Tips Bisnis Kuliner dari Pemilik Usaha Pempek CRP

Oleh Liputan6.com pada 08 Okt 2021, 14:21 WIB
Diperbarui 10 Okt 2021, 03:35 WIB
Ilustrasi pempek | michaelblisss dari Instagram
Perbesar
Ilustrasi pempek | michaelblisss dari Instagram

Liputan6.com, Jakarta - Pempek merupakan makanan khas kota Palembang, Sumatra Selatan. Meski sudah hampir 400 tahun lebih, makanan ini tetap eksis dan bertambah banyak penggemarnya.

Asal mula pempek berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617, yaitu seorang apek sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa yang berusia 65 tahun, tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi). Ia merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang seluruhnya belum dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang.

Akhirnya apek tersebut mencoba alternatif pengolahan lain dengan mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut akhirnya dijajakan oleh para apek, dari situlah para penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek… apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Ada juga salah satu kisah menarik dari pedagang merk pempek Palembang yang populer dan terkenal yaitu Pempek CRP. Pada awalnya Founder Pempek CRP bernama Suhendro Wang telah 10 tahun lebih menjadi importir dengan membeli barang dari pabrik China, lalu mendistribusikan lagi ke kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Sampai suatu titik Suhendro Wang ingin naik kelas, karena baginya sudah cukup lama menjadi seorang importir dan saatnya untuk mencoba menjadi produsen kecil-kecilan.“Saya saat itu pikirnya terserah mau produksi apa saja, yang penting produksi deh,” ujar Suhendro.

Suhendro berpikir sedemikian keras dan akhirnya menemukan produk pempek-lah yang akan diproduksi. “Karena saya orang Palembang, jadi setidaknya saya ingin ada satu bisnis yang bisa berkaitan erat dengan kota kelahiran saya. Maka dari itu saya memulai produksi pempek, dan saya juga sangat bangga karena bisa mempunyai satu bisnis yang mencerminkan dari mana asal diri saya,” ungkapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Setengah Hati

Tips Bisnis Kuliner dari Pemilik Usaha Pempek CRP
Perbesar
Tips Bisnis Kuliner dari Pemilik Usaha Pempek CRP. foto: istimewa

Diketahui, pabrik Pempek CRP bernaung di bawah PT. Citra Rasa Palembang yang telah berdiri beberapa tahun yang lalu. Pempek CRP juga telah memiliki sertifikat SNI, BPOM, Halal, GMP, dan ISO 22000, serta juga sedang tahap pengurusan HACCP untuk keperluan ekspor ke mancanegara.

Suhendro mengaku, bahwa Ia tidak asal-asalan dalam membangun dan memproduksi Pempek CRP, karena ia selalu berprinsip untuk tidak melakukan suatu hal dengan setengah hati.

Ia juga mengatakan, karena makanan pempek berkaitan dengan budaya Palembang, maka sesuatu yang berbau budaya pasti akan dikenang sepanjang masa. “Seperti kalau kita ke negara Jepang, ada istilah jika kalau belum makan sushi atau ramen, berarti kita belum pernah menginjak Jepang. Sama seperti halnya pempek, jika ke kota Palembang belum makan pempek berarti belum menginjak Palembang,” ujarnya.

Selain itu, Suhendro juga membagikan pemikirannya bahwa bisnis di bidang kuliner memiliki 3 level. Untuk level yang pertama, level hit and run, di level ini makanan akan sebegitu booming-nya pada suatu waktu akan tetapi, setelah lewat 1-2 tahun, makanan ini akan menghilang dan lenyap begitu saja.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Impian Besar

Tips Bisnis Kuliner dari Pemilik Usaha Pempek CRP
Perbesar
Tips Bisnis Kuliner dari Pemilik Usaha Pempek CRP. foto: istimewa

Kedua, level yang berkaitan dengan habit kesehatan, Suhendro mengatakan “Misalnya jika saya ke mall, saya akan lebih memilih yoghurt frozen dibandingkan es krim merk A. Karena memakan yogurt frozen terasa lebih enteng rasanya di tenggorokan dan pencernaan pun lebih lancar setelah mengonsumsi itu.

”Dan yang terakhir, level ketiga dalam bisnis makanan yaitu, berkaitan dengan budaya (culture). Di titik ini, bisnis kita akan bertahan everlasting alias selamanya. Karena makanan sudah menyatu dan melekat dengan budaya tertentu.

“Pempek sudah diuji oleh waktu dan telah 400 tahun lebih menjadi santapan banyak orang, hingga saat ini orang masih memakannya. Konon juga katanya pada zaman dahulu bahwa pempek itu adalah makanan raja,” kata Suhendro.

Untuk kedepannya Ia mempunyai impian besar kelak suatu hari nanti, setiap hotel di Indonesia bisa memiliki menu pempek pada saat breakfast, brunch, dan saat coffee break.

 

 

Kalau enggak sempet masak sendiri, yuk PO saja di ManisdanSedap, banyak masakan rasa rumahan yang pas buat lauk makan siangmu. Berasa dimasakin ibu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya