Presiden WTFI Sebut Indonesia Sangat Berkomitmen Kembangkan Pariwisata

Oleh Komarudin pada 15 Sep 2021, 08:02 WIB
Diperbarui 15 Sep 2021, 08:02 WIB
Ilustrasi Bali
Perbesar
Ilustrasi Bali (Dok.Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Word Tourism Forum Institute (WTFI) Bulut Bagci mengungkapkan pemerintah Indonesia sangat berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata. Pendapat tersebut seiring dilaksanakannya Global Tourism Forum di Indonesia yang diselenggarakan mulai 15-16 September 2021.

"Indonesia merupakan negara yang aman. Indonesia sangat luas dan destinasi yang aman di dalam kawasannya. Itu yang membuat mengapa saya berada di sini," ungkap Bulut Bagci dalam konferensi pers 'Global Tourism Forum: Hybrid Event Leader Summit Asia Indonesia 2021,' Selasa, 14 September 2021.

Bagci menuturkan, ia senang dengan komitmen Indonesia karena sangat total dalam membangun pariwisatanya. Ia menyebut dengan komitmen itu, Indonesia akan menjadi bintang yang bersinar di dunia pariwisata.

"Ini penting karena pariwisata tidak bisa dikembangkan hanya dengan mengandalkan sektor privat. Dengan komitmen itu, bagus bagi Indonesia," kata Bagci.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung penuh acara Word Tourism Forum. Acara ini, kata Sandiaga, memberi pesan penting untuk kepercayaan diri Indonesia.

"Pertama, Indonesia destinasi yang fokus pada penerapan protokol kesehatan, seperti Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). Kedua, memberi pesan bahwa Indonesia fokus pada revitalisasi, reviving, dan transformasi," kata Sandiaga Uno.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prokes Ketat

Sandiaga Uno
Perbesar
Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara konferensi pers Global Tourism Forum 2021 secara daring, Selasa (14/9/2021) (Liputan6.com/Komarudin)

Dua pesan tersebut, kata Sandiaga Uno, harus digaungkan kepada turis asing dan juga turis internasional. "Kami fokus pada keamanan dan kenyaman bagi mereka," tutur Sandi.

Tak hanya itu, Sandi juga mengungkapkan bahwa acara ini penting bagi karena merupakan kebangkitan dari MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Oleh karena itu, perlu disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan.

"Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memberi kontribusi yang besar bagi ekonomi dunia, ASEAN, secara khusus Indonesia," tegas Sandi. Ia menyebutkan saat ini sedang menyiapkan untuk membuka Bali, termasuk Batam dan Bintan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembicara Dalam dan Luar Negeri

World Tourism Forum
Perbesar
World Tourism Forum akan digelar selama dua hari, 15--16 September 2021 di Jakarta (Liputan6.com/Komarudin)

Acara World Tourism Forum akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri terdapat lebih dari 40 pembicara, sedangkan dari dalam negeri ada 22 pembicara.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, 15--16 September 2021 mengupas tentang pembukaan kembali destinasi wisata ASEAN untuk turis asing. Kemudian, ada juga pembicaraan tentang pariwisata Indonesia di masa New Era.

Selain itu, Global Tourism Forum juga akan membahas tentang wisata halal dan perubahan strategi budaya usai pandemi Covid-19. Acara akan diakhiri dengan pembahasan tentang penerbangan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk

Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Perbesar
Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya