Mantan Menteri Agama Malaysia Sebut Penguin Halal Dimakan

Oleh Asnida Riani pada 29 Jan 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 13:30 WIB
Menghitung Jumlah Hewan di Kebun Binatang London
Perbesar
Penguin Humboldt berenang di kolam saat Kebun Binatang London melakukan inventarisasi tahunan, Selasa (4/1/2022). Merawat lebih dari 400 spesies berbeda, penjaga menghadapi tugas menantang untuk menghitung setiap mamalia, burung, reptil, dan invertebrata di Kebun Binatang. (AP Photo/Alastair Grant)

Liputan6.com, Jakarta - Warganet, terutama dari Malaysia, tengah dibuat kaget dengan pernyataan mantan Menteri Agama Negeri Jiran, Zulkifli Mohamad Al-Bakri. Lewat sebuah kicauan di akun Twitter pribadinya, baru-baru ini, Zulkifli mengatakan penguin "halal" untuk dikonsumsi.

Ia menanggapi pertanyaan sesama pengguna Twitter tentang potensi "hukuman" dari mengonsumsi daging penguin, yang diduga dari sudut pandang agama. Politisi dari Partai Islam Malaysia (PAS) itu mengatakan penguin "imut dan halal."

Meski, ia menambahkan bahwa beberapa jenis penguin menghadapi kepunahan, seperti penguin kaisar. "Bersama-sama, mari kita lindungi mereka (penguin)," katanya.

Zulkifli juga mengunggah tanggapan lebih rinci di situsnya, yang mana ia mengutip dalil-dalil yang dianggap sebagai dasar jawabannya. Terlepas dari keraguan sejumlah warganet atas penyataan tersebut, warga jagat maya justru mengambil kebebasan membuat meme terkait penguin.

Beberapa mengambil inspirasi dari penguin dalam film animasi Madagascar, sementara yang lain beralih ke serial animasi lain tentang penguin Pingu. Jaringan supermarket populer di Malaysia, Mydin, juga berkomentar.

Pihaknya menimpali dengan berkelakar supaya orang tidak pergi ke gerai mereka untuk mencari daging penguin. "Kami tidak menjual," tulisnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hewan Dilindungi

Melihat Penguin Gentoo yang Baru Didatangkan di Belgia
Perbesar
Dua penguin Gentoo bermain di atas batu di dalam kandang mereka di Taman Pairi Daiza di Cambron-Casteau, Belgia, Senin (5/7/2021). Penguin Gentoo diketahui hidup di semenanjung Antartika dan sejumlah Sub Antartika. (AP Photo/Virginia Mayo)

Faktanya, sejumlah negara di dunia telah mengidentifikasi penguin sebagai hewan terancam punah. Di Selandia Baru, misalnya. Negeri Kiwi mengelompokkan penguin bermata kuning dan penguin biru kecil sebagai hewan dilindungi.

Bahkan, Republic World melaporkan, terdapat satu hari yang didedikasikan untuk burung-burung menggemaskan yang tidak bisa terbang ini. Diambil sebagai inisiatif edukatif, Hari Penguin Sedunia mendorong massa untuk belajar lebih banyak tentang penguin.

Belajar tentang penguin termasuk mengenal lingkungan mereka dan betapa pentingnya penguin bagi ekosistem lingkungan. Hari Penguin Sedunia, yang dirayakan setiap 25 April, diperingati selama migrasi utara tahunan penguin Adelie.

Penguin ini adalah salah satu spesies penguin paling populer dan asli Antartika. Penguin Adelie bermigrasi ke utara secara individu untuk mendapat akses lebih baik ke makanan sepanjang musim dingin dan setelah musim panas, mereka kembali ke pantai di Antartika untuk membangun sarang.


Hari Penguin Sedunia

Melihat Penguin Gentoo yang Baru Didatangkan di Belgia
Perbesar
Seekor penguin Gentoo saat berenang di kandangnya di Taman Pairi Daiza di Cambron-Casteau, Belgia, Senin (5/7/2021). Penguin Gentoo salah satu spesies penguin terbesar di dunia bersama penguin kaisar dan penguin raja. (AP Photo/Virginia Mayo)

Telah diamati dan diperhatikan para peneliti bahwa penguin Adelie secara khusus mulai bermigrasi pada hari ini. Karenanya, mereka menciptakan peringatan ini untuk menciptakan kesadaran sosial tentang penguin.

Momen ini juga bermaksud meningkatkan kesadaran akan terancamnya burung-burung menggemaskan tersebut. Juga, diamati bahwa penguin ini sensitif terhadap efek perubahan iklim.

Karena itu, banyak penguin bermigrasi lebih jauh untuk mencari makanan mereka, sehingga membuat populasinya berkurang. Menurut laporan WWF, dari total 17 spesies yang hidup di dunia, 11 di antaranya telah dikategorikan terancam punah atau berisiko.

Atas dasar itu, Hari Penguin Sedunia juga mendorong orang-orang bekerja melindungi perairan, dari aktivitas manusia seperti polusi dan pembakaran bahan bakar fosil. Karena dengan melakukan hal itu, kita dapat melindungi spesies ini dari kepunahan.


Infografis Titik Lengah Makan Bersama

Infografis Titik Lengah Makan Bersama
Perbesar
Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya