Lewat Program Starbucks Creative Youth, Pelajar SMK Diharapkan Lebih Kreatif dan Mandiri

Oleh Henry pada 17 Nov 2021, 07:02 WIB
Diperbarui 17 Nov 2021, 07:02 WIB
Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program
Perbesar
Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program. foto: dok. Starbucks Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Starbucks terus melanjutkan komitmennya untuk mendukung masyarakat di tempat mereka berada. Sebagai bagian dari program pelatihan kewirausahaan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship yang bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia sejak Juli lalu, akhirnya program ini akan mencapai rangkaian terakhir, yaitu Market Day dan acara penutupan.

Acara yang berlangsung pada Selasa, 16 November 2021 ini menandai tahap terakhir program kewirausahaan. Acara ini sekaligus penutup dari rangkaian Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program 2021.

Sebelumnya, program ini sudah pernah dilaksanakan di Indonesia pada awal 2019. Saat itu dilaksanakan dalam rangka merayakan bulan kebaikan yang diperingati oleh Starbucks secara global atau yang lebih dikenal dengan Global Month of Good di setiap April.

Didukung oleh The Starbucks Foundation, program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship 2021 memberikan pelatihan kewirausahaan untuk 1.251 siswa Sekolah Menengah Keujuruan (SMK). Program ini diadakan enam kota yaitu di Batam, Bandung, Denpasar, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta yang berlangsung sejak Juli hingga November 2021.

Program ini bertujuan untuk membekali dan mempersiapkan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan melalui metode pembelajaran interaktif jarak jauh.

"Selama kehadiran Starbucks di Indonesia, kami selalu mendapat dukungan yang luar biasa. Karena itu, kami mewujudkan rasa terima kasih melalui penyelenggaraan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa," terang Anthony McEvoy, Leader PT Sari Coffee Indonesia, dalam konferensi pers virtual, Selasa, 16 November 2021.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ide Bisnis Kreatif

Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program
Perbesar
Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program. (Liputan6.com/Henry)

Melalui pelatihan ini, sebanyak 192 kelompok bersaing untuk menjadi 35 kelompok terpilih. Mereka menawarkan ide bisnis kreatif mulai dari modifikasi snack dan dessert, produk yang menggunakan bahan daur ulang, sampai pemanfaatan teknologi.

Selama pelatihan berlangsung, sebanyak lebih dari 200 partner (karyawan) di seluruh Indonesia terlibat untuk menjadi tenaga relawan yang mendampingi siswa SMK. Mereka mendampingi dengan total kontribusi hingga 1.000 jam.

Pada Market Day, tiga grup teratas diumumkan sebagai grup dengan produk terlaris. Sedangkan enam grup dari masing-masing kota dengan laporan bisnis terbaik dinobatkan sebagai pemenang. 

"Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah mengikuti program ini, serta kelompok yang berhasil menjadi pemenang. Semoga pelatihan kewirausahaan yang diberikan oleh Prestasi Junior Indonesia bisa menjadi bekal bermanfaat untuk masa depan," kata McEvoy.


Memulai Bisnis Sendiri

Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program
Perbesar
Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program. (Liputan6.com/Henry)

Nico Kiroyan selaku Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia menambahkan, rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan manfaat kepada generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri. Harapannya, berwirausaha dapat menjadi pilihan profesi yang mereka pertimbangkan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

"Kami sangat bangga kepada para siswa SMK yang telah berpartisipasi dalam program ini. Mereka begitu bersemangat dan optimistis untuk memulai bisnis sendiri dan mampu menularkan semangat wirausaha kepada kita semua," tutup Nico.

Salah satu peserta, Ida Ayu Triana Mahadewi, dengan produk De LIAK Sambal, mengatakan banyak rentetan proses yang harus dilalui saat memulai usaha. Ida mengakui belajar banyak hal dari kegiatan ini, khususnya untuk memasarkan sampal buatan orangtuanya. Namun, karena baru masuk SMK, dia belum ingin fokus berwirausaha saat ini.

"Sekarang ini ya masih baru awal-awal sekolah jadi masih menyesuaikan sama sekolah, tapi nanti mungkin waktu pas saya kelas XI mau lanjut (jualan)," ucap Ida.


Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik

INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya