Aksi Muda Jaga Iklim Ajak Pemuda Peduli Lingkungan di Peringatan Sumpah Pemuda ke-93 Tahun

Oleh Liputan6.com pada 28 Okt 2021, 09:02 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 09:02 WIB
Aksi Muda Jaga Iklim Ingatkan Tugas Pemuda Rawat Lingkungan di Peringatan Sumpah Pemuda ke-93 Tahun
Perbesar
Konferensi Pers #AksiMudaJagaIklim yang bertajuk Aksi Kolaborasi: Jaga Iklim dengan Berkolaborasi Birukan Laut, Hijaukan Bumi dilaksanakan pada, Rabu (27/10/2021). (dok. Liputan6.com/Gabriella Ajeng Larasati)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia sangat berkepentingan dalam isu perubahan iklim yang belakangan makin kencang disuarakan. Ini tak terlepas dari kondisi geografi Indonesia sebagai negara kepulauan yang ada di khatulistiwa.

"Kita memiliki kepentingan yang sangat besar bagaimana iklim kita menjadi stabil," ujar Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa dalam jumpa pers virtual #AksiMudaJagaIklim yang bertajuk Aksi Kolaborasi: Jaga Iklim dengan Berkolaborasi Birukan Laut, Hijaukan Bumi, Rabu, 27 Oktober 2021.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun, organisasi nirlaba yang berfokus pada isu sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan itu menggelar gerakan bertajuk Aksi Muda Jaga Iklim. Gerakan itu mengajak anak-anak muda di Indonesia lebih terlibat dalam pelestarian lingkungan.

"Penting sekali sebagai anak muda melihat isu ini yang sudah parah. Kalau diam saja, apa yang mau dilestarikan ke anak cucu, apa yang mau dilestarikan kerusakan atau pelestarian," ujar Esterlina Virginia Muabuay, seorang EcoDefender.

Ia mengingatkan, dampak perubahan iklim nyata terasa, terutama baginya yang tinggal di pesisir Papua. Ia menyaksikan perbedaan kondisi laut yang signifikan dibandingkan 15 tahun yang lalu. Belum lagi jumlah sampah plastik di laut yang meningkat lebih cepat dibandingkan jumlah ikan di dalamnya.

"Aksi ini tidak bisa bergerak sendiri, anak muda menjadi tongkat estafet untuk menggerakan teman-teman yang lain. Kalau bukan kita orang yang bergerak, siapa lagi? Kalau bukan torang yang berdiri untuk hutan, untuk laut, siapa lagi?" ucap dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

76 Titik

6 Istilah tentang Perubahan Iklim dan COP26 yang Perlu Diketahui
Perbesar
Ilustrasi seruan untuk mengatasi perubahan iklim. (dok. Markus Spiske/Unsplash.com)

Gerakan Aksi Muda Jaga Iklim digelar pada hari ini, Kamis (28/10/2021), secara serentak di 76 titik seluruh Indonesia ini. Gerakan ini juga merupakan aksi nyata anak muda Indonesia terhadap keresahan akan krisis iklim yang semakin mendekat.

"Kami memiliki tiga titik utama, Jakarta, Makassar, dan Ambon," ujar Bryan Auriol, Koordinator #AksiMudaJagaIklim.

Terdapat berbagai rangkaian acara, antara lain menanam pohon, menanam mangrove, pembersihan pantai, dan menyebarkan kerang hijau. Menurut Bustar, aksi itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia secara bersama-sama untuk mencegah kenaikan suhu bumi 1,5 derajat. Jika suhu bumi melebihi 1,5 derajat akan berdampak kepada berbagai sektor, salah satunya peningkatan suhu air laut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Blue Economy

Aksi Muda Jaga Iklim Ingatkan Tugas Pemuda Rawat Lingkungan di Peringatan Sumpah Pemuda ke-93 Tahun
Perbesar
Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa. (dok. Liputan6.com/Gabriella Ajeng Larasati)

Aksi Muda Jaga Iklim ini didukung pula oleh BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan karena sejalan dengan tujuan dari Yayasan EcoNusa, terlebih tim BRSDM KKP sebagian besar didominasi oleh anak muda.

"Kebetulan kami di Badan Riset SDM, umumnya anak-anak muda karena kami mengelola sepuluh politeknik dengan siswa sekitar 8.300 orang dan itu semuanya anak muda," ujar Kusdiantoro, Plt. Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Kusdiantoro, kegiatan ini sangat menarik untuk terus digalakkan di masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa gerakan generasi muda peduli pesisir dan sungai merupakan komponen penting dalam upaya bersama-sama menjaga lingkungan. Selain itu, KKP berkomitmen untuk membangun kelautan dan perikanan Indonesia berbasis blue economy.

"Blue economy ini pembangunan yang mengedepankan ekologi, bukan ekonomi dan diharapkan dengan kegiatan tersebut ada benefit," ujar Kusdiantoro. (Gabriella Ajeng Larasati)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penurunan Muka Tanah di Jakarta

Infografis: Penurunan Muka Tanah Ancaman Nyata Untuk Jakarta (Liputan6.com / Triyasni)
Perbesar
Infografis: Penurunan Muka Tanah Ancaman Nyata Untuk Jakarta (Liputan6.com / Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya