Pengakuan Ibu Menyusui Diperlakukan Semena-mena oleh Petugas Keamanan Bandara

Oleh Asnida Riani pada 21 Mei 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 20:30 WIB
Popok dan Pompa ASI, Apa Lagi yang Harus Disiapkan untuk Sambut Lahirnya Buah Hati?
Perbesar
Ilustrasi ibu menyusui mengaku didiskriminasi petugas keamanan bandara. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan keamanan bandara yang terus berubah dapat membuat orang tua semakin sulit. Kasus seorang ibu menyusui ini, misalnya.

Ia, tidak lain tidak bukan, adalah Emily Calandrelli, pembawa acara Emily's Wonder Lab di Netflix. Calandrelli menginginkan kebijakan menyusui yang lebih jelas dari Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA), sehingga ibu menyusui dapat bepergian dengan peralatan menyusui tanpa tertunda, menurut beberapa laporan, seperti dilansir dari Fox News, Sabtu (21/5/2022).

"Inilah yang terjadi. Kemarin adalah perjalanan pertama saya jauh dari putra saya yang berusia 10 (minggu), yang saat ini (masih) saya susui. Saya akan melalui pos keamanan di LAX (Bandara Internasional Los Angeles). Saya membawa pompa dan dua kompres es, hanya satu yang dingin (saya tidak akan membutuhkan yang lain sampai saya pulang)," tulis perempuan berusia 34 tahun itu di Twitter pada 10 Mei 2022.

Ia menambahkan, "Saat ini saya tidak punya (stok) ASI, tapi saya berencana melakukan pemompaan (di) 'detik terakhir' sebelum lima jam penerbangan."

Ini adalah pertama kalinya penduduk asli Virginia Barat itu jauh dari bayinya yang berusia 10 minggu. Jadi, ia berharap untuk memompa ASI sebelum berangkat untuk penerbangan menuju Washington D.C., menurut Washington Post.

Tapi karena satu kantong es setengah beku dan yang lainnya berada pada suhu ruang, petugas TSA memberi tahu bahwa ia melanggar aturan cairan. Pihaknya menyatakan, "Setiap penumpang dapat membawa cairan, gel, dan aerosol dalam wadah ukuran perjalanan 3,4 ons atau 100 mililiter. Setiap penumpang dibatasi satu kantong berisi cairan, gel, dan aerosol ukuran liter."

Agen TSA mengatakan padanya bahwa ia harus membuang kantong es itu atau menaruhnya ke dalam bagasi, menurut Post.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyelesaian Masalah

Bandara Changi Singapura Makin Ramai, Biaya Tambahan Sewa Taksi Naik Rp31 Ribuan
Perbesar
Ilustrasi ibu menyusui mengaku didiskriminasi petugas keamanan bandara. (dok. Shawnanggg/Unsplash.com)

Lebih lanjut Calandrelli menulis, "Dua petugas TSA laki-laki mengatakan pada saya bahwa saya tidak bisa membawa kantong es saya (karena) es itu tidak beku. (Ini adalah bagian penting dari cerita)."

TSA memiliki aturan paket es gel terpisah, yang menyatakan, "Benda cair yang dibekukan diperbolehkan melewati pos pemeriksaan selama benda itu beku saat disajikan untuk penyaringan. Jika benda cair beku sebagian meleleh, cair, atau memiliki cairan di bawah wadah, mereka harus memenuhi persyaratan cairan 3-1-1."

Tapi, TSA memiliki pengecualian untuk paket es gel, yang menyatakan, "Perhatikan bahwa paket es gel yang diperlukan secara medis dalam jumlah yang wajar diperbolehkan terlepas dari keadaan fisik materinya (misalnya, meleleh atau cair). Harap beri tahu petugas TSA di pos pemeriksaan untuk diperiksa."

Ibu menyusui itu akhirnya memutuskan menaruh kantong esnya ke dalam koper. ASI baru ia pompa ketika mendarat di Bandara Internasional Dulles, menurut Post.


Permintaan Maaf

Ilustrasi wisatawan di bandara (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi ibu menyusui mengaku didiskriminasi petugas keamanan bandara. (pixabay)

"Ketika saya pergi, manajer berkata, 'Dan jangan mencoba menyelinap untuk kedua kalinya karena ini akan terjadi lagi,'" kata Calandrelli. "Itu bukan cara yang menyenangkan untuk diperlakukan."

TSA kemudian meminta maaf pada Calandrelli Rabu lalu, 18 Mei 2022, setelah meninjau kasusnya. "Proses skrining yang ia terima sayangnya tidak memenuhi standar kami," kata juru bicara TSA R. Carter Langston.

Ia menyambung, "Kami akan terus terlibat dengan advokasi dan organisasi berbasis masyarakat untuk meningkatkan protokol skrining kami. Selain itu, kami akan menggandakan pelatihan kami untuk memastikan prosedur penyaringan kami diterapkan secara konsisten."

Insiden itu juga mendorong Rep. Lucille Roybal-Allard (D-Calif.) beraksi di Twitter. Ia menulis, "Saya akan berbicara secara pribadi dengan Administrator TSA tentang apa yang terjadi pada Anda dan bagaimana kami dapat membantu memastikan hal itu tidak terjadi di masa depan Anda atau wanita lain. Sekali lagi, saya minta maaf."

Biasanya, jika ibu menyusui akan jauh dari bayinya, tubuh perlu diingatkan untuk terus memproduksi ASI. Jadi, mereka harus mencoba memompa sesering bayi mereka minum ASI, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).


Setidaknya 1 Kali Memompa ASI

Pastikan Bersih, Ketahui Cara Mencuci Botol Susu Bayi dari Manual Hingga Mesin
Perbesar
Ilustrasi memberi ASI. (pexels.com/Sarah Chai)

Biasanya, berarti seorang ibu yang bepergian tanpa bayinya perlu memompa ASI setidaknya sekali selama waktu transmisi perjalanan, dengan mempertimbangkan waktu ke dan dari bandara, waktu yang diperlukan untuk izin keamanan, dan waktu sebenarnya saat berada di udara, kata Jennifer Horne, konsultan laktasi.

Ibu yang tidak dapat memompa ASI selama perjalanan dapat mulai merasakan ketidaknyamanan pada payudara. Payudara mereka jadi membesar yang menyebabkan saluran ASI tersumbat, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan infeksi yang disebut mastitis, tambahnya.

"Tubuh kita dibuat untuk mengeluarkan ASI secara teratur," kata Horne. "Pasti ada beberapa masalah yang bisa mereka hadapi jika tidak melakukan itu."

Jika memompa bukanlah pilihan saat ibu menyusui jauh dari bayinya, CDC menyarankan "ekspresi tangan."

"Untuk memerah susu dengan tangan, Anda menggunakan tangan untuk memijat dan mengompres payudara untuk mengeluarkan ASI. Meski butuh latihan, keterampilan, dan koordinasi, itu akan semakin mudah seiring berjalannya waktu," kata agensi.

Horne juga merekomendasikan ibu menyusui yang bepergian untuk membawa sekantong kacang polong beku daripada kompres es karena itu tidak cair.

Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Jangan Ragu, Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Menyusui. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya