Jaringan Internet sampai Paket Wisata Menarik, Ragam Persiapan Labuan Bajo Hadapi KTT G20

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2021, 14:32 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 14:48 WIB
Wisata NTT
Perbesar
Bukit Sylvia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menjadi tempat penyelenggaraan KTT G20 2022 terus bersiap diri dan bersinergi dengan pihak terkait menyambut konferensi internasional itu. Acara yang akan berlangsung pada Juni sampai September 2022 ini cukup penting untuk perjuangan diplomasi Indonesia di antara negara-negara maju yang juga tergabung di G20.

Agendanya antara lai, membahas beragam topik yang berkaitan erat dengan situasi global seperti lingkungan dan perubahan iklim, lalu ada ekonomi digital, dan juga financial track. Agenda lainnya antara lain pembahasan mengenai beberapa dukungan global untuk negara-negara miskin yang rentan terdampak Covid-19.

Ada juga bahasan tentang iklim investasi di bidang infrastruktur digital, pengembangan sistem keuangan digital dan keuangan berkelanjutan yang diharapkan bisa mendukung agenda agar ekonomi semakin membaik. Sebagai lokasi penyelenggaraan sebuah konferensi bertaraf internasional, tentu persiapan Labuan Bajo sebagai venue memerlukan sinergi semua pihak yang terlibat.

Sinergi inilah yang dirangkul Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Pemda Kabupaten Manggarai Barat, NTT dalam coffee morning yang mempertemukan sejumlah pihak terkait untuk menyukseskan KTT G20. Tiap dua minggu sekali, mereka berkumpul bersama dan menyiapkan sejumlah aspek demi kesuksesan pertemuan G20 yang tinggal beberapa bulan lagi.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina, Danlanal Manggarai Barat, Direktur Bank Mandiri Labuan Bajo, serta para pimpinan kantor BUMN Labuan Bajo serta para Pimpinan kantor BUMN Labuan Bajo juga jajaran lain BPOLBF dan pejabat dari instansi Pemkab Mabar.

"Kami sudah menyiapkan dukungan kesiapan aspek 3A (Amenitas, Atraksi, Aksesibilitas) Labuan Bajo sebagai Side Event dari penyelenggaraan G20 yang nantinya akan menghadirkan sekitar 7 Working Group Meeting mulai dari akomodasi berstandar internasional dan akomodasi lainnya yang sudah tersertifikasi CHSE, akses laut dan udara, kesiapan jaringan komunikasi 4G hingga 5G, transportasi publik ramah lingkungan, ketersediaan peta perjalanan hingga tentu saja paket wisata menarik di seputar Labuan Bajo," terang Shana dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (26/9/2021).

BPOLBF sendiri sejauh ini telah mendata setidaknya ada 11 hotel bintang 3 hingga bintang 5 dengan total kapasitas sebanyak 848 kamar . Jumlah itu ditargetkan akan terus bertambah sampai 1500 kamar pada 2022 mendatang sehingga nantinya diharapkan bisa menampung kapasitas para peserta KTT G-20.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Target 100 Persen Warga Divaksin

Ilustrasi Keindahan Alam Indonesia
Perbesar
Keindahan Pulau Padar, Labuan Bajo. (Bola.com/Pixabay)

Di Labuan Bajo sendiri sejauh ini sudah ada sekitar enam hotel dan 46 pelaku usaha tersertifikasi CHSE. Selain itu sebanyak 261 operator tur atau agen tur yang datang dari lima asosiasi kapal yang secara legal terdaftar juga serta telah berintegrasi dalam satu sistem registrasi di dalam ekosistem digital.

Menurut Shana, BPOLBF terus berusaha melakukan penerapan CHSE di lingkungan perkantoran, Instansi pemerintahan, serta industri pariwisata yang utamanya akan melayani tamu dalam rangka KTT G20. Isu lain seperti ketersediaan pasokan air bersih juga menjadi pokok pembahasan bersama dalam sesi pertemuan coffee morning.

Koordinasi BPOLBF bersama Pemkab Mabar dan lintas stakeholder diharapkan bisa dimaksimalkan untuk menjamin keamanan wisatawan dari berbagai tempat. Caranya dengan terus mendatangkan vaksin ke Labuan Bajo dan menargetkan setidaknya sekitar 100 persen warga Manggarai Barat sudah divaksin untuk mencegah penularan Covid-19

Sejauh ini dari catatan yang ada target vaksin di Manggarai Barat sendiri sudah mencapai 56,68 persen dari total target vaksin sekitar 250 ribu penduduk Manggarai Barat. Gelembung perjalanan atau travel buble juga diterapkan untuk mengatur jalur lintas para pengunjung selama penyelenggaraan berlangsung nantinya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Akomodasi dan Produk Kreatif

Trotoar premium di Labuan Bajo.
Perbesar
Trotoar premium di Labuan Bajo. (Dok. Kementerian PUPR)

BPOLBF sendiri berusaha mendorong seluruh instansi pemerintah daerah untuk makin meningkatkan kewaspadaan Covid19 di lingkungan perkantoran. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi yang secara otomatis akan melakukan pembatasan kerumunan, seperti yang telah diterapkan di kantor BPOLBF saat ini.

"Kami tentunya terus berusaha memastikan kesiapan Labuan Bajo sebagai side event G20 tahun depan. Dengan sinergi seluruh pihak dan elemen terkait, Labuan Bajo siap menerima kunjungan tamu dan sekaligus menjamin keamanan masyarakat saat penyelenggaraan berlangsung. Kita terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid," jelas Shana.

Nantinya side event penyelenggaraan dari KTT G-20 akan mengambil fokus di Labuan Bajo serta beberapa titik destinasi wisata yang disiapkan untuk mendukung side event itu. Sejumlah desa wisata yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo seperti Goa Rangko, Cunca Wulang, Mbeliling, dan desa lainnya di luar Labuan Bajo seperti desa-desa wisata di Manggarai, Ngada, sampai Ende juga sudah dipersiapkan untuk menunjang paket perjalanan wisata selama acara berlangsung nantinya.

Menurut Shaha, banyak hal telah disiapkan. Selain kesiapan akomodasi, pihaknya juga juga memastikan nantinya akan ada produk kreatif dari masyarakat di Manggarai Barat dan semua kabupaten pendukung ini untuk mendukung KTT G20.

"UMKM lokal juga sudah kita persiapkan bersama agar mereka bisa memenuhi target produksi yang sesuai kebutuhan wisatawan. Intinya ada produk yang bisa dibeli dan dikenalkan nantinya," tutup Shana.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya