Sandiaga Uno: Pemulihan Jumlah Penerbangan Internasional ke Indonesia Terkendala Perawatan

Oleh Dinny Mutiah pada 13 Jun 2022, 19:03 WIB
Diperbarui 13 Jun 2022, 19:04 WIB
Ilustrasi Bali
Perbesar
Ilustrasi Bali (Dok.Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno optimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan mencapai puncaknya pada Juli--Agustus 2022. Namun, pencapaiannya masih tergantung pada situasi pandemi di Indonesia serta jumlah penerbangan internasional ke Indonesia, khususnya Bali.

Ia menyebut saat ini frekuensi penerbangan internasional dan pembukaan kembali rute perjalanan ke Indonesia sudah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angkanya belum sepenuhnya normal. Dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2019, angka kunjungan pada hari ini baru sekitar 30 persennya.

"Di 2019, kunjungan wisatawan per hari mencapai 20 ribu, sekarang baru sekitar 30 persen, dengan total 6.000 (kunjungan wisman per hari)," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (13/6/2022).

Bila ingin mencapai angka ideal pada 2019, Sandi memperkirakan setidaknya dibutuhkan dua kali lipat armada yang sudah diutilisasi hari ini. Ia menyebut baru 350 dari total 550 pesawat yang bisa beroperasi di Indonesia. 

"Maskapai telah melakukan revitalisasi, sekitar 350 pesawat dari 550 pesawat (yang beroperasi). Nah, ini perlu disikapi, banyak yang alami maintenance," ujarnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Nia Niscaya menambahkan bahwa bahwa proses maintenance tidak bisa berjalan dengan cepat karena antrean yang panjang. Di sisi lain, banyak maskapai yang telah mengembalikan pesawat sewaannya kepada pihak lessor demi penghematan di masa pandemi.

"Untuk mengembalikan itu butuh waktu beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Untuk itu, bagaimana agar maskapai yang lebih besar seperti Turkish Air, Emirates, diberikan opsi untuk bisa angkut wisatawan masuk ke Indonesia," imbuh Sandiaga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Naik Drastis

FOTO: Suasana Pantai Sanur di Hari Pertama Pembukaan Bali untuk Wisman
Perbesar
Kursi-kursi terlihat kosong di tepi pantai di Sanur, Bali, Kamis (14/10/2021). Mulai hari ini, Bali kembali dibuka untuk wisatawan mancanegara dari 19 negara di tengah pandemi COVID-19. (SONY TUMBELAKA/AFP)

Untuk itu, Kemenparekraf mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menambah frekuensi dan rute penerbangan internasional ke Indonesia, khususnya Bali. Beberapa pihak yang terlibat adalah Kementerian BUMN, Kemenhub, dan pihak maskapai penerbangan, baik internasional maupun nasional.

Walau terkendala, Sandiaga meyakini pemulihan sektor parekraf semakin terlihat seiring pengendalian pandemi dan pelonggaran kebiajakan. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2022 melalui pintu masuk utama, mencapai 11 ribu orang lebih.

"Ini naik lima kali lipat atau 499 persen dibandingkan April 2021. Bila dibandingkan bulan sebelumnya, mont of month, jumlah kunjungan pada periode April meningkat 172 persen," kata dia.

Ada lima negara yang mendominasi kunjungan wisman ke Indonesia, yaitu Australia (14 persen), Singapura (11,4 persen), Malaysia (7,8 persen, India (6,1 persen), dan Inggris (5,5 persen). Ia pun optimistis kunjungan wisman di Mei 2022 akan meningkat signifikan.

"Target tahun ini insya allah akan tercapai. Pergerakan 550 juta wisatawan nusantara, kemarin saat mudik sebagian sudah tercapai. 1,8--3,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dan realisasi investasi pariwisata 2,5 miliar USD," ujarnya.

 


Gencarkan Promosi

20161217-Bunaken Masih Jadi Primadona Wisata Manado-Sulawesi
Perbesar
Turis mancanegara usai melihat keindahan taman laut di Pulau Bunaken, Manado, Sabtu (17/12). Tiongkok mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Manado pada pertengahan tahun hingga mencapai 34 ribu wisatawan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Dengan kendala yang ada, Kemenparekraf harus mengkalibrasi ulang promosi wisata. Selain masif, promosi juga dilakukan agar tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Pihaknya juga mengajak beragam pihak untuk ikut mempromosikan pariwisata Indonesia di luar negeri.

"Kami ingin partisipasi pelaku parekraf, bukan hanya pemerintah, tapi juga travel agent dan pelaku ekraf ikut fair-fair dunia dalam skema joint promotion di destinasi originasi," ujar Sandi.

Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan KBRI dan KJRI dalam pelaksanaan program famtrip, webinar, dan market update. Di sisi lain, pihaknya juga mendorong agar diterbitkannya visa bagi digital nomad dan long-stay visa yang berlaku selama lima tahun, untuk meningkatkan lama tinggal dan kualitas pengeluaran para wisatawan asing di Indonesia.

Sandi mengatakan akan terus menjaga dan merawat momentum kebangkitan sektor parekraf yang terjadi saat ini. Ia juga meminta semua pihak terus bersiap, terutama untuk menyambut pembukaan perbatasan bagi turis Tiongkok, agar nantinya bisa membantu meningkatkan peluang usaha dan lapangan kerja.

 


Waspada Varian Baru

Kemenpora dan Kemenparekraf
Perbesar
Menparekraf Sandiaga Uno di acara launching program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022, Selasa (1/3/2022)/Ist/Foto:rayki/kemenpora.go.id

Sebelumnya, Sandiaga meminta masyarakat mewaspadai temuan sub-varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang dikonfirmasi sudah masuk Indonesia, khususnya di Bali. "Ini yang sekarang kita evaluasi dan tentunya menunggu identifikasi dari para ahli Kementerian Kesehatan dan Satgas COVID-19, kita menunggu," ujar Menparekraf Sandiaga Uno usai menghadiri pawai kesenian "Pesta Kesenian Bali" di kawasan Lapangan Puputan Niti Mandala, Denpasar, Minggu, 12 Juni 2022.

Menparekraf meminta masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah. Dengan disiplin, ia optimistis Indonesia bisa melewati situasi tersebut. "Saya sampaikan selalu kita harus menjaga momentum kebangkitan ini dengan memastikan kewaspadaan kita sesuai arahan pemerintah bagaimana varian baru ini harus kita sikapi agar pandemi tetap terkendali," kata dia.

Saat ini, pergerakan wisatawan nusantara ke Bali sudah mencapai 70 persen dan wisatawan mancanegara sekitar 30 persen. 

"Ini yang kita akan genjot di akhir tahun mudah-mudahan wisatawan nusantara balik 100 persen sebelum angka pandemi atau pada 2019 dan mudah-mudahan bisa mencapai 50 sampai 70 persen untuk wisatawan mancanegara. Harapannya 1,1 juta lapangan kerja tercipta sebagai bagian dari kepulihan ekonomi kita," kata Menparekraf.

Infografis Bali Siap Sambut Kedatangan Kembali Wisatawan Mancanegara. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Bali Siap Sambut Kedatangan Kembali Wisatawan Mancanegara. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya