Ketika Hobi Minum Jamu Berbuah Cuan

Oleh Putu Elmira pada 27 Jan 2022, 19:01 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 19:01 WIB
FOTO: Menikmati Jamu Tradisional Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Pekerja membuat ramuan jamu tradisional di kafe Suwe Ora Jamu, kawasan M Bloc, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Sejumlah orang masih mengonsumsi jamu sebagai salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Hobi yang ditekuni secara serius dan mendalam tak jarang berbuah manis. Begitu pula kisah Nova Dewi yang gemar minum jamu sejak kecil mengantarkannya pada peluang berbisnis yang mendatangkan cuan atau untung.

"Hobi saya dari kecil salah satunya minum jamu, keluarga saya turun temurun sudah believe in holistic natural living," kata Nova Dewi, CEO dan Co-Founder Suwe Ora Jamu dalam ShopeePay Talk virtual "Ubah Hobi Jadi Bisnis, Kenapa Enggak?", Kamis (27/1/2022).

Nova melanjutkan sejak kecil pula ia dilatih disiplin untuk menata pola hidup. Dalam perjalanannya, ia mengenang momen-momen minum jamu sedari dini menjadi kebiasaan rutinnya.

"Misalnya saya lagi sehat dan segar, minumnya kunyit asam, beras kencur. Tapi kalau lagi enggak enak badan, jamunya cenderung rasanya pahit. Dari situ enggak terlalu ada ketakutan minum jamu karena sudah terbiasa," lanjutnya.

Nova berbagi kisah tentang memori masa kecil yang sangat disyukurinya. Ia merasa beruntung dilahirkan di era yang melihat sosok ibu dan neneknya berkegiatan di dapur dan membuatkannya jamu.

"Jadi kayak ada personal attachment atau memori yang saya merasa I'm being loved, being taken care of, merasa saya important waktu itu," terang Nova.

Hobi dan kenangan manis saat kecil lantas membukakan pintu kesempatan bagi Nova. Ia fokus dan terjun ke bidang jamu dengan pindah dari Surabaya ke Jakarta pada 2009.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pendekatan

Ketika Hobi Minum Jamu Berbuah Cuan
Perbesar
Nova Dewi, CEO dan Co-Founder Suwe Ora Jamu dalam ShopeePay Talk virtual "Ubah Hobi Jadi Bisnis, Kenapa Enggak?", Kamis (27/1/2022). (Tangkapan Layar Zoom)

Kala itu, ia belum mengenal siapapun dan berpikir cara agar bisa mengenal lebih dekat warga Jakarta. Hingga ketika teman-temannya berkunjung ke rumah, ia pun menawarkan pilihan minuman, seperti jamu, kopi, atau teh.

"Biasanya suguhannya 'mau minum apa? kopi, teh, sirup?', tapi aku ingin nawarin jamu awalnya. Saat kedatangan kedua, aku tawarkan mau jamu, kopi atau teh dan raut mereka berbeda-beda," cerita Nova.

Saat itu, ia melihat adanya peluang untuk membuka usaha jamu. Nova pun mulai bereksplorasi dan bertanya mana saja tempat untuk minum jamu di Jakarta.

"Dari situ aku ngulik, gimana cara bikin jamu yang enak dan anak-anak muda tidak takut karena mindset pahit," tutur Nova.


Ragam Varian

FOTO: Menikmati Jamu Tradisional Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Aneka ramuan jamu tradisional dan dipajang di kafe Suwe Ora Jamu, kawasan M Bloc, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Kebiasaan mengonsumsi jamu di masa pandemi COVID-19 sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kian mantap berbisnis, Nova lantas melancarkan langkah dari mulai riset dan membaca kesempatan yang ada. Sembari bereksplorasi, Nova membuat sesuatu yang unik, bisa mendatangkan cuan, mengingat bahan baku jamu sangat melimpah di Indonesia.

"Ini bisa membuat hobiku menjadi bisnis yang cuan dan sustain karena ada terus dari masa ke masa," kata Nova.

Suwe Ora Jamu lahir pada Februari 2013 lalu yang bermula dari kedai sederhana menjual jamu, kopi, hingga camilan tradisional rumahan. Tahun demi tahun, bisnis Nova berkembang dan kedainya kini hadir di sederet lokasi di Jabodetabek, Bali, dan Surabaya.

Kedai jamu ini menghadirkan ragam varian, mulai dari kunyit asem, beras kencur, rosella, wedang jahe, alang-alang, kayu manis sitrus, sereh telang, asem Jawa, dan temulawak rempak. Selain itu, ada pula Sodamu Pop, produk jamu kontemporer yang memadukan cita rasa jamu berkarbonasi.


Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner
Perbesar
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya