 Destinasi Prioritas Pariwisata, kali ini sosialisasi berlanjut di 4 desa yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun dan Toba, Sumatera Utara.

Sebagian besar penduduk Kabupaten Toba menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Hal ini bisa dilihat dari luas lahan pertanian, khususnya lahan persawahan.

Pada 2016, sektor ini memberi kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Toba, yaitu sekitar 34,93 persen terhadap total PDRB. Kabupaten Toba merupakan salah satu sentra penghasil padi dan jagung di Sumatra Utara.

Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, produksi padi di Toba mencapai 3,81 persen dari seluruh produksi padi di Sumatra Utara dan masuk pada peringkat ke-8.

Selain padi dan jagung, hasil pertanian Kabupaten Toba adalah cabai, bawang merah, bawang putih, bawang daun, ubi kayu, andaliman, kacang tanah, dan sayur mayur. Selain itu, untuk tanaman buah-buahan yang cukup potensial di Kabupaten Toba adalah buah mangga, alpukat, durian, pisang, jeruk, dan nanas.


3. Manobur Benih

Tradisi Manobur Bonih
Perbesar
Para Inang atau kaum ibu tampak memakai kebaya warna-warni mulai berdatangan. Mereka membawa tandok atau kerangjang anyam di atas kepala. (Istimewa)

Rangkaian adat Manobur Bonih (menabur benih) dimulai dengan petuah dari pemimpin adat, yang intinya berharap benih yang ditabur bisa tumbuh dan bermanfaat bagi warga desa. Dengan lantunan musik khas Batak, kaum Inang, sebutan para ibu, berjalan menuju sawah untuk melakukan penaburan benih.

Acara adat yang sayangnya sudah jarang dilakukan ini acap kali dianggap sebagai ajang silaturahmi warga kampung. Selain itu, kembali melestarikan tradisi leluhur yang sudah lama hilang.


4. Desa Wisata Meat

Fasilitas Makin Oke, Desa Wisata Meat Siap Menyambut Tamu
Perbesar
Kelebihan Desa Wisata Meat adalah bisa menjadi homestay. Pengunjung akan merasakan sensasi menginap di rumah adat khas Batak. (Istimewa)

Salah satu tempat yang masih kental akan budaya khas Bataknya adalah Desa Wisata Meat di Balige, Kabupaten Toba. Desa ini merupakan sentra pembuatan ulos jenis ragi hotang yang jadi warisan kebanggaan masyarakat Batak yang sangat melegenda karena sudah berusia ratusan tahun.

Ragi Hotang sendiri merupakan jenis kain ulos yang diberikan pada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat, atau biasa disebut dengan ulos hela. Pemberian sebagai simbol orangtua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya dinikahi laki-laki yang disebut sebagai hela atau menantu.

Demi memperkenalkan keindahan dan kebudayaan budaya Batak di Desa Meat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program daya desa Desa Meat pernah bekerja sama dengan Rumah Karya Indonesia dan Mahasiswa HIMA PKA Politeknik WBI menyelenggarakan Meat Art Festival.

Festival bertajuk "Festival Ulos Ragi Hotang" ini menyajikan berbagai kegiatan menarik tentang kebudayaan dan keunikan di Desa Meat yang digelar pada November 2021. Festival diisi beragam acara menarik, dan tentunya mengedukasi tentang budaya di desa wisata tersebut.


5. Tokoh Kabupaten Toba

Delegasi negara asing Toba Lake Forum melakukan lawatan serta upacara peletakkan dan penaburan bunga di Makam Sisingamangaraja XII (Rizki Akbar Hasan/Liputan6.com)
Perbesar
Delegasi negara asing Toba Lake Forum melakukan lawatan serta upacara peletakkan dan penaburan bunga di Makam Sisingamangaraja XII (Rizki Akbar Hasan/Liputan6.com)

Kabupaten Toba merupakan tanah kelahiran beberapa tokoh penting di Indonesia. Salah satunya adalah pahlawan nasional Sisingamangaraja XII.

Pemilik nama lengkap Patuan Bosar Ompu Pulo Batu Sinambela ini adalah seorang raja di Negeri Toba dan pejuang yang berperang melawan Belanda. Ia diangkat pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI No 590/1961.

Semula, ia dimakamkan di Tarutung Tapanuli Utara, lalu dipindahkan ke Soposurung, Balige, Toba pada 1953. Selain itu, salah seorang pahlawan revolusi, DI Pandjaitan juga lahir di Balige, Toba pada 9 Juni 1925 dan meninggal dunia di Jakarta pada 1 Oktober 1965.

Ada pula tokoh militer TB Silalahi, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dan Luhut Binsar Pandjaitan yang masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Juga, pengusaha terkenal TD Pardede, tokoh ekonomi Pande Radja Silalahi, dan artis Duma Riris Silalahi.


6. Kuliner Khas Toba

Mie Gomak
Perbesar
Ilustrasi Mie Gomak Credit: pexels.com/EnginAkyurt

Ada beberapa kuliner khas Kabupaten Toba. Salah satunya adalah nainura yang menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan masakan lain, nainura diolah tanpa menggunakan api, hanya dimarinasi dengan berbagai bumbu olahan khas Batak berwarna kuning dan dibiarkan hingga dagingnya lembut.

Ada pula mi gomak atau biasa disebut spagetinya orang Batak. Makanan ini memang menggunakan mi khusus spageti. Namun kuahnya dibuat berbeda menggunakan kuah santan. Pada topping-nya terdapat taburan ikan teri, tahu yang dipotong kecil kotak-kotak, dan telur bulat.

Tidak perlu menambahkan sambal karena kuah dari mi gomak sudah pedas. Selain itu ada manuk napinadar. Bentuknya seperti rendang, tapi menggunakan ayam kampung. Biasanya, makanan ini disajikan di acara adat. Kuliner khas lainnya dari Kabupaten Toba adalah sasagun, sambal andaliman, dali ni horbo, na tinombur, dan na niarsik.

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya