Ditahan karena Dugaan Pemerkosaan, Patung Lilin Kris Wu Didepak dari Madame Tussauds Shanghai

Oleh Putu Elmira pada 02 Agu 2021, 22:02 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 22:04 WIB
[Bintang] Kris Wu
Perbesar
Kris Wu (Foto: AFP / Jonathan Leibson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Kris Wu beberapa waktu belakangan jadi sorotan karena terbelit kasus skandal seks. Aktor sekaligus musisi berusia 30 tahun ini ditahan pihak berwajib dengan dugaan pemerkosaan.

Di tengah bergulirnya kasus ini, beredar pula potret patung lilin Kris Wu yang mengenakan seragam tahanan. Terkait hal tersebut, pihak museum lilin Madame Tussauds Shanghai pun membantah patung lilin Wu dengan seragam tahanan tersebut adalah palsu.

Pihak museum lilin tersebut juga menyebutkan patung lilin Kris Wu sudah tak ada lagi di Madame Tussauds Shanghai, seperti dikonfirmasi dengan Global Times, Senin (2/8/2021). Awalnya, potret tersebut beredar luas di jagat maya.

Sejak Kris Wu ditahan polisi Beijing karena dugaan pemerkosaan, topik mengenai Kris Wu jadi perbincangan hangat di jagat maya Negeri Tirai Bambu. Tagar "Patung lilin Kris Wu" memperoleh lebih dari 310 juta pembacaan di Sina Weibo pada waktu pers.

Sebuah foto patung lilin Kris Wu mengenakan seragam penjara tersebar luas di internet. Beberapa warganet bercanda ini bisa menjadi peringatan bagi selebritas lain dan bahwa Wu juga harus mengubah gaya rambutnya agar sesuai dengan pakaiannya.

Beberapa mengatakan gambar itu tampaknya diubah dengan menggunakan photoshop. Sebelumnya, Madame Tussauds Shanghai meluncurkan patung lilin Wu pada 2015 lalu.

Weibo telah menghapus akun resmi Kris Wu dan perusahaannya di platformnya pada Minggu, 1 Agustus 2021. Beberapa ahli telah memperkirakan bahwa Wu dapat dijatuhi hukuman antara 10 tahun dan penjara seumur hidup.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Putus Kontrak

Kris Wu. (Chinatopix via AP)
Perbesar
Kris Wu. (Chinatopix via AP)

Dilansir dari laman South China Morning Post, Rabu (21/7/2021), sederet brand mewah yang mengontrak Wu sebagai brand ambassador maupun modelnya memutuskan hubungan kerja sepihak akibat kasus pelecehan seksual tersebut. Louis Vuitton, brand fesyen asal Prancis, menjadi salah satu brand global pertama yang mengambil tindakan.

"Kami sangat memperhatikan tuduhan yang dialamatkan kepada Wu," bunyi pernyataan resmi Louis Vuitton via akun Weibo pada Senin, 19 Juli 2021.

Wu diketahui menjadi duta Louis Vuitton sejak 2018. Kolaborasi brand fesyen mewah dengan Wu ditangguhkan sementara hingga hasil investigasi hukumnya dirilis.

Kontrak Wu dengan pabrikan mobil mewah asal Jerman, Porsche, juga diputus. Brand tersebut menunjuk Wu sebagai juru bicara balap mobil China pada April 2021. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tindakan Serupa

Kris Wu. (Chinatopix via AP)
Perbesar
Kris Wu. (Chinatopix via AP)

Brand lain juga mengambil tindakan serupa. AP melaporkan Bulgari, Tuborg Beer, dan Tencent Video Tiongkok juga memutus kontrak Kris Wu.

Belum lagi brand China lainnya, seperti kosmetik Kans, bubuk pencuci Liby, produk perawatan rambut Seeyoung, dan peralatan rumah tangga Vatti, yang sudah mengakhiri kerja sama dengan Wu pada minggu lalu, tak lama setelah tuduhan pelecehan seksual mencuat.

Hukum China memungkinkan brand dan perusahaan produksi media memasukkan klausul bahwa mereka bisa mengakhiri kontrak secara sepihak bila bintang yang direkrut menyebabkan rusaknya reputasi brand. Klausul itu membuat bintang yang bermasalah bisa kehilangan kontrak dan mendapat kerugian finansial sebagai imbas perbuatannya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya