Kolaborasi Apik 2 Elemen Gebrak Pembukaan Singapore International Festival of Arts 2022

Oleh Aditya Eka Prawira pada 25 Mei 2022, 11:02 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 11:33 WIB
MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)
Perbesar
MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)

Liputan6.com, Singapura - Di tengah pelonggaran protokol kesehatan COVID-19, Singapura menggelar hajatan besar bagi para pecinta seni: Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022, bertajuk "The Anatomy of Performance". Dalam agendanya, beragam karya seni dipamerkan di sederet lokasi, dari Victoria Theatre hingga gedung bekas pembangkit tenaga listrik.

Berlangsung pada 20 Mei sampai 5 Juni 2022, festival seni ini dibuka pertunjukan apik hasil kolaborasi Singapore Chinese Orchestra (Singapura) dan Tuyang Initiative (Borneo, Malaysia) lewat Mepaan. Acara berlangsung di Pasir Panjang Power Station, Jumat malam, 20 Mei 2022.

Raut bahagia terpancar jelas dari wajah Festival Director SIFA 2022, Natalie Hennedige, saat berbicara pada awak media. "Semoga Anda menikmati pertunjukkan ini," kata wanita yang juga duduk di bangku Sutradara untuk Mepaan tersebut.

Bukan tanpa alasan Mepaan diadakan di distrik bekas pembangkit tenaga listrik Singapura. Natalie sendiri bahkan menyebut tempat itu hidden gem karena tidak banyak orang yang tahu.

"Penting bagi saya bahwa sebuah festival menempati ruang yang konvensional," kata Natalie pada Liputan6.com. "Dengan menempati ruang yang tidak biasa dan memiliki karakteristik tersendiri, diharapkan dapat menciptakan kegembiraan, baik bagi yang berada di atas pentas maupun penonton yang hadir untuk menyaksikannya."

Natalie juga sadar bahwa pandemi COVID-19 belum benar-benar usai. Namun, dia meyakini bahwa SIFA 2022 akan berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Apalagi pelonggaran dari pemerintah Singapura masih sebatas boleh melepas masker ketika berkegiatan di luar ruangan.

Oleh sebab itu, ujar Natalie, seluruh petugas yang diturunkan untuk tiap-tiap kegiatan di Singapore International Festival of Arts 2022 akan mengawasi semua tamu yang hadir.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Menghipnotis Penonton

Pembukaan Singapore International Festival of Arts 2022 Berlangsung di Pasir Panjang Power Station (Doc: SIFA 2022)
Perbesar
Pembukaan Singapore International Festival of Arts 2022 Berlangsung di Pasir Panjang Power Station dengan Menampilkan Mepaan --- Pertunjukan Kolaborasi Antara Singapore Chinese Orchestra (Singapura) dan Tuyang Initiative (Borneo, Malaysia). (Doc: SIFA 2022)

Benar saja, para tamu yang datang untuk menonton Mepaan di Pasir Panjang Power Station tampak mengikuti 'aturan main' yang diberlakukan. Dari pantauan selama berada di lokasi acara, tamu baru akan menurunkan atau melepas masker saat makan atau minum, itu pun sebelum acara dimulai. 

Begitu acara dimulai, tidak ada lagi alasan bagi tamu yang duduknya tidak lagi harus berjarak untuk lepas masker.

Terkait acara pembukaan, 'jenius' mungkin satu kata yang layak diberikan pada Natalie dan seluruh tim yang berada di depan maupun di belakang pertunjukan Mepaan. Kepiawaian mereka mengemas seni gerak, serta musik multi-disiplin dan multi-budaya dengan sangat baik patut diapresiasi.

Bagaimana tidak? Pertunjukan berdurasi 1 jam 15 menit tanpa jeda ini berhasil menghipnotis penonton untuk tidak beranjak dari kursi. Malam itu, indera penglihat dan pendengar tetamu benar-benar dimanjakan.

'Mepaan' sendiri berasal dari bahasa asli Kayan dari Kalimantan yang memiliki arti 'selalu'. Dalam pertunjukan yang dimulai tepat pukul 20.00 waktu Singapura, Singapore Chinese Orchestra dan Tuyang Initiative menggabungkan alunan musik asli dan tradisional jadi jalinan komposisi orkestra yang kuat, juga megah.

Keinginan untuk membangkitkan ritual luhur Asia Tenggara dan penduduk asli pun akhirnya begitu terasa di hati penonton.


Syahdunya Pertunjukan

MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)
Perbesar
MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)

Tidak hanya itu, desainer Wong Chee Wai juga dengan cerdik menempatkan orkestra di tengah-tengah panggung, tapi masih menyisakan ruang untuk seremonial menyematkan hiasan kepala yang diposisikan secara strategis.

Di bagian belakang pun terdapat ruangan dengan hiasan lampu petromak untuk pemain sape, alat musik khas suku Dayak berbentuk perahu yang memiliki empat senar. Sape sekilas mirip dengan kecapi.

<p>MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)</p>

Melengkapi semua elemen itu, film karya Harry Frederick diproyeksikan pada dua layar. Pencahayaan yang diatur dengan sangat baik oleh desainer Andy Lim cocok dan terasa menyatu dengan kostum hasil kerja keras Max Tan untuk aktor dan para musisi.

Musik instrumental tradisional Cina yang dibawakan Singapore Chinese Orchestra kian menambah kesyahduan pertunjukan. Belum lagi berbicara suara kicauan burung, angin yang kencang, hujan, dan nada-nada indah dari sape yang dipetik, rasa-rasanya dapat membuat penonton yang bukan pecinta seni garis keras dapat menikmatinya.


Puncak Pertunjukan Pembuka

MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)
Perbesar
MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)

Tanpa terasa, pertunjukan pun sudah berada di bagian akhirnya. Puncaknya tatkala upacara penyerahan hiasan kepala dari Jau ke Milang dilakukan.

<p>MEPAAN oleh Singapore Chinese Orchestra dan The Tuyang Initiative di perhelatan seni terbesar Singapura, Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2022. (Doc: SIFA 2022)</p>

Michelle Wong, salah seorang penonton yang berhasil memenangkan tiket pertunjukan Mepaan mengaku puas atas pertunjukan malam itu. Sebagai pecinta seni tradisional, dia berharap pertunjukan semacam ini selalu abadi dan terus ada sampai kapan pun.

"Pertunjukan 'Mepaan' saya katakan kreatif dan mampu fokus pada budaya asli yang ingin ditampilkan dengan tampilan dari segala aspek yang menakjubkan," kata Michelle.

Pun dengan jurnalis dari Filipina, Carla Gamalinda, yang juga seorang pecinta seni visual, peneliti, bahkan juga berprofesi sebagai guru seni. Menurut Carla, dari tata panggung, busana, akting tanpa dialog yang ditampilkan para pemain, serta alunan musik orkestra nan megah dan kental akan nuansa Cina dinilai sempurna olehnya.

"Saya sungguh senang akan pertunjukan 'Mepaan' ini. Rasa capek seketika hilang. Dan, saya rasa, saya mau bila diajak menyaksikannya kembali," ujarnya.

Infografis Wayang Potehi
Perbesar
Wayang Potehi menjadi salah satu warusan seni budaya Tionghoa - Jawa
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya