Penting, Penyintas Covid-19 Diminta Ganti Sikat Gigi Setelah Pulih

Oleh Liputan6.com pada 04 Agu 2021, 05:02 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 05:02 WIB
Ilustrasi Sikat Gigi
Perbesar
Ilustrasi sikat gigi. (dok. Unsplash.com/Superkitina @superkitina)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda para penyintas Covid-19, segeralah mengganti sikat gigi dengan yang baru. Para ahli menyarankan hal itu untuk mencegah terinfeksi virus kembali.

Dilansir dari laman MStar, Selasa, 3 Agustus 2021, drg. Pravesh Mehra menjelaskan bahwa mengganti sikat gigi bukan hanya untuk melindungi penyintas, tetapi juga orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Terlebih, bila mereka menggunakan toilet yang sama.

drg. Pravesh menjelaskan bahwa kuman masih melekat di sikat gigi yang digunakan pasien Covid-19, walau sudah dibilas. "Sebaiknya penyintas COVID-19 mengganti sikat gigi dan pembersih lidah sesudah 20 hari gejala pertama muncul," ujarnya.

Saran tersebut ternyata tak hanya berlaku bagi para penyintas Covid-19. Pravesh menambahkan, orang yang mengalami demam, flu, dan batuk juga sebaiknya mengganti sikat gigi lama setelah pulih dari penyakit tersebut.

Dia mengingatkan bahwa penularan Covid-19 pada dasarnya melalui droplet, baik ketika pengidap berbicara, tertawa, batuk, dan bersin. Kondisi diperparah bila yang bersangkutan tidak menggunakan masker.  

Sikat gigi dan pembersih lidah sangat lekat dengan air liur. Kedua benda itu kemungkinan besar akan terkontaminasi virus sehingga bisa jadi media penularan virus corona, terutama jika dibiarkan terbuka.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Panduan Sikat Gigi

sikat gigi
Perbesar
ilustrasi sikat gigi/Photo by Phuong Tran on Unsplash

Pravesh juga membagikan panduan menyikat gigi bagi pasien yang baru saja sembuh dari Covid-19. Hal itu meliputi:

1. Jangan berbagi sikat gigi dengan orang lain karena dapat menjadi media penularan dari berbagai penyakit termasuk COVID-19.

2. Cuci tangan sebelum menggosok gigi karena virus dapat ditularkan dari tangan ke mulut dan virus mungkin menempel di tangan.

3. Bersihkan sikat gigi setelah digunakan atau sebaiknya cuci dengan menggunakan air hangat.

4. Pastikan bagian kepala sikat gigi tidak bersentuhan dengan sikat gigi lainnya.

5. Selalu mencuci tempat sikat gigi menggunakan sabun.

6. Jauhkan sikat gigi dari toilet untuk mengurangi penyebaran virus melalui udara.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perpanjangan PPKM Level 4

mencuci tangan
Perbesar
ilustrasi cuci tangan/credit: @pixabay/ivabalk

Hingga hari ini, pukul 12.00 WIB, lima provinsi di Indonesia masih menempati penyumbang kasus Covid-19 terbanyak. Kelima provinsi itu adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta.

Presiden Joko Widodo juga mengakui bahwa situasi Covid-19 di dalam negeri masih fluktuatif, sehingga masyarakat harus tetap waspada. Karena itu, pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan PPKM Level 4 pada Senin, 2 Agustus 2021, dan berlaku hingga 9 Agustus 2021.

Selain percepatan vaksinasi terutama di wilayah pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi, pemerintah juga terus menggaungkan penerapan 3M yang masif di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, kegiatan testing, tracing, dan treatment juga terus diintensifkan.

"Termasuk menjaga BOR (keterisian tempat tidur), penambahan fasilitas isolasi terpusat, serta menjamin ketersediaan pasukan obat-obataan dan oksigen," tutur Jokowi. (Gabriella Ajeng Larasati)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengaruh 3M pada Risiko Terpapar Covid-19

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen?
Perbesar
Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya