Diduga Edit Foto Model Afrika Jadi Makin Gelap, Vogue Inggris Banjir Kritikan

Oleh Henry pada 26 Jan 2022, 16:32 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 16:32 WIB
Diduga Edit Foto Model Afrika Jadi Makin Gelap, Vogue Inggris Banjir Kritikan
Perbesar
Diduga Edit Foto Model Afrika Jadi Makin Gelap, Vogue Inggris Banjir Kritikan. photographed by @RafaelPavarotti. (dok.Instagram @britishvogue

Liputan6.com, Jakarta - Masalah warna kulit dan rasisme masih jadi polemik di Inggris, termasuk di dunia fesyen. Majalah Vogue Inggris sedang menjadi sorotan di media sosial usai meluncurkan sampul edisi Februari 2022. 

Edisi tersebut menampilkan sembilan model kulit hitam dari Afrika yang tengah naik daun. Mereka adalah Anok Yai, Adut Akech, Amar Akway, Majesty Amare, Akon Changkou, Maty Fall, Janet Jumbo, Abeny Nhial, dan Nyagua Ruea.

Edisi itu berada di bawah arahan pimpinan redaksi, Edward Enninful.  Melansir Hypebae, Selasa, 25 Januari 2022, berniat ingin menyoroti keberagaman dan inklusivitas, tim editor majalah gaya hidup itu justru menuai banyak kritikan.

Warganet menilai kalau Vogue Inggris keliru dalam menginterpretasikan warna kulit dari semua model yang tampil di sampul majalah. Warganet juga menyebut kalau beberapa model sengaja dibuat lebih gelap dari kulit asli mereka.

"Ini bukan warna asli kulit mereka! Mereka semua memakai rambut palsu. Bukan cara yang benar untuk menghargai mereka," komentar salah seorang warganet.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Suram dan Gelap

Diduga Edit Foto Model Afrika Jadi Makin Gelap, Vogue Inggris Banjir Kritikan
Perbesar
Diduga Edit Foto Model Afrika Jadi Makin Gelap, Vogue Inggris Banjir Kritikan. photographed by @RafaelPavarotti. (dok.Instagram @britishvogue

Ada pula warganet yang menyoroti pilihan warna backdrop atau latar belakang pemotretan. Alih-alih memakai backdrop warna cerah yang akan menonjolkan kecantikan kulit para model, tim editor justru menggunakan warna cokelat yang terkesan suram dan agak gelap.

"Sampul majalah ini aneh. Pencahayaannya tidak ada. Backdrop-nya juga tidak bagus. Perbedaan warna kulit dan highlight-nya hilang. Vogue Inggris benar-benar harus mempekerjakan fotografer kulit hitam," timpal warganet lainnya.

Penggelapan yang disengaja dalam pasca-produksi, ekspresi kaku, dan tidak adanya aura kebahagiaan dinilai sangat menjelaskan tentang bagaimana institusi fashion kulit putih memandang perempuan kulit hitam. Namun, semua itu dididuga disamarkan dalam tampilan fesyen yang mewah dan bergengsi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cantik dan Cerdas

Edward Enninful
Perbesar
Editor Vogue Inggris (Foto: instagram/edward_enninful)

Pimpinan redaksi membantah tudingan tersebut. Enninful sendiri menjelaskan inspirasi di balik sampul majalah tersebut. Tim editor yang dipimpinnya kabarnya ingin mengangkat para model berbakat berdarah Afrika. Tak hanya unik dan cantik, mereka juga dianggap cerdas.

"Saya melihat semua model dari seluruh Afrika yang begitu lincah dan cerdas. Perempuan-perempuan ini mendefinisikan ulang apa artinya menjadi model fashion," kata pria asal Ghana tersebut.

Edward menambahkan, dunia fesyen cenderung mengikuti arus. "Kami memiliki model asal Belanda, Rusia, dan Eropa Timur. Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir, model kulit hitam mulai menonjol. Saya senang bahwa kami akhirnya bisa memberikan lebih banyak ruang untuk kecantikan Afrika," pungkasnya.

Hasil pemotretan para model tersebut sudah diunggah akun Instagram Vogue Inggris, @britishvogue sejak 14 Januari 2022.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion

Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion
Perbesar
Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya