6 Fakta Menarik Medali Olimpiade Tokyo 2020

Oleh Putu Elmira pada 02 Agu 2021, 16:03 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 16:03 WIB
Medali Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19, semarak Olimpiade Tokyo 2020 begitu terasa gemanya ke seantero dunia. Ada beragam kisah yang tercinta, salah satu fakta menarik tentang deretan medali Olimpiade Tokyo 2020 yang dipersembahkan untuk para juara.

Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (Tokyo 2020) menggelar "Tokyo 2020 Medal Project" untuk mengumpulkan perangkat elektronik kecil, seperti ponsel bekas dari seluruh Negeri Sakura. Proyek ini menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 yang pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade yang melibatkan warga dalam produksi dan pembuatan medali menggunakan logam daur ulang.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya tentang medali Olimpiade Tokyo 2020. Apa saja? Yuk, simak rangkuman selengkapnya seperti dilansir dari laman resmi Olimpiade, Olympics.com, Senin (2/8/2021), berikut ini.

1. Terbuat dari Bahan Daur Ulang

Lewat proyek pengumpulan itu, dihasilkan 5.000 medali dari perangkat elektronik kecil yang disumbangkan warga Jepang. Langkah daur ulang ini sebagai upaya pihak penyelenggara berkontribusi pada masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan akan menjadi warisan Olimpiade Tokyo 2020.

2. Pengumpulan

Periode pengumpulan perangkat elektronik kecil dilakukan selama dua tahun, mulai dari April 2017 hingga Maret 2019. 100 persen logam yang dibutuhkan untuk produksi sekitar 5.000 medali diekstraksi dari perangkat elektronik tersebut.

Sekitar 78.985 ton perangkat elektronik kecil dikumpulkan oleh otoritas kota seantero Jepang. Sekitar 6,21 juta ponsel bekas yang dikumpulkan oleh toko NTT Docomo (perusahaan operator telepon seluler) di seluruh Jepang.

Berdasarkan 'Undang-undang tentang Promosi Daur Ulang Limbah Kecil Peralatan Listrik dan Elektronik', perangkat elektronik kecil yang disumbangkan oleh orang-orang di seluruh Jepang diklasifikasikan dan dibongkar oleh kontraktor terakreditasi. Medali Olimpiade Tokyo 2020 ini diproduksi setelah unsur emas, perak, dan perunggu diekstraksi oleh kontraktor peleburan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Spesifikasi Medali

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Medali Olimpiade Tokyo 2020 berdiameter 85 milimeter (mm) dengan bagian tertipis 7,7 mm dan bagian paling tebal 12,1 mm. Berat medali emas sekitar 556 gram, perak 550 gram, dan perunggu 450 gram.

4. Komposisi Medali

Medali emas berbalut lebih dari enam gram pelapis emas pada perak murni. Sedangkan medali perak terbuat dari perak murni, dan medali perunggu terbuat dari red brass yang terdiri atas 95 persen tembaga dan lima persen seng.

5. Desain Kotak Medali

Desain kotak medali Olimpiade Tokyo 2020 terinspirasi oleh lambang Olimpiade Tokyo 2020. Setiap kotak turut memberi penghormatan kepada para Olympian yang telah mencapai puncak prestasi atletik.

Perajin Jepang dengan hati-hati membuat kotak medali dengan perpaduan teknik tradisional dan modern. Setiap kotak medali berbeda dan memiliki pola serat kayu sendiri yang secara halus dimasukkan ke dalam desain.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Desain Pita Medal

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali terbuat dari logam daur ulang yang dikumpulkan dari 6,21 juta alat elektronik yang disumbangkan dari seluruh bagian Jepang. (Behrouz MEHRI/AFP)

Pita dari medali yang didesain oleh Junichi Kawanishi ini menggunakan motif desain tradisional Jepang yang terdapat pada ichimatsu moyo (pola kotak-kotak yang diselaraskan) dan kasane no irome (teknik pelapisan kimono tradisional) dalam presentasi modern. Pita tersebut dirancang sebagai cerminan Jepang dan cara negara ini menunjukkan "Bersatu dalam Perbedaan".

Desainnya juga turut mempromosikan visi Olimpiade Tokyo 2020, yakni "Inovasi dari Harmoni". Garis cembung silikon digunakan pada permukaan pita untuk dapat mengenali jenis medali (emas, perak, atau perunggu) hanya dengan menyentuhnya.

Ada pula penggunaan serat poliester daur ulang secara kimia yang menghasilkan lebih sedikit CO2 selama proses pembuatannya. Ini memungkinkan pita untuk menggabungkan warna grafis inti Tokyo 2020 dan menjadi sangat tahan lama pada saat yang bersamaan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Greysia Polii / Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

Infografis Greysia Polii / Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Infografis Greysia Polii / Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya