Inggris Bakal Hapus Syarat Tes Sebelum Terbang bagi Turis yang Sudah Vaksin Covid-19

Oleh Putu Elmira pada 20 Sep 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 09:30 WIB
Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)
Perbesar
Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Inggris segera menghapus persyaratan tes sebelum keberangkatan untuk turis yang divaksinasi penuh dari sebagian besar negara pada Oktober 2021. Kabar ini disampaikan Sekretaris Negara untuk Transportasi, Grant Shapps pada Jumat, 17 September 2021.

Dilansir dari Travel and Leisure, Minggu, 19 September 2021, turis yang divaksinasi yang menuju ke Inggris dari sebagian besar tujuan tidak perlu diuji sebelum kedatangan, termasuk Amerika Serikat. Shapps mengumumkan ini melalui cuitan di akun Twitter miliknya.

Inggris juga akan mengganti tes PCR hari ke-2 dengan tes lateral flow yang lebih murah pada Oktober mendatang. Selain itu, Shapps mengumumkan bahwa Inggris akan merampingkan sistem masuk lampu lalu lintasnya pada hari yang sama, menjadi ke satu daftar negara merah atau negara non-merah.

"Kami juga akan memperkenalkan sistem baru yang disederhanakan untuk perjalanan internasional mulai Senin 4 Oktober, menggantikan pendekatan saat ini dengan satu daftar merah dan langkah-langkah yang disederhanakan untuk seluruh dunia, mencapai keseimbangan yang tepat untuk mengelola risiko kesehatan masyarakat sebagai prioritas No. 1," tambah Shapps di media sosial.

Pada Agustus, Inggris membuka pintu untuk turis Amerika yang divaksinasi penuh tanpa perlu dikarantina pada saat kedatangan. Saat ini, para turis harus menjalani tes dalam waktu tiga hari sebelum berangkat ke Inggris.

Selain itu, kini turis juga memesan terlebih dahulu tes PCR COVID-19 untuk dilakukan pada atau sebelum hari kedua masa inap mereka. Tak ketinggalan, mereka harus mengisi formulir passenger locator.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Longgarkan untuk Beberapa Negara

Ilustrasi gedung parlemen Inggris (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi gedung parlemen Inggris (pixabay)

Menurut pemerintah setempat, turis yang tidak divaksinasi yang menuju ke Inggris akan diminta untuk tes pra-keberangkatan. Mereka juga akan dites lagi pada hari ke-2 dan ke-8, dan isolasi selama 10 hari setelah kedatangan.

AS terus membatasi perjalanan yang tidak penting untuk warga negara non-AS dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Inggris. Pemerintahan Biden mengatakan belum ada rencana untuk mencabut pembatasan itu.

Baik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri telah mengklasifikasikan Inggris di bawah travel warning tertinggi mereka karena insiden penularan COVID-19 yang "sangat tinggi". Angka orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 di Inggris cukup besar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Regulasi

Ilustrasi Liverpool, Inggris
Perbesar
Ilustrasi Liverpool, Inggris. (dok. Unsplash.com/@rwarburton)

Di Inggris, 89,3 persen orang berusia 16 tahun ke atas telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona. Sebanyak 81,5 persen telah menerima dua dosis, menurut pemerintah.

Selain melonggarkan pembatasan untuk turis yang divaksinasi, Shapps mengatakan Inggris akan menghapus delapan negara dan wilayah dari daftar merahnya pada 22 September 2021. Ada beberapa negara yang masuk daftar itu.

Negara-negara tersebut termasuk Turki, Pakistan, dan Maladewa. Wisatawan yang datang dari negara merah harus dikarantina di hotel pada saat kedatangan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-Indi

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya