Inggris Tawarkan Pizza hingga Tumpangan Taksi Gratis untuk Anak Muda yang Divaksinasi Covid-19

Oleh Dinny Mutiah pada 02 Agu 2021, 11:01 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 11:01 WIB
Ilustrasi pizza
Perbesar
Ilustrasi pizza (Dok.Unsplash/ Alan Hardman)

Liputan6.com, Jakarta - Ada dua cara mengubah perilaku masyarakat terkait vaksinasi Covid-19, diberi hukuman atau diiming-imingi hadiah. Setelah beberapa waktu menggembar-gemborkan sanksi, Inggris Raya kini mulai menawarkan insentif bagi anak-anak muda di sana agar mau divaksin Covid-19.

Pemerintah mengiming-imingi kupon makan pizza dan gratis tumpangan taksi, kata Departemen Kesehatan negara itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Minggu, 1 Agustus 2021. Sejauh ini, pemerintah telah bermitra dengan beberapa perusahaan dalam program insentif tersebut, seperti Uber, Bolt, Deliveroo, dan Pizza Pilgrims.

"Voucher atau kode diskon berlaku untuk orang-orang yang datang ke lokasi vaksinasi dan memesan tempat melalui NHS (Layanan Kesehatan Nasional), kompetisi di media sosial, dan tawaran promo untuk beragam restoran," sambung pernyataan itu, dilansir dari CNN, Senin (2/8/2021).

Sebenarnya, pemerintah sudah pernah menggunakan pola insentif yang bermitra dengan Uber dan Bolt sebelumnya. Tapi, langkah ini kembali dimunculkan setelah tingkat vaksinasi anak muda di Inggris diketahui masih tertinggal dibandingkan generasi yang lebih tua.

Warga Inggris yang berusia di atas 80 tahun termasuk dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksinasi, pada Desember 2020. Sejak itu, pusat vaksinasi secara bertahap memperluas jangkauan dengan menargetkan demografis yang lebih muda.

Warga yang berusia 30 tahun dijanjikan mendapatkan vaksin dosis pertama pada Juni 2021. Sekitar 67 persen dari warga Inggris berusia 18--29 tahun sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, sejak itu. Total 84,7 juta dosis vaksin telah didistribusikan di negeri Ratu Elizabeth, dengan 46,7 juta orang (88 persen) telah menerima dosis pertama, dan 37,9 juta (71,8 persen) telah divaksinasi penuh.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tingkat Vaksinasi Tertinggi

Ilustrasi vaksinasi/ Pexels
Perbesar
Ilustrasi vaksinasi (Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels).

Inggris menjadi negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Seiring dengan capaian itu, Perdana Menteri Boris Johnson melonggarkan hampir semua pembatasan yang diberlakukan untuk menekan infeksi Covid-19 per 19 Juli 2021.

Pada saat yang sama, pemerintahannya mengumumkan bahwa mereka yang divaksinasi penuh bisa memasuki klub malam pada akhir September 2021. "Ketika semua yang berusia di atas 18 tahun sudah menerima suntikan kedua," katanya.

"Meski kita melihat antusiasme jutaan anak muda untuk disuntik, kami justru lebih membutuhkan lebih banyak lagi anak muda untuk menerima proteksi yang manfaatnya tidak hanya untuk keluarga dan teman-teman, tetapi juga diri sendiri. Dan karena itu, saya ingin mengingatkan semua orang bahwa kesenangan dan kesempatan hidup terpenting saat ini akan semakin bergantung pada vaksinasi," kata Johnson, saat itu.

Pemerintah juga meluncurkan sejumlah tempat vaksinasi sementara di seluruh negeri dan mendorong warga untuk datang langsung. Lebih dari 600 ribu orang divaksinasi pada minggu lalu di tempat-tempat itu, termasuk di London's Tate Modern Gallery dan toko Primark di Bristol.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Salurkan Vaksin ke Negara Lain

Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)
Perbesar
Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab pada Rabu, 28 Juli 2021, mengumumkan bahwa mulai minggu lalu mengirimkan sembilan juta vaksin COVID-19 ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19. Lima juta dosis di antaranya ditawarkan kepada COVAX, skema untuk memastikan akses global yang adil terhadap vaksin COVID-19.

Dalam rilis Kedubes Inggris disebutkan, COVAX akan segera mendistribusikannya ke negara-negara berpenghasilan rendah melalui sistem alokasi yang adil, yang memprioritaskan pengiriman vaksin kepada orang-orang yang paling membutuhkannya. Empat juta dosis lainnya akan dibagikan langsung kepada negara-negara yang membutuhkan.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari tiga juta kasus seiring penyebaran varian delta. Untuk mendukung upaya Presiden Joko Widodo mempercepat program vaksinasi nasional, pemerintah Inggris akan menyumbangkan sekurangnya 600.000 dosis vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari kerja sama bilateral kedua negara yang lebih luas dalam menjawab tantangan pandemi COVID-19.

Inggris menyumbangkan vaksin University of Oxford-AstraZeneca, yang dibuat oleh Oxford Biomedica di Oxford dan dikemas di Wrexham, North Wales. Ini adalah vaksin tahap pertama yang dibagikan hingga tahun depan, dari 100 juta dosis yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada pertemuan kelompok G7 bulan lalu di Cornwall, dengan 30 juta akan dikirim sebelum akhir tahun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jangan Kendorkan 5M Seusai Vaksinasi

Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M!
Perbesar
Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya