2 Turis Asing Tewas Diserang Hiu Ganas Saat Berenang di Laut Merah Mesir

Oleh Dinny Mutiah pada 04 Jul 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 09:50 WIB
2 Turis Asing Tewas Diserang Hiu Ganas Saat Berenang di Laut Merah Mesir
Perbesar
Ilustrasi berenang di laut. (dok. Ibrahim Razan/Unsplash.com)

Liputan6.com, Jakarta - Niat hati ingin bersenang-senang, apa daya nyawa melayang. Seorang turis asal Austria bernama Elisabeth Sauer (68) tewas setelah diserang hiu ganas saat berlibur di sebuah resort di dekat Laut Merah, Mesir.

Perempuan yang sempat menjabat sebagai anggota dewan pada 1998 hingga 2004 itu meninggal saat berenang menggunakan snorkel dan kaki katak tak jauh dari pantai dekat Hurghada, di garis pantai yang berlawanan dari Sharm el Sheikh. Ia diketahui telah tinggal di Mesir selama sebulan bersama pasangannya yang merupakan warga Mesir.

"Aku akan kembali sebentar lagi," ujar Sauer kepada pasangannya sesaat sebelum ia berenang yang diyakini sebagai kata terakhirnya.

Sauer diyakini diserang seekor hiu Mako yang dilindungi di Teluk Sahl Asheesh. Dalam sebuah video viral diperlihatkan bahwa korban sempat berusaha kembali ke darat seiring air laut berubah menjadi merah karena darah.

Turis lain yang menyaksikan insiden mematikan itu terkejut oleh serangan mendadak hiu, tetapi tak satu pun yang berani menolong korban. Laporan menyebutkan lengan dan kaki korban robek akibat gigitan hiu. Sauer sempat dilarikan ke Rumah Sakit Nil, tetapi nyawanya tak tertolong akibat luka parah dan serangan jantung yang dideritanya.

Dikutip dari laman The Sun, Senin (4/7/2022), saat serangan hiu terjadi, sebagian besar turis berusaha menyelamatkan diri keluar dari air. Lainnya yang berada di tepi pantai dan dermaga terdekat berusaha mengalihkan perhatian hiu itu dari korban.

"Perempuan itu terkejut. Dia bahkan tidak berteriak, tidak menangis, tidak ada. Orang-orang hanya berteriak. Para penyelamat berlarian, tetapi tidak ada ban pelampung, tidak ada. Tidak ada apapun yang bisa dilemparkan untuk menolong perempuan itu," ujar seorang saksi mata.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Korban Kedua

2 Turis Asing Tewas Diserang Hiu Ganas Saat Berenang di Laut Merah Mesir
Perbesar
Ilustrasi hiu mako. (dok. Elaine Brewer/Unsplash.com)

Warga Mesir yang juga ikut menyaksikan kejadian itu menerangkan bahwa turis Austria itu berenang di kawasan Sahl Hashish, sebelah selatan resor Hurghada, pada Jumat, 1 Juli 2022. Namun, hiu mendadak menggigit lengan dan kakinya.

"Ia mencoba mencapai tepi pantai sendiri, paramedis tiba dan membawanya ke rumah sakit," ucapnya.

"Sepanjang jalan para dokter melakukan tindakan resusitasi, tetapi jantungnya tidak berhasil berdetak. Perempuan itu meninggal di ambulans karena syok yang menyakitkan," imbuh lelaki itu.

Kematian tragis politikus Partai Hijau di Kramsach itu meninggalkan kepedihan bagi keluarga dan para koleganya. Ia padahal berencana kembali ke Austria pada Minggu, 3 Juli 2022, kata Mail Online.

Hanya dalam beberapa jam, korban kedua serangan hiu Mako kembali tumbang. Dua sumber mengklaim korban merupakan seorang turis perempuan asal Rumania yang berusia sekitar akhir 40 tahunan. Ia diyakini juga diserang hiu pada waktu yang bersamaan dengan Sauer.

Tubuhnya ditemukan tak bernyama setelah ditarik keluar dari karang, sekitar 650 kaki dari lokasi korban serangan hiu pertama. Ia diyakini merupakan tamu hotel bintang lima Premiere Le Reve.


Korban Kedua

Ilustrasi mimpi, ikan hiu
Perbesar
Ilustrasi mimpi, ikan hiu. (Photo by David Clode on Unsplash)

Otoritas setempat sudah mengakui kematian korban kedua serangan hiu yang bisa berenang dengan kecepatan 46 mil per jam itu. Seorang turis Rusia yang memfilmkan lokasi kejadian mengunggah video yang menunjukkan lokasi insiden fatal kedua terjadi.

"Ini adalah laguna kecil tempat kami melihat (hiu) pertama kali. Dan, kami tak menyadari itu seekor hiu," ujarnya menjelaskan.

"Serangan yang aku rekam (pertama) berada di sini," ujarnya sambil menunjuk ke arah dermaga.

"Dan, jenazah perempuan kedua yang ditarik keluar dari air kemungkinan berada di sini," kata dia lagi.

Berdasarkan laporan, para turis segera berusaha keluar dari air saat serangan hiu pertama terjadi. Lainnya berusaha mengalihkan perhatian hiu dari tepi pantai maupun dermaga terdekat.

Mereka mengeluhkan tidak adanya penjaga pantai saat kejadian itu berlangsung. Begitu pula dengan alat keselamatan yang minim. Menyusul serangan yang terjadi pada Jumat, aktivitas berenang, diving, snorkeling, dan memancing di area Sahl Hasheesh hingga Teluk Makadi dilarang dilakukan sampai tiga hari ke depan, lapor media setempat. 


Insiden Setahun Sebelumnya

2 Turis Asing Tewas Diserang Hiu Ganas Saat Berenang di Laut Merah Mesir
Perbesar
Ilustrasi laut. (dok. NOOA/Unsplash.com)

Serangan hiu di kawasan Laut Merah bukan tahun ini saja terjadi. Pada tahun lalu, seekor hiu melompat keluar dari air dan menggigit kaki parasailer di sebuah resor di Laut Merah tahun lalu. Rekaman insiden mengerikan itu menunjukkan seorang pria Yordania berusia 37 tahun melayang di atas air ketika hiu tiba-tiba muncul dan menggigit kakinya.

Pria itu menderita luka serius dalam serangan di Aqaba dan dilarikan ke rumah sakit. Petugas medis mengoperasi kaki kanannya, yang beberapa tendonnya putus dan ototnya robek dalam insiden itu, serta beberapa tulangnya patah.

Serangan di Aqaba terjadi setelah seorang turis dianiaya oleh hiu di dekatnya di Marsa Alam - terkenal karena sering melihat hiu di terumbu lepas pantai - saat menyelam bersama makhluk itu pada 2020. Seekor hiu whitetip laut menerjang leher wanita Jerman dan menempel sebelum instruktur menariknya ke tempat yang aman.

Infografis Destinasi Wisata Berkelanjutan di Indonesia dan Dunia
Perbesar
Infografis Destinasi Wisata Berkelanjutan di Indonesia dan Dunia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya