6 Oleh-Oleh Khas Purwokerto yang Sayang untuk Dilewatkan

Oleh Dinny Mutiah pada 07 Mei 2022, 08:31 WIB
Diperbarui 07 Mei 2022, 08:31 WIB
Resep
Perbesar
Resep tempe mendoan sebagai pelengkap menu buka puasa. (dok. ANJ)

Liputan6.com, Jakarta - Purwokerto memiliki berbagai julukan, mulai dari kota wisata, kota pendidikan, hingga kota pensiunan. Julukan terakhir diberikan karena kota di Jawa Tengah ini menjadi pilihan banyak pejabat negara yang pensiun dan akhirnya menetap di kota itu.

Tak salah bila kemudian Purwokerto banyak didatangi para pemudik di masa mudik lebaran. Tapi, kurang rasanya bila pelancong pulang tanpa membawa oleh-oleh khas sebagai buah tangan. Apa saja pilihan yang tersedia? Liputan6.com merangkum enam di antaranya seperti dihimpun dari berbagai sumber, Kamis, 5 Mei 2022.

1. Tempe Mendoan

Pekalongan terkenal dengan beragam olahan tempe, seperti keripik dan tempe mendoan. Mendoan Banyumas itu terbuat dari tempe kedelai yang dipotong tipis-tipis dan dilumuri adonan tepung.

Makanan khas Purwokerto ini bercita rasa nikmat. Tempe mendoan cocok disantap dengan cabai rawit atau sambal kecap saat menjadi pelengkap lauk.

Para pelancong bisa membawa tempe mendoan mentah sebagai oleh-oleh yang nantinya tinggal digoreng kembali saat menyantapnya di rumah. Harganya pun terjangkau sekitar Rp1.000–Rp 5.000an.

2. Gethuk Goreng

Camilan yang satu ini menjadi primadona untuk dijadikan oleh-oleh. Gethuk goreng terbuat dari singkong dan gula merah yang digoreng hingga kecoklatan.

Gethuk memiliki rasa legit dan manis sehingga cocok untuk para pelancong yang menyukai camilan manis. Saat ini, sudah banyak inovasi dari gethuk goreng lewat penambahan varian rasa, seperti coklat hingga durian.

Wisatawan dapat menemukan gethuk goreng dengan mudah di sepanjang Jalan Sokaraja. Harganya dibanderol mulai dari Rp1 ribuan, tergantung variannya.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini


3. Kue Nopia

ilustrasi nopia
Perbesar
Ilustrasi kue nopia. (dok. perpus.jatengprov)

Kue nopia merupakan camilan khas Banyumas yang legendaris. Banyak julukan diberikan untuk kue ini, mulai dari 'ndog gludhug' yang artinya telur halilintar, 'ndog penyu', hingga 'ndog gajah' karena bentuknya yang membulat lonjong dengan permukaan yang menggembung berwarna putih.

Kue itu dibuat dari adonan tepung terigu dengan isi gula merah dan dipanggang dengan tungku khusus dari tanah liat. Agar lebih menarik para pembeli, isi nopia dapat bermacam-macam aroma, misalnya rasa nanas, rasa cokelat, atau rasa durian. Makanan itu cocok untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat.

4. Klanting

Klanting merupakan camilan ringan yang dibentuk seperti simbol infinity atau angka delapan. Warga Purwokerto dan Banyumas secara umum menyebutnya sebagai klanting karena bentuknya mirip dengan anting.

Makanan itu terbuat dari bahan singkong yang diparut dan diperas airnya. Selanjutnya, singkong dicampur dengan bumbu-bumbu lalu digoreng hingga berubah warna.

Harganya pun cukup terjangkau sekitar Rp12.000–Rp 15.000 per bungkus. Selain murah, makanan yang satu ini sangat mudah ditemukan di toko oleh-oleh.

 


5. Wedang Badheg

Kuliner Jalur Pantura
Perbesar
Wedang Ronde Jago, kuliner khas Salatiga, Jawa Tengah. (dok. Insatagram @adianti/https://www.instagram.com/p/Bhi0WnjB86A/)

Badheg atau wedang badheg merupakan minuman khas Purwokerto yang berasal dari sari bunga kelapa yang telah difermentasikan. Tidak heran jika banyak wisatawan yang mengincarnya karena rasa yang sangat khas dan menyegarkan.

Minuman itu sulit didapatkan karena menggunakan bahan dasar bunga pohon kelapa atau pohon aren. Proses pembuatannya dengan disadap dengan bambu, lalu dipotong bunga jantan dan diambil nira atau airnya.

Wedang Badheg bisa ditemukan di pinggir jalan yang dijual oleh pedagang keliling sekitaran wilayah Purwokerto. Minuman itu cocok dijadikan oleh-oleh bagi pelancong yang menyukai minuman tradisional asli Indonesia.

6. Lumpia Boom

Lumpia yang berukuran jumbo ini memiliki isian yang beragam, tetapi tanpa rebung. Ini yang membedakannya dengan lumpia semarang. Rasa andalannya ekstra pedas. Itu pula alasan dinamakan boom karena rasa pedasnya seperti meledak di mulut.

Lumpia boom sudah ada sejak 2005. Makanan ini cocok untuk wisatawan yang menykai kuliner pedas. Namun, kuliner ini tidak bisa dibawa terlalu jauh karena isiannya di dalamnya. (Natalia Adinda)


Wisata di Purwokerto

Ilustrasi – Pagi menakjubkan di Taman Lokawisata Baturraden, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Pagi menakjubkan di Taman Lokawisata Baturraden, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Tak cukup singgah di Purwokerto tanpa menyambangi tempat wisata. Salah satu yang jadi andalan adalah Kebun Raya Baturraden yang terletak di lereng selatan Gunung Slamet.

Kebun Raya Baturraden merupakan kebun raya satu-satunya di Jawa Tengah yang dilengkapi dengan berbagai atraksi alam yang indah. Kebun raya ini diresmikan oleh Megawati Sukarnoputri pada Desember 2015.

Kini, Kebun Raya Baturraden juga dilengkapi dengan “green house” yang di dalamnya ada berbagai macam koleksi anggrek dan tanaman lain. Kebun raya ini juga memiliki Taman Bitanin yang memiliki beragam tanaman dan bunga langka, di antaranya bunga havana, daun dewa, antarium lipstick, palem paris, dan widoro laut yang tak hanya dipamerkan, juga dijual sebagai suvenir.

Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan. Dari Baturaden, Anda dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan, juga beberapa pantai indah di daerah Cilacap. 

 

Infografis Oleh-oleh Makanan khas Indonesia
Perbesar
Infografis oleh-oleh makanan khas Indonesia.
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya