Gara-Gara Ganti Nama Jadi Salmon, Taiwan Usulkan Ganti Nama Hanya Berlaku Tiga Kali

Oleh Komarudin pada 01 Jun 2022, 05:02 WIB
Diperbarui 01 Jun 2022, 05:02 WIB
Ilustrasi Salmon
Perbesar
Ilustrasi salmon (dok. Pixabay.com/congerdesign)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota parlemen Taiwan telah memperdebatkan perubahan batas hukum pada perubahan nama. Hal tersebut terjadi setelah beberapa dari ratusan orang yang secara hukum mengubah nama mereka menjadi "Salmon" dengan imbalan sushi gratis.

Dikutip daru The Guardian, Selasa, 31 Mei 2022, pada Maret 2021 rantai restoran Sushiro mengadakan promosi yang menawarkan sushi sepuasnya gratis untuk seluruh meja kepada siapa pun yang memiliki karakter China untuk salmon, “gui yu”, atas nama mereka. Hal tersebut kemudian dijuluki "Kekacauan Salmon", 331 orang ambil bagian, membayar biaya administrasi nominal untuk secara legal menyebut diri mereka nama termasuk "Impian Salmon" dan "Menari Salmon".

Pada saat itu pemerintah kritis terhadap promosi tersebut, meminta warga agar "rasional". Saat itu parlemen mengeluh bahwa aksi tersebut menciptakan pekerjaan ekstra yang sia-sia bagi birokrasi Taiwan yang padat dokumen.

Beberapa peserta membangun pengikut media sosial dari perhatian media internasional, sementara yang lain menjalankan usaha kecil dengan membawa teman ke restoran dengan biaya tertentu. Setelah promosi dua hari berakhir, sebagian besar kembali ke nama normal mereka.

Namun, lebih dari satu tahun beberapa telah mengalami hambatan. Pemerintah hanya mengizinkan orang untuk mengubah nama mereka tiga kali.

Pada hari Kamis para legislator di parlemen nasional Taiwan memperdebatkan usulan amandemen peraturan nama, dengan anggota dari pemerintah dan partai oposisi menyerukan perubahan untuk membantu mereka yang terjebak sebagai Salmon, atau untuk mencegah "kekacauan salmon" lainnya.

"Setelah insiden kekacauan salmon, beberapa orang telah mengubah nama mereka tiga kali dan sekarang tidak memiliki cara untuk mengubahnya kembali," kata legislator Partai Kekuatan Baru, Chiu Hsien-chih, menyarankan langkah-langkah lain, termasuk perubahan biaya dan periode pendinginan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Promosi Restoran

ilustrasi ramai ganti nama jadi salmon/pexels
Perbesar
ilustrasi ramai ganti nama jadi salmon/pexels

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Taiwan dengan secara resmi mengganti nama mereka jadi "salmon." Nama tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menikmati promosi restoran, dilansir dari laman CNN, 22 Maret 2021.

Melihat fenomena tersebut, pada Rabu, 17 Maret 2021, Kementerian Dalam Negeri Taiwan turun tangan mendesak orang-orang untuk berpikir dengan hati-hati sebelum mengubah nama mereka. Menurut Undang-Undang Nama Taiwan, orang berhak melakukannya hanya tiga kali.

Artinya, secara teori seseorang bisa saja terjebak dengan nama itu. Hampir 100 orang mendaftar untuk mengubah nama mereka sebagai bagian dari promosi jaringan restoran Sushiro, yang berlangsung hingga Kamis lalu, menurut Kantor Berita Pusat (CNA) resmi Taiwan.

Saat itu, jaringan restoran mengumumkan akan memberi sushi gratis pada siapa saja yang namanya memiliki karakter berbunyi 'Gui' dan 'Yu,' yang menurut CNA berarti "salmon" dalam bahasa China. Orang tersebut, ditambah hingga lima tamu, bisa mendapat makanan gratis. Hal ini dapat dinikmati setelah mereka membuktikan perubahan nama menggunakan identitas resmi.


Meningkat

Daging Ikan Salmon
Perbesar
Ilustrasi Daging Ikan Salmon Credit: pexels.com/Valeria

Saat itu, dalam sebuah unggahan di Facebook, Sushiro mengungkap akan menawarkan diskon yang lebih rendah pada siapa pun yang menambahkan hanya salah satu karakter China itu ke nama mereka sebagai bagian dari promosi, kata CNA.

Promosi itu mendorong terjadinya perubahan nama di kantor pendaftaran rumah tangga di seluruh Taiwan. Seorang pria yang mengubah namanya pada Rabu lalu dilaporkan menyebut pada pejabat bahwa ia berencana mengubahnya kembali usai memanfaatkan promosi itu.

Kantor registrasi lain menyampaikan telah berhasil menghalangi pria lain untuk mengubah namanya. Sedangkan yang lain menyebut seorang pria terus maju dengan perubahan nama resmi jadi "salmon" meski telah mengganti namanya sekali sebelumnya.

Seorang mahasiswa mengatakan kepada saluran TV lokal bahwa mereka mengubah nama mereka dan berhasil menghemat 176 pound sterling atau Rp3,5 juta. Nama baru mereka memiliki arti "Ikan Salmon yang Sangat Menarik”. 


Reaksi Pejabat

[Fimela] salmon
Perbesar
ilustrasi salmon | pexels.com/@vanmalidate

Seorang wanita mengakui bahwa dia juga mengganti namanya, saat dia mengatakan kepada SET TV. “Saya telah mengubah nama depan saya menjadi salmon dan dua teman saya juga melakukannya. Kami hanya akan mengubah nama kami kembali nanti.”

Nama-nama mencurigakan lainnya yang dilaporkan di media lokal termasuk "Salmon Prince," "Meteor Salmon King" dan lainnya. Di Taiwan, orang secara resmi dapat mengubah nama mereka hingga maksimum tiga kali yang berarti dua perubahan akan disia-siakan oleh mereka yang telah memanfaatkan kesepakatan tersebut.

Ketika itu para pejabat yang marah meminta orang-orang untuk berhenti mengganti nama mereka secara cuma-cuma, karena mereka mengeluh bahwa hal itu memakan waktu. Wakil Menteri Dalam Negeri, Chen Tsung-yen mendesak masyarakat untuk menghargai sumber daya administratif.

"Perubahan nama semacam ini tidak hanya membuang waktu tetapi juga menyebabkan dokumen yang tidak perlu. Saya berharap semua orang bisa lebih rasional tentang itu," kata dia, diberitakan kanal Citizen6 Liputan6.com.

Dory Wang, seorang manajer pemasaran Sushiro, mengatakan sekitar 200 pelanggan telah mengunjungi restoran tersebut pada Rabu untuk memanfaatkan promosi tersebut. "Kami menghargai mereka yang bersedia mengubah nama mereka untuk sushi kami,” ujarnya. 

Infografis Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya