Membantu Turunkan Berat Badan dan Risiko Diabetes dengan Diet Mediterania Hijau

Oleh Liputan6.com pada 19 Okt 2021, 05:03 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 05:03 WIB
Ilustrasi diet Okinawa
Perbesar
Ilustrasi diet Okinawa (dok.unsplash/Dan Gold)

Jakarta - Ada beragam jenis diet yang dijalani masyarakat, salah satunya diet Mediterania. Diet ini disebut konsisten menempati peringkat yang terbaik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (2021) menyebutkan bahwa individu dengan hormon ghrelin tinggi–yang bisa didapat melalui diet mediterania hijau– berisiko lebih rendah terkena diabetes dan penyakit metabolik lainnya. Ghrelin dijuluki sebagai “hormon lapar” yang dapat merangsang nafsu makan.

Hormon ini diproduksi di dalam perut dan meningkat semalaman saat kita tidur, diet, puasa, dan kemudian turun lagi setelah makan. Peneliti serta ahli jantung di Universitas Ben-Gurion Negev dan Pusat Medis Universitas Soroka di Beer-Sheva, Dr. Gal Tsaban, mengatakan hormon ghrelin berperan penting dalam menjaga kadar glikemik dan metabolisme selama kondisi puasa berkepanjangan.

Ghrelin bisa memicu pengurangan lemak dan peningkatan sensitivitas insulin. Tingkat ghrelin yang lebih rendah dikaitkan dengan obesitas, resistensi insulin, dan perkembangan penyakit metabolik.

"Gaya hidup diet mendorong peningkatan kadar ghrelin yang konsisten. Terutama gaya hidup mediterania ‘hijau’ yang dikaitkan dengan peningkatan ghrelin yang lebih besar dan manfaat kardiometabolik yang lebih besar," terang Tsaban yang menjadi penulis pertama makalah tersebut kepada Healthline, dikutip dari Antara, Senin, 18 Oktober 2021.

Diet mediterania hijau mencakup lebih banyak konsumsi sayuran hijau dibandingkan diet mediterania biasa atau tradisional, termasuk juga menghindari konsumsi daging merah. Para peneliti mengevaluasi kadar ghrelin pada 294 orang dengan obesitas perut atau dislipidemia selama periode 18 bulan.  Dislipidemia sendiri merupakan suatu kondisi saat kadar lemak dalam darah meningkat.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengurangan Kadar Lemak

Cara Diet Alami yang Seimbang
Perbesar
Ilustrasi Makanan Diet Credit: pexels.com/Andrea

Para responden melakukan salah satu dari tiga pilihan diet yang disediakan, yaitu diet mediterania tradisional, diet mediterania hijau, atau rencana makan mengikuti pedoman diet sehat.

Mereka semua juga berolahraga secara teratur.  Menurut hasil penelitian tersebut, responden yang menjalani diet mediterania hijau memiliki kadar ghrelin dua kali lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti diet mediterania tradisional atau rencana makan sehat.

Para peneliti menduga peningkatan kadar ghrelin yang tercatat pada orang yang mengikuti diet mediterania hijau dapat menjelaskan mengapa pengurangan kadar lemak hati dan kesehatan kardiometabolik mereka lebih baik.

Tsaban mengatakan, hasil penelitian timnya menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap diet mediterania hijau adalah layak. Gaya hidup ini, seperti gaya hidup sehat apa pun, membutuhkan motivasi dan komitmen dari individu yang memutuskan untuk membuat perubahan dalam gaya hidupnya. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kaya Serat

[Bintang] Serba-serbi Diet Keto yang Lagi Jadi Tren di 2018
Perbesar
Ilustrasi diet. (Foto: Pexels.com)

Peserta studi yang melakukan diet mediterania hijau juga secara teratur minum teh hijau dan memakan sayuran mankai yang kaya serat dan polifenol. Mankai juga merupakan sumber protein baik sebagai kompensasi kekurangan protein dari daging hewan.

"Polifenol adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan aliran darah yang optimal dan kesehatan kardiometabolik, sehingga memiliki bentuk terkonsentrasi dapat membantu mengurangi peradangan dan resistensi insulin dalam tubuh," kata ahli diet kardiologi preventif dan pemilik Entirely Nourished, Michelle Routhenstein.

Karena mankai tidak tersedia untuk banyak orang, Routhenstein merekomendasikan untuk mencari makanan tinggi polifenol lain, seperti buah beri, anggur ungu, kacang putih, minyak zaitun extra VCO, basil, jahe, dan cuka.  "Kita harus melihat gambaran keseluruhan dari pola makan dan gaya hidup seseorang dan fokus pada penambahan makanan terapeutik untuk mengatasi kesehatan metabolisme dan jantung secara menyeluruh," jelas Routhensten.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar
Perbesar
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya